Qualcomm Akuisisi Nuvia 19 Triliun

Qualcomm Selesaikan Akuisisi Nuvia Senilai Rp19.6 Triliun

NESABAMEDIA.COMQualcomm mengumumkan pada hari Selasa kemarin tanggal 16 Maret 2021, bahwa anak usahanya yakni Qualcomm Technologies Inc. telah menyelesaikan proses akuisisi desain teknologi dan CPU milik Nuvia. Akuisisi itu menghabiskan dana sebesar USD1.4 miliar atau sekitar Rp19.6 triliun. Jumlah itu belum termasuk untuk modal kerja dan penyesuaian lainnya.

“Team kelas dunia Nuvia telah meningkatkan peta perjalanan kami, memperluas posisi kepemimpinan Qualcomm dengan ekosistem Windows, Android dan Chrome,” tutur Presiden dan CEO Qualcomm Cristiano Amon. 

“Dukungan lebih luas dalam akuisisi ini yang datang dari berbagai industri memvalidasi peluang yang kami miliki untuk menyediakan produk yang berbeda dengan performa CPU terdepan dan efisiensi daya, seiring dengan peningkatan permintaan komputasi di era 5G,” tambahnya. 

Qualcomm Technologies berharap nantinya bisa melakukan integrasi pada CPU generasi mendatang di seluruh portofolio produk yang luas, termasuk menyuplai smartphone flagship, laptop, kokpit digital dan juga sistem asisten pengemudi canggih serta solusi jaringan infrastruktur setelah akuisisi Nuvia ini. 

Sementara itu, pihak Nuvia juga mengatakan bagaimana pihaknya begitu bersemangat dan tertarik untuk bergabung dalam bagian inovator nirkabel terkemuka dunia. 

“Kami sangat tertarik untuk bisa bergabung dengan inovator nirkabel terkemuka di dunia industri, yang didorong oleh misi bersama untuk bisa menciptakan terobosan di teknologi. Bersama-sama kami akan menciptakan sebuah kelas baru platform komputasi berkinerja tinggi yang menetapkan standar khusus dalam industri,” ungkap mantan CEO Nuvia Gerard Williams yang kini telah menempati jabatan baru sebagai Wakil Presiden Senior Bidang Teknik di Qualcomm Technologies. 

Nuvia sendiri bisa dianggap sebuah startup baru yang didirikan pada tahun 2019 lalu. Hingga sekarang ini, mereka belum menghasilkan produk sendiri. Pasalnya mereka lebih berfokus dalam pembangunan server untuk chipset. 

Ketertarikan utama Qualcomm untuk mengakuisisi bukan semata-mata karena startup itu, namun lebih karena perusahaan tersebut didirikan oleh tiga mantan teknisi senior divisi silikon Apple. Mereka inilah yang dulunya juga terlibat dalam pembuatan arsitektur ARM yang mampu mengalahkan CPU Intel x86, dalam produksi perangkat laptop dan desktop Apple. Dan kehadiran Qualcomm itu nantinya akan berkaitan dengan penjualan chipset mereka untuk semua pabrikan perangkat PC. 

Leave a Reply

Send this to a friend