• Our Partners:

Rumah Adat Bengkulu

Rumah Adat Bengkulu Beserta Keunikan dan Ciri Khasnya, Yuk Disimak!

Pada artikel sebelumnya telah banyak membahas mengenai beberapa jenis rumah adat dari berbagai macam daerah di Indonesia, seperti rumah adat Aceh, rumah adat Sumatera Utara, rumah adat Batak, rumah adat Lampung, rumah adat Banten, rumah adat Sunda, rumah adat Bali, rumah adat Papua.

Berbagai keunikan dari masing-masing rumah adat dari berbagai daerah tersebut mencirikan karakteristik serta budaya yang ada di daerah itu.

Nah, pada artikel ini akan membahas mengenai rumah adat dari daerah Sumatera yaitu rumah adat Bengkulu. Apakah rumah adat Bengkulu sama dengan rumah adat yang ada di daerah Sumatera lainnya? Untuk lebih jelasnya mari disimak penjelasannya dibawah ini!

Rumah Adat Bengkulu

Rumah Adat Bengkulu

Rumah adat bengkulu dikenal masyarakat dengan nama Bubungan Lima atau dikenal juga dengan nama Bubungan Limas, Bubungan Haji serta Bubungan Jembatan. Walaupun sebenarnya nama dari rumah adat ini ialah Bumbungan Tinggi.

Bubungan Lima terinspirasi dari bentuk atap rumah adat ini. Bentuk rumah adat Bengkulu sama dengan rumah adat kebanyakan yaitu rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang. Daerah Bengkulu merupakan daerah yang rentan terjadinya gempa sehingga masyarakat membuat desain rumah adatnya sesuai dengan kondisi tersebut. Salah satu desainnya ialah dibuat berbentuk panggung agar tahan terhadap goncangan saat terjadinya gempa bumi.

Desain rumah panggung, dibuat biasanya dengan menggunakan 15 tiang yang tingginya 1 sampai 2 meter. Dibawah tiang tersebut dibuat batu yang datar sebagai penopang tiang.

Selain itu fungsi batu tersebut untuk meredam atau menahan jika terjadi goncangan gempa bumi dan mencegah pelapukan tiang. Rumah adat ini terbuat dari kayu kemuning atau disebut juga dengan kayu balam. Kayu balam memiliki ketahanan bertahun tahun lamanya sehingga dipilih sebagai material dalam pembuatan rumah adat bengkulu.

Baca juga : Rumah Adat Sumatera Barat

Bagian lantai dari rumah adat ini terbuat dari kayu yang diserut dengan halus sehingga manjadi papan dengan tekstur halus. Bagian atapnya terbuat dari ijuk pohon enau atau pohon sirap. Dibagian depan rumah bubungan lima ini terdapat tangga. Tidak hanya sekedar tangga, namun jumlah anak tangganya harus hanjil. Hal tersebut berdasarkan kepercayaan dari masyarakat disana. Struktur rumah adat bengkulu dapat dibedakan menjadi :

1. Bagian Atas

Bagian atas rumah adat bengkulu yaitu atap yabg terbuat dari bambu atau ijuk. Tetapi seiring berkembangnya waktu ada juga beberapa rumah adat bengkulu yang telah menggunakan seng.

Plafon atau pecu terbuat dari kayu dan ada juga yang menggunakan pepuluh bambu. Bagian yang menghubungkan antara bagian atas dengan badan rumah disebut dengan peran. Atap disusun secara rapi pada sebuah kerangka yang disebut kap temat untuk menempelnya kasau.

2. Bagian Tengah

Bagian tengah dari rumah adat Bengkulu yaitu kerangka rumah atau disebut dengan kosen yang terbuat dari kayu balam. Kayu atau pepuluh digunakan pada dinding bangunannya. Jendelanya berbentuk ram atu seperti jendela biasanya.

Selain itu bagian tengah rumah dilengkapi dengan lubang angin (tulusi) yang letaknya dibagian atas jendela ataupun pintu. Lubang udara atau ventilasi udaranya cukup unik karena diukir dan dihiasi untuk mempercantik tampilannya

Tiang yang digunakan pada bagian tengah rumah dan tiang pada halamannya disebut dengan tiang penjuru. Pada bagian dinding bangunan rumah terdapat balok atau bendok yang melentang disepanjang dindingnya untuk menghubungkan antar sudut rumah.

3. Bagian Bawah

Bagian bawah rumah adat ini terbuat dari kayu, pelupuh dan bilah bambu. Sedangkan Geladan menggunakan 8 buah papan dim dengan lebar 50 cm yang terpasang pada dinding luar tepatnya diatas balok.

Bagian bawah yang lainnya ialah bagian penutup balok yang terletak dibagain luar rumah disepanjang dinding depan rumah yang disebut dengan kijing. Sedangkan balok untuk tempat menempelnya lantai disebut dengan tilan. Ukuran tilan tidak terlalu besar. Untuk melengkapi tilan dibuat bidani yaitu sebuah bambu tebal yang dipasang secara melintang di lantai.

Tujuannya untuk mencegah jika ada serangan binatang buas dari bagian bawah rumah. Kamar tidur utama menggunakan pelupuh yang disusun sejajar dengan lantai. Dan sebagian besar dari pondasi rumah dilengkapi dengan batu datar besar yang dinamakan dengan Lapik Tiang.

Baca juga : Rumah Adat Riau

Ruangan Rumah Adat Bengkulu

Rumah Adat Bengkulu dan Ruangannya

Rumah adat Bengkulu ini merupakan tempat tinggal bagi tetua adat dan pemuka adat. Dan bukan untuk masayarakat biasa. Sebagai tempat tinggal bagi tetua atau pemuka adat maka rumah adat Bubungan Lima dibangun dan didesain berdasarkan fungsinya.

Susunan Ruaangan Bubungan Lima berdasarkan fungsinya yaitu:

  1. Barendo, yaitu tempat untuk menerima tamu, selain itu juga digunakan untuk tempat bersantai saat pagi dan sore hari dan tempat bermain anak.
  2. Hall, yaitu ruangan untuk menerima tamu yang sudah dikenal, seperti tokoh masyarakat ataupun kerabat dekat dan juga merupakan tempat berkumpulnya keluarga untuk bercengkrama.
  3. Bilik Gedang, yaitu kamar utama dari rumah adat Bubungan Lima yang ditempati oleh kepala keluarga dan istrinya.
  4. Bilik Gadis, yaitu kamar yang ditempati oleh gadis atau anak perempuan dalam keluarga. Biasanya bilik gadis bersebelahan dengan bilik gedang.
  5. Ruang Tengah, yaitu ruangan kosong yang sengaja dikosongkan dari perabot rumah. Karena fungsinya untuk tempat menerima tamu dan tempat tidur tamu si ibu dalam keluarga. Biasanya terdapat tikar pada bagian sudut. Ruangan ini juga merupakan tempat tidur dari anak laki-laki dalam keluarga.
  6. Ruang Makan, yaitutempat untuk makan yang bersebelahan dengan ruang dapur.
  7. Garang, yaitu ruangan yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan tempayan air, mencuci piring, atau untuk mencuci peralatan dapur lainnya.
  8. Dapur, yaitu ruangan untuk memasak dan menyimpan makanan serta bumbu masakan. Dapur terletak diantara ruangan garang dan ruang makan.

Leave a Reply

Send this to a friend