Saham Microsoft Terus Menguat Jelang Perilisan Windows 11

Saham Microsoft Terus Menguat Jelang Perilisan Windows 11

NESABAMEDIA.COMSaham Microsoft menunjukkan penguatan di saat banyak saham teknologi lainnya yang anjlok. Kehadiran sejumlah berita positif dan laporan analis yang optimis akhir-akhir ini telah mendorong saham Microsoft terus menguat.

Katalis berikutnya untuk penguatan saham Microsoft adalah diumumkannya jadwal perilisan pada tanggal 5 Oktober untuk sistem operasi baru mereka. Windows 11 adalah pembaruan terbesar untuk perangkat lunak PC Microsoft dalam enam tahun ini.

Analis mengatakan Windows 11 bisa memacu penjualan perangkat PC, yang saat ini sebenarnya sudah sangat kuat. Tren kerja dan belajar di rumah yang dibawa oleh pandemi Covid-19 telah mendorong penjualan perangkat PC sejak awal tahun 2020.

Windows 11 menampilkan desain yang diperbarui dengan antarmuka pengguna baru dan Start Menu. Ini juga memberikan peningkatan kinerja PC dan mengintegrasikan aplikasi konferensi video Teams serta menawarkan dukungan aplikasi Android di perangkat PC. Windows 11 adalah penerus Windows 10, yang dirilis pada Juli 2015.

Saham Microsoft mengalami kenaikan sejak bulan Juni, dan itu adalah ketika mereka mengumumkan kehadiran Windows 11. Tren penguatan itu pun terus terjadi sampai sekarang. Diperkirakan pergerakannya akan mengalami flat dalam beberapa hari ke depan, dan kemungkinan akan menguat lagi ketika Windows 11 benar-benar diluncurkan pada tanggal 5 Oktober.

Dividen dan Buyback

Microsoft pekan lalu juga dikabarkan telah menaikkan dividen triwulanan sebesar 11% menjadi 62 sen per saham. Dividen baru akan dibayarkan pada tanggal 9 Desember kepada pemegang saham yang tercatat pada 18 November. Selain itu mereka juga mengumumkan program pembelian kembali (buyback) saham senilai $60 miliar.

Microsoft masih memiliki “landasan yang signifikan” untuk bisnis komputasi awan, dengan hanya sekitar 20% dari beban kerja perusahaan yang telah dialihkan. Selain itu, Microsoft diposisikan secara unik karena strategi hibridanya dalam mendukung layanan cloud dan komputer lokal.

Saham milik Microsoft selama ini masuk dalam daftar Big Cap 20 yang terus mendapatkan pemantauan khusus, dan juga masuk dalam daftar saham untuk jangka panjang dengan potensi besar. 

Leave a Reply

Send this to a friend