Sejarah Candi Prambanan : Legenda Beserta Struktur dan Bagian Candi Prambanan

Salah satu dari banyaknya candi di Indonesia ialah Candi Prambanan. Candi Prambanan adalah candi bagi para umat Hindu. Candi Prambanan mempunyai gaya yang arsitektual yang bentuknya berbeda dari Candi Borobudur.

Akan tetapi, tentu saja pada tempat rekreasi Candi Prambanan ini tidak kalah indahnya dibandingkan Candi Borobudur ataupun Candi Kalasan.

Candi Prambanan ini berlokasi tempat di desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Berbeda pada sejarah yang asli dari Candi Prambanan, candi ini sudah terkenal dengan legendanya pada kisah cinta yang tak sampai diantara Bandung Bandawasa dengan Rara Jongrang.

Legenda Candi Prambanan

Legenda dan Sejarah Candi Prambanan

Rara Jongrang

Kononnya berdasarkan legenda, Candi Prambanan ini merupakan permintaan dari Rara Jongrang kepada Bandung Bandawasa untuk membuat seribu candi selama satu malam yang menjadi syarat dari lamaran Bandung Bandawasa.

Dengan meminta bantuan dari para jin, Bandung Bandawasa sanggup menyelesaikan permintaan seribu candi Rara Jongrang. Akan tetapi pada akhirnya Rara Jongrang menggagalkannya sendiri.

Setelah Bandung Bandawasa mengetahui kecurangan yang telah dilakukan pada Rara Jongrang, Bandung Bandawasa menjadi marah degan memberi kutukan terhadap Rara Jongrang dan Rara Jongrang di jadikan arca yang terakhir kalinya dibangun dari banyaknya seribu candi yang di bangun selama semalaman tersebut. Jadi, muncullah sesosok patung perempuan di antara salah satu Candi Prambanan.

Sejarah Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan

Berdasarkan sejarah, Candi Prambanan telah dibangun berdasarkan perintah Rakai Pakitan. Kejadian ini terkuak dengan ditemukannya sebuah Prasasti Siwargha pada tahun Saka 778 atau 856 Masehi yang ditulis oleh Rakai Pikatan.

Ahli Arkeologi atau ahli ilmu Purbakala menyepakati untuk melibatkan Prasasti Siwargha pada sejarah dari Candi Prambanan. Kejadian ini di karenakan satu di antara baitnya diuraikan dengan secara rinci pada suatu gugusan dari candi yang namanya Siwagha/ Siwalaya.

De Casparis yang telah berhasil membaca sebuah Prasasti Siwargha dengan membagi isi dari prasasti menjadi 2 bagian, yakni pada bagian yang bersangkutan pada pendiri bangunan yang suci dan juga bagian yang berkaitan serta peresmian dengan penetappan pada tanah perdikan/ Sima.

Pada bagian yang pertama, bahwa setelah kondisi tanah aman dan damai, raja menyuruh pembuatan suatu dharma kompleks atau suatu gugusan candi. Pada gugusan candi itu memiliki pagar yang berkeliling. Yang pada setiap pintunya dikawal sama Dwarapala yang terlihat sangat menakutkan.

Didapatkan bangunan kecil-kecil yang berjajaran dan juga bersap-sap mengelilingi candi induk, denngan bentuk yang sama, dan juga tinggi yang sama. Pada Bangunan kecil ini sering disebut dengan nama Candi Perwara, yang jumlahya 224 buah.

Pada bagian yang kedua, Prasasti Siwargha menyebutkan bahwa di hari Kamis pada tanggal 11 bulannya Margasira Tahunnya Saka 778 atau pada tanggal 11 bulan November tahun 856 Masehi selesainya bangunan kuil yag dibangun dan langsung diresmikan bersama patung dewanya.

Selepas kuil Siwalaya tersebut selesai seluruh di dalamnya memiliki kemegahan yang sanga menakjubkan, dan juga dialihkan ke aliran sungai maka airnya menyusuri di sisi sekitar candi. Tanah di sekitar candi yang dijadikan sebagai batas-batas percandian juga diresmikan.

Selain daripada itu ditetapkan juga sawah-sawah yang bernama “sawah dharma” oleh kuil Siwa. Prasasti Siwargha dengan Prasasti Kedu atau Prasasti Matiasih pada 907 Masehi, dimuat daftar lengkap para raja Dinasti Sanjaya. Di prasasti tersebutlah dapat diketahui ada yang memetintahkan pada pembuatan Candi Prambanan yaitu Rakai Pikatan.

Tujuan Dibangunnya Candi Prambanan

Tujuan Dibangunnya Candi Prambanan

Tujuan dari pembangunan pada Candi Prambanan ini ialah untuk dapat menandingi pembangunan pada Candi Borobudur pada masa itu. Ditambahkan juga berdasarkan Prasasti Shivarga, pada pembangunan ini dilaksanakan untuk dapat mengagungkan Dewa Siwa. Dewa Siwa adalah dewa tertinggi bagi umat Hindu.

Akan tetapi, kejayaan pada Candi Prambanan tiba-tiba sirna seketika dan terakhirnya Mpu Sindok yang merupakan raja di Mataram kuno dari Wangsa Sanjaya mengalihkan pusat kerajaannnya ke wilayah Jawa Timur. Akibat dari pemindahan tersebut, banguna yang dipimpin oleh pendahulunya menjadi sepi dan ditinggalkan.

Pada sejarah aslinya Candi Prambanan, kejadian yang sama juga akhirnya melanda Candi Borobudur. Candi Borobudur pula juga pernah terlupakan karena telah terkubur abu dari Gunung Merapi sampai tertutupi oleh semak-semak dan ditemukan kembali oleh Gubernur Rafles berasal dari Belanda. Berbeda pada Candi Borobudur, di Candi Prambanan tidak terkubur oleh abu dari Gunung Merapi.

Dilihat dari sejarah yang asli Candi Prambanan, bentuk patung yang kononnya disebut-sebut sebagai patungnya Rara Jongrang yang sebenarnya ialah patung daripada Dewi Durga. Menurut mitos patung tersebut dipercaya menjadi jelmaan dari si Rara Jongrang. Maka dari itulah, salah satu diantara Candi Siwa dari Prambanan disebut-sebut juga menjadi Candinya Rara Jongrang.

Sama seperti halnya Candi Borobudur, pada sejarah yang asli dari Candi Prambanan juga diketahui Candi Prambanan mengutip banyaknya Kosmologi Hindu, yang terutama dewa yang dilambangkan berada pada setiap candi, dan juga termasuk Candi dari Rara Jongrang tersebut.

Struktur & Bagian Candi Prambanan

Bagian-Bagian Candi Prambanan

Terdapat juga pada tiga bagian yang utama di Candi Prambanan yaitu Plataran Njero, Plataran Tengahan, dan Pelataran Njobo. Pada tiga candi yang utama melambangkan tiga dewa yang utama di Agama Hindu yang berada di sekitar Plataran Njero melambangkan suatu tempat kehidupan yang dimana para dewa-dewi bertempat tinggal atau biasa dikenal dengan Svargaloka.

Terkadang juga di pinggiran Candi Prambanan ini juga sering diadakannya pertunjukkan tari Ramayana yang mana kisahnya juga memuat di dalam sebuah gambaran pada Candi Prambanan. Sebenarnya sejarah asli dari Candi Prambanan ini tak boleh dilupakan oleh bangsa.

Itulah sekilas mengenai sejarah Candi Prambanan terselip dua sisi di dalamnya yaitu pada sisi sejarahnya yang menarik dan sisi dari mitos yang dapat diceritakan. Akan tetapi, terbebas dari hal ini, Candi Prambanan ini memang sudah menjadi salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang tidak bisa dilewatkan selagi berkunjung.

Semoga artikel tentang sejarah Candi Prambanan ini dapat menjadi pedoman ataupun referensi di dalam ilmu pengetahuan yang sedang Anda cari.

Leave a Reply

Send this to a friend