Separuh Pengguna Windows 11 Keluhkan Tampilan Baru

Separuh Pengguna Windows 11 Keluhkan Tampilan Baru

NESABAMEDIA.COMWindows 11 diluncurkan dua bulan lalu, dan sejak saat itu, banyak bermunculan opini dari mereka yang telah mencobanya, melalui pengalaman Windows Insider mereka dengan Build Pratinjau, membaca di media sosial, atau dari situs-situs semacam nesabamedia.com.

Beberapa opini tersebut didapatkan dengan melakukan survei perspektif konsumen pengguna Windows 11. Survei tersebut mensurvei sebanyak 11.097 orang di 177 negara, termasuk AS, India, Inggris, Kanada, dan Australia.

Banjir Feedback Windows 11

Windows 11 belum memiliki tanggal rilis resmi, tetapi dilaporkan akan diluncurkan pada bulan Oktober untuk perangkat PC baru yang telah memenuhi syarat di pasaran.

Namun, publik telah membangun opini kritis tentang Windows 11, terutama soal desain barunya. Perubahan yang paling menonjol adalah migrasi Start Menu ke tengah taskbar, File Explorer, browser Edge, dan lainnya juga ditempatkan di sana. Lebih dari 53 persen pengguna percaya bahwa desain baru itu memang “luar biasa”, namun, sisanya tidak tertarik dengan tampilan baru Windows karena berbagai alasan.

Sekitar seperlima percaya Windows 11 terlalu mirip dengan Windows 10, 13% tidak menyukainya sama sekali dan tidak akan melakukan upgrade, 7% mengharapkan perbaikan yang lebih besar, dan 6% percaya desain baru adalah tiruan macOS.

Adapun 13% yang menolak untuk mengupgrade karena mereka tidak menyukai desain baru. Microsoft memberi pengguna opsi untuk kembali ke Windows 10 jika Windows 11 bukan favorit mereka, tetapi hanya dalam 10 hari pertama peningkatan.

Peserta survei juga ditanyai soal aspek mana dari Windows 11 yang paling menarik perhatian mereka. 35% Responden mengatakan Start Menu yang terpusat adalah fitur favorit mereka. Sekitar 26% mengatakan bahwa dukungan asli untuk aplikasi Android adalah fitur terbaik Windows 11. 11 Persen pengguna terpikat oleh fitur berorientasi game OS baru (API DirectStorage dan HDR otomatis). 8 Persen menyukai skema suara baru sementara 8% lainnya menyukai fitur multitasking baru.

Microsoft di sisi lain juga mendapat kritikan untuk persyaratan Trusted Platform Module (TPM) 2.0 yang membingungkan untuk peningkatan Windows 11, dan ini tercermin dalam survei tersebut.

Sebanyak 34% mengatakan sistem mereka tampaknya memenuhi persyaratan Windows 11, tetapi mereka tidak dapat melewati aplikasi Health Checker Tools, alat yang diluncurkan Microsoft untuk membantu pengguna menentukan apakah perangkat mereka kompatibel dengan Windows 11.

10 Persen tidak tahu apakah PC mereka kompatibel dengan Windows 11 dan 13 persen lainnya mengetahui fakta bahwa PC mereka tidak memenuhi syarat untuk peningkatan. Sebelumnya juga sudah diberitakan bahwa aplikasi PC Health Checker untuk sementara tidak tersedia. Microsoft mengaku sedang memperbaiki alat tersebut untuk memberikan lebih banyak kejelasan dan detail teknis.

Di sisi positifnya, 44 persen mengatakan bahwa PC mereka memenuhi persyaratan peningkatan Windows 11.

Menurut survei, Microsoft perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menjelaskan apa itu chip TPM. Ketika para responden ditanyai apakah mereka berencana untuk mengupgrade chip TPM mereka, 42 persen mengakui bahwa mereka tidak tahu apa itu. 18 Persen mengatakan PC mereka sudah memiliki chip TPM terbaru. 14 Persen mengatakan mereka tidak tahu cara meningkatkan, sementara 14 persen lainnya mengatakan mereka hanya akan menunggu Microsoft untuk memperluas persyaratan yang ketat.

Hanya 4 persen yang mengatakan mereka akan membeli laptop yang mendukung Windows 11 atau membeli motherboard dengan TPM 2.0.

Lalu untuk fungsi mana di Windows 10 yang paling banyak dilewatkan oleh pengguna, 33 persen mengatakan tidak ada, 18 persen mengaku akan kehilangan Snipping Tool, dan 15 persen akan sedih dihentikannya Internet Explorer. 15 Persen, 11 persen dan 10 persen akan kehilangan Skype, Paint3D dan OneNote, masing-masing. 6 Persen akan merindukan 3D Viewer.

Sementara itu, sebanyak 11 persen pengguna bukan Windows Insiders, tetapi mereka berencana untuk bergabung, agar bisa menjelajahi Windows 11 pada tahap awal.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend