Smartphone Android dan iPhone Akan Filter Konten Dewasa Secara Otomatis

Smartphone Android dan iPhone Akan Filter Konten Dewasa Secara Otomatis

NESABAMEDIA.COMRegulasi baru di Amerika Serikat nantinya akan mengatur pemblokiran konten dewasa di internet sebagai bagian dari tanggung jawab pabrikan secara default, bukan menerapkan filter pada konten secara opsional yang diterapkan pada smartphone Android, iPhone dan gadget lainnya sekarang ini. 

Dengan kata lain, perangkat iPhone dan juga Android milik pengguna dalam waktu dekat akan bisa melakukan sensor pada konten dewasa, berdasarkan aturan hukum yang baru itu. Negara bagian Utah telah meloloskan regulasi baru itu yang akan memaksa perangkat smartphone dan tablet untuk menyaring konten-konten dewasa. 

Gagasan di balik rancangan Undang-Undang tersebut, yang ditandatangani menjadi Undang-Undang oleh Gubernur Utah, Spencer Cox pada tanggal 24 Maret kemarin, menegaskan bahwa semua gadget yang dijual di negara bagian tersebut, harus bisa memblokir semua konten yang telah mendapatkan rating X. Sementara, kode khusus untuk mematikan filter otomatis itu akan dijual secara terpisah oleh produsen produk tersebut.

Dengan demikian, akan juga diterapkan proses verifikasi berdasarkan usia, untuk memastikan hanya orang yang sudah cukup umur untuk bisa mengakses konten dewasa dan mematikan filter pemblokiran tersebut. 

Undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa siapapun perusahaan yang berada di balik pembuatan perangkat gadget yang tidak secara otomatis mengaktifkan filter saat pertama kali dijual, mereka bisa dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab secara hukum atas konten berbahaya apapun yang diakses oleh anak di bawah umur.

Denda maksimal yang diterapkan pada setiap kasus pelanggaran itu sebesar USD10 atau sekitar Rp140 ribu. Sayangnya, RUU itu kurang begitu jelas dalam menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan konten berbahaya, yang mencakup deskripsi atau representasi apapun, dari perilaku seksual yang tidak memiliki nilai seni, politik atau ilmiah untuk anak di bawah umur. 

Apple dan Google sendiri sebenarnya telah menerapkan sebuah sistem kontrol orang tua di perangkat mereka. Namun, fitur tersebut tidak diaktifkan secara default, dan pengguna harus mencari terlebih dahulu opsi pengaktifan fitur itu di bagian pengaturan perangkat. 

Sementara itu, kelompok anti-pornografi yang begitu vokal mendukung RUU tersebut, berpendapat bahwa filter opsional itu dianggap terlalu rumit untuk diaktifkan. Sehingga membuat para orang tua akan kesulitan dalam melindungi anak-anak mereka saat online.

Leave a Reply

Send this to a friend