6 Struktur Cerpen yang Perlu Diketahui, Beserta Contoh dan Penjelasannya!

Apakah Anda suka membaca cerpen ? Berarti Anda sudah memahami pengertian cerpen hingga kaidah penulisannya. Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Sesuai dengan namanya, cerpen ditulis dengan jumlah yang kurang dari 10.000 kata.

Pada dasarnya, cerpen termasuk kedalam karya tulis jenis fiktif yang menceritakan kehidupan seseorang secara sederhana, ringkas dan padat yang hanya berfokus pada tokoh tertentu saja beserta latar belakangnya hingga tokoh tersebut menemukan titik permasalahannya.

Berbeda dengan karya sastra yang lain, seperti novel yang membahas kehidupan seseorang dengan berbagai konflik yang dihadapi dan penyelesaiannya yang memakan waktu lama, cerpen sengaja dibuat ringkas agar si pembaca tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Dengan kata lain, sebuah cerpen dapat dibaca hanya sekali duduk saja.

Struktur Cerpen Beserta Contohnya

struktur cerpen dan penjelasannya

Walaupun ringkas, bukan berarti cerpen dibuat tanpa adanya struktur penulisan. Umumnya, terdapat 6 struktur khusus yang harus dipenuhi oleh suatu cerpen, yakni abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing kerangka atau struktur cerpen.

1. Abstrak

Abstrak merupakan struktur yang terdapat di awal cerita. Pengertian abstrak sendiri adalah gambaran umum atau inti dari suatu cerita. Nantinya, abstrak ini akan dikembangkan menjadi beberapa paragraf yang menceritakan tentang rangkaian kejadian dalam cerita. Yang perlu Anda ketahui bahwa abstrak ini sifatnya opsional, dimana keberadaan abstrak dalam sebuah cerpen boleh ada dan boleh juga tidak.

2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan dalam suatu cerpen. Biasanya, orientasi ini identik dengan pengenalan hal-hal yang berkaitan dengan cerita. Mulai dari pengenalan tokoh, latar waktu, tempat ataupun suasana yang digambarkan dalam cerita. Akan tetapi, kebanyakan orientasi tidak hanya berfokus pada satu jenis latar saja, melainkan berbagai urutan kejadian terjadi pada situasi yang berbeda.

3. Komplikasi

Struktur cerpen berikutnya adalah komplikasi. Komplikasi merupakan urutan kejadian yang berkaitan dengan sebab dan akibat. Pada bagian komplikasi, akan terlihat berbagai watak atau karakter yang diperankan oleh tokoh yang disebutkan dalam cerita. Nantinya, karakter yang berbeda inilah yang akan menimbulkan akar permasalahan dari suatu cerita.

4. Evaluasi

Pengertian evaluasi dalam cerpen adalah urutan konflik yang terjadi dalam cerita, bahkan konflik yang terjadi sudah mencapai klimaks atau titik puncak permasalahan. Dibagian evaluasi juga akan terlihat gambaran dari penyelesaian konflik yang terjadi.

Struktur evaluasi ini merupakan struktur yang paling penting dalam sebuah cerpen. Sebab, bagian evaluasi yang akan menentukan menarik atau tidaknya cerita yang disajikan. Oleh karena itu, penulis akan menyajikan cerpen dengan berbagai konflik yang bisa membawa pembaca seolah-olah ada didalam cerita. Dengan begitu, pembaca dapat memahami bahkan menjiwai karakter yang ada pada cerita tersebut.

5. Resolusi

Jika evaluasi berisikan konflik, maka resolusi merupakan kebalikan dari evolusi. Resolusi merupakan penyelesaian yang didapat dari konflik yang terjadi. Penulis akan menentukan solusi yang tepat dari permasalahan yang dialami oleh para tokoh atau pelaku dalam cerita. Biasanya, resolusi menjadi stuktur yang dinantikan oleh pembaca. Terlebih lagi, jika pembaca yang penasaran akan kelanjutan dari cerita tersebut.

6. Koda

Koda menjadi struktur terakhir yang harus dipenuhi oleh sebuah cerpen. Pengertian koda adalah nilai atau pelajaran yang terkandung dari cerita yang disajikan. Atau dengan kata lain, pada bagian koda ini dijelaskan pesan, hikmah, amanat atau peringatan dari penulis yang bisa dipetik oleh pembaca ketika selesai membaca cerpen.

Struktur Cerpen adalah

Untuk lebih memahami struktur cerpen, perhatikan contoh cerpen singkat berikut ini.

Barang Hilang

Suatu hari, ada seorang anak kecil berumur 5 tahun sedang membongkar gudang yang dipenuhi dengan berkas miliki ayahnya. Sambil ngedumel Ia terus mencari. Kala itu, Ibunya masih terlelap dalam tidurnya.

“Bintang, apa yang kamu cari nak?” Panggil sang Ibu kepadanya.

“Bintang cari boneka beruang, Ma. Tadi malam masih ada” Sahut Bintang dengan tangannya yang masih sibuk mencari.

“Mandi dulu ya sayang… udah sore, bentar lagi Ayah pulang”.

Mendengar kata Ayah pulang, anak yang dipanggil Bintang pun langsung bergegas ke kamar mandi.

Seusai mandi, Ia pun menangis. Sambil memakai baju Ia terus ngedumel karena sampai saat ini boneka beruang teman tidurnya belum juga ketemu.

“Udah dong nangisnya, sayang.. mama jadi ikutan sedih nih..” Kata wanita paruh baya itu dengan memanyunkan bibirnya.

“Kalo tedy belum ketemu juga.. siapa temen tidur Bintang…” Bintang terisak.

“Nanti malam mama yang temenin tidur” Sambung Ibu dengan senyumnya yang merekah.

“Janji ?” Tanya Bintang sambil mengaitkan jarinya.

2 hari berlalu, Bintang sudah tidak mencari boneka Tedy bearnya lagi. Namun, Ia kembali menangis karena baju Mashanya tidak ada dilemari. Bintang selalu memakainya setiap pagi. Baju kesayangannya.

“hu… hu… tedy ilang, baju masha ilang.. Maaaaa kenapa semua ilang. Jangan-jangan di rumah kita ada pencuri ya maa” Bintang menangis sejadi-jadinya.

“cuppp cuppp.. mungkin nyelip. Coba cari pelan-pelan ya sayang..” Sang Ibu memilah baju yang ada dilemari.

“Enggak ada kan ? Kemarin masih ada, sekarang udah enggak ada.. huuu huuuu” Bintang terus menangis, sang Ibu kewalahan menenangkannya.

“Kan masih banyak baju yang bagus-bagus punya Bintang. Nanti yang lain cemburu loh kalau enggak Bintang pake. Pake baju yang dibeliin nenek ini ya”. Sang Ibu menawarkan baju gaun berwarna pink muda. Bintang menggeleng tegas, masih kekeuh dengan pilihannya.

“Coba dulu deh.. kayak baju cinderella loh ni.. cinderella kan pakai baju kaya gini kan ?”. Bintang mengangguk, meski ragu namun ia memakainya juga.

“Tuh kan apa mama bilang,, cantik nya anak mama..” sang Ibu memperhatikan anaknya yang bergaya dengan gaunnya didepan cermin.

Akhirnya, sang Ibu lega karena anaknya mau memakai baju pilihannya.

Bintang memang sudah melupakan baju masha kesukaannya, namun Ia kembali disibukkan mencari kelincinya yang sudah tidak ada di kandang. Ia mencari di halaman belakang juga tidak ditemukan. Karena lelah mencari. Dengan jurus andalan ia menangis. Sang Ibu dari dapur berlari menghampiri Bintang yang kian terisak.

“Bonna.. enggak ada”. Bonna adalah nama kelinci jantan milik Bintang yang diberi kakeknya.

Sang ibu dengan jurus andalan terus membujuknya. “Mungkin Bonna lagi lari-lari di halaman depan, udah Bintang cari didepan?” Matanya mengamati halaman depan, dan tidak ditemukan kelinci putih yang anaknya maksud. Hanya ada satu kelinci bercorak keabu-abuan.

“huuu huuu… Bonna ilangggg” Bintang terus menangis kali ini lebih keras dari biasanyaa.

“cuppp cuppp… kan masih ada kelinci satu lagi, tuh si Benni” sang ibu menunjuk kelinci yang sedang memakan wortel didalam kandang.

“Enggak mauuuuu, maunya Bonnaaa”

“Loh,, Bintang kok gitu? Benni kan juga temen Bintang, liat tuh si Benni kesepian gada temennya.X” Sang ibu menunjuk kelinci yang dinamai Benni tersebut.

“Benni enggak nangis” katanya memperhatikan kelinci tersebut yang masih asyik memakan wortelnya.

“Iyah, enggak nangis. Kalau Bintang mainnya sama Bonna terus, lama-lama Benni nangis.” Sang Ibu terus meyakinkan anaknya

“Benni kan kelinci, mana bisa nangis” Bintang lupa dengan tangisannya, malah sibuk ikut memberi makan wortel kelincinya.

“Bisa dong… kalau Bintang enggak ajak main terus.”

“ihhhh Benni makannya banyak bangetttt. Ma,, Ma,,, ambil lagi wortelnya” tangan mungilnya bergerak-gerak kegirangan berlari mengambil segenggam wortel. Dengan kepayahan.

“Ayooo makan yang banyak Benni.. biar kayak balon hahahahaha” gigi-gigi kelincinya terlihat jelas ketika bocah mungil itu tertawa.

Sang ibu memeluknya begitu erat, membuat bocah tersebut menghentikan tawanya. Dengan wajah polosnya, Ia mengusap air mata ibunya yang kian menderu.

“Mama kenapa ? Bintang jahat yah Ma..” wanita yang dipanggil mama tersebut tersenyum haru melihat kekhawatiran anaknya.

“enggak papa sayang… yuk masuk udah sore, bentar lagi Ayah pulang..”

“ye ye ye ayah pulangggg” Bintang menari-nari sambil berloncat kegirangan mendengar ayahnya akan pulang.

Sambil menunggu ayahnya pulang, Bintang membuyarkan lamunan ibunya yang sedang menonton tv di ruang tamu.

“Ma… Tedynya udah ketemu….” Bintang membondong boneka Tedynya yang  warnanya sudah tidak lagi cerah.

“Bintang nemu dikamar Mama…” bocah tersebut tidak berfikir bahwa mamanya lah yang menyembunyikan boneka kesayangannya itu.

“Kok Bintang masuk-masuk kamar mama?” Bintang terdiam takut.

“Yaudahhh yang penting udah ketemu kan? Gimana rasanya jumpa sama Tedy lagi?” sang Ibu meraih bintang kepangkuannya.

“Senengggggg … sekarang bobonya udah ada temennya lagi. Mata lecinya bergerak-gerak.”Mama yang nyembunyiin Tedy Yah…?” Bintang teringat karena Tedy ada dikamar Mamanya.

“Enggak… Allah yang ngambil tedy sementara dari Bintang”

“Kenapa Allah ngambil Tedy kesayangan Bintang?” Bintang menggerak-gerakkan tangan boneka dipangkuannya.

“Karena untuk dipertemukan lagi.sekarang gini.. Bintang sayang ga sama mama?”

“sayaaaaaaaaaaaaaaaaang bangettttttttttt”

“Nah… nanti kalau misalnya Allah ngambil Mama sementara dari Bintang. Bintang jangan sedih.. sama kayak tedy, Nanti pasti ditemukan lagi sama Bintang.”

“Mama mau ngilang? Bintang ga mau mama ilang. Mama samping Bintang aja.” Bintang mengernyitkan dahinya.

“Enggak ilang sayanggg.. mama hanya pergi sebentar kemudian Allah mempertemukan lagi,,, nah kita ketemu nanti, Bintang tau gimana rasanyaa….” anaknya tidak bergeming, sibuk memahami perkataan ibunya.

“Sama kayak sekarang Bintang ketemu Tedy yang hilang… seneng kan???” wanita itu tersenyum.

“Tapi nanti kalau Bintang kangen..?”

“Kan mama udah pernah ajarin shalat.. nah… Bintang shalat terus curhat deh sepuasnya… mama pasti dengar.. karna mama lagi sama Allah.” Wanita tersebut memeluk bocah cilik dengan piama tidurnya. Bintang pun tidur terlelap dipangkuan ibunya.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai struktur cerpen beserta contohya. Semoga artikel ditas dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda untuk lebih memerhatikan kaidah atau struktur penulisan yang harus dipenuhi ketika membuat sebuah cerpen.

Nesabamedia.com merupakan media online yang menyajikan konten menarik seputar komputer, internet, jaringan, android, website dan beberapa topik lain yang berhubungan dengan dunia komputer.

Leave a Reply

Send this to a friend