10 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen yang Dibahas Lengkap + Contohnya

Mungkin sebagian besar dari kita sudah mengetahui jenis karangan yang satu ini, cerpen. Apalagi sewaktu belajar Bahasa Indonesia di bangku sekolah, kita pernah mendapatkan tugas untuk mengarang sebuah cerpen. Akan tetapi, kebanyakan orang merasa sulit untuk mengarang cerpen. Dengan alasan yang beragam, sulit mengungkapkan kata-kata atau karena keterbatasan ilmu yang dimiliki.

Nah, kali ini saya akan membantu Anda yang kesulitan dalam membuat cerpen. Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika membuat cerpen adalah memahami unsur-unsur yang memudahkan Anda dalam menyusun karangan cerpen. Ada dua jenis unsur yang terkandung dalam cerpen, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Kedua unsur akan dijelaskan berikut ini.

Unsur-Unsur dalam Cerpen

Tahukah Anda apa itu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam cerpen ? Seperti yang kita ketahui bahwa cerpen merupakan karangan singkat yang menceritakan kehidupan seseorang secara ringkas dan jelas.

Kedua unsur tersebut sangat diperlukan dalam menyusun suatu karangan jenis cerpen. Jika diibarakan dengan suatu bangunan, unsur intrinsik dan ekstrinsik berperan sebagai material dari pondasi bangunan.

Dibawah ini merupakan hal-hal yang berkaitan dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam sebuah cerpen.

Unsur Intrinsik Cerpen

Jika dilihat dari bentuk katanya, intrinsik mengandung “in” yang memiliki arti “didalam”. Begitu juga dengan pengertian unsur intrinsik dalam cerpen, yaitu unsur-unsur yang berasal dari dalam untuk membangun suatu cerpen.

Artinya, unsur-unsur bersifat murni dan dapat ditemui dalam cerpen tersebut. Ada beberapa bagian yang termasuk kedalam unsur intrinsik cerpen, yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat.

1. Tema

Dalam suatu karya sastra, tema menjadi unsur intrinsik pertama yang harus dipenuhi oleh pengarang. Sebab, tema ibarat nyawa atau ruh yang membangun karya tersebut, termasuk pada cerpen. Tema dalam cerpen disebut sebagai ide atau gagasan yang mewakili keseluruhan isi cerpen. Setiap pengarang dapat mengambil satu tema yang sama untuk membuat suatu cerpen.

Biasanya, terdapat berbagai macam tema yang sering kita jumpai, mulai dari tema yang umum sampai tema yang spesifik. Beberapa tema cerpen seperti lingkungan sekitar, persahabatan, percintaan, pengalaman pribadi, pendidikan, sejarah dan masih banyak lagi.

2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan pelaku fiktif yang sengaja disajikan oleh pengarang dalam sebuah cerpen.  Secara umum, dalam cerpen hanya memuat dua tokoh saja, yaitu tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama merupakan pelaku yang bersentuhan langsung dengan konflik yang terjadi dalam cerpen. Sedangkan tokoh pembantu adalah pelaku yang hanya disebutkan dalam cerpen tanpa ada interaksi apapun atau terkadang tidak terlibat dalam konflik.

Unsur Intrinsik CerpenPenokohan merupakan watak atau karakter dari pelaku tersebut. Ada 4 jenis penokohan yang terdapat didalam cerpen.

  • Protagonis – Tokoh yang memiliki karakter baik dan biasanya dijadikan sebagai tokoh utama dalam cerpen.
  • Antagonis – Tokoh yang memiliki karakter jahat dan tokoh ini yang berinteraksi langsung dengan tokoh utama.
  • Tritagonis – Tokoh yang memiliki karakter sebagai penengah, dimana tokoh ini berperan sebagai orang bijak yang menengahi tokoh protagonis dan antagonis
  • Figuran – Tokoh pendukung atau pembantu dalam sebuah cerpen. Tokoh ini tidak selalu muncul dalam cerpen, namun dapat memberikan warna tersendiri dalam cerpen tersebut.

Dalam menentukan penokohan, ada 2 jenis metode yang bisa dilakukan seperti berikut ini.

  1. Metode Analitik adalah metode penokohan yang disampaikan langsung oleh pengarang, seperti pemberani, keras kepala, penakut, pemalu dan sebagainya.
  2. Metode Dramatik adalah metode penokohan yang sifatnya tersirat. Maksudnya bisa dilihat melalui penggambaran fisik pelaku atau melalui dialog yang dilakukan oleh tokoh lain.

3. Alur (Plot)plot cerpen

Alur atau plot merupakan rangkaian kejadian yang disajikan oleh pengarang untuk membentuk cerita dalam cerpen. Biasanya, pengarang akan menyajikan cerpen sesuai dengan bentuk struktur dari cerpen, yaitu tahap pengenalan, tahap kemunculan konflik, tahap puncak konflik (klimaks), tahap peleraian dan tahap penyelesaian.

Ada 3 jenis alur yang sering digunakan pada cerpen, yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran.

  • Alur maju : rangkaian kejadian dibuat sesuai dengan urutan tahapan yang umum, mulai dari tahap pengenalan, munculnya masalah, klimaks, peleraian, dan penyelesaian.
  • Alur mundur : rangkaian kejadian dibuat bergerak dengan tidak beraturan. Pengarang bisa saja memunculkan konflik terlebih dahulu didalam cerpennya, kemudian akan dijelaskan penyebab dari munculnya konflik tersebut.
  • Alur campuran : rangkaian kejadian dibuat dengan memadukan alur maju dan alur mundur. Namun, alur ini jarang digunakan dalam pembuatan cerpen karena membutuhkan waktu penyelesaian konflik yang lama.

4. Latar (Setting)

Latar atau setting merupakan unsur yang berkaitan dengan tempat, waktu dan suasana yang ada didalam cerpen. Ketiga unsur ini memiliki hubungan yang erat dalam menceritakan urutan kejadian cerita.

  • Latar tempat – Latar yang berkaitan dengan tempat yang diceritakan dalam cerpen. Pengarang akan menuliskan tempat apa saja yang disinggahi oleh para tokoh, misalnya sekolah, dapur, pasar dan lainnya.
  • Latar waktu – Latar yang berkaitan dengan kapan terjadinya peristiwa yang dialami para tokoh, misalnya siang hari, malam, petang, atau menunjukkan pukul waktu.
  • Latar suasana – Latar yang berkaitan dengan suasana yang digambarkan pada cerpen. Biasanya, pengarang akan menceritakan suasana berdasarkan perasaan para tokoh, misalnya haru, sedih, menegangkan dan sebagainya.

5. Sudut Pandang (Point of View)Unsur Intrinsik Cerpen

Sudut pandang merupakan kedudukan pengarang dalam membangun suatu cerpen. Dengan kata lain, cerpen ditulis dengan menceritakan dirinya sendiri atau pengalaman orang lain yang diceritakan. Dibawah ini merupakan dua jenis sudut pandang dalam cerpen.

  • Sudut pandang sebagai Orang Pertama, yaitu pengarang menceritakan suatu cerpen dengan menggunakan kata ganti “Aku”. Artinya, pengarang menjadikan dirinya sebagai tokoh utama dalam cerpen.
  • Sudut pandang sebagai Orang Ketiga, yaitu pengarang menceritakan suatu cerpen dengan menggunakan kata ganti “Dia”. Artinya, tokoh utama dalam cerpen adalah fiktif atau imajinasi pengarang.

6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa berkaitan dengan ciri khas pengarang dalam menyajikan cerpen. Baik itu penggunaan majas, diksi (pilihan kata) yang digunakan untuk merangkai setiap kata didalam cerpen. Masing-masing pengarang akan menunjukkan gaya bahasa yang berbeda untuk menarik kesan pembaca terhadap karyanya.

7. Amanat

Amanat merupakan pesan moral (moral value) yang bisa dipetik melalui cerita pendek. Biasanya, para pengarang cerpen akan menyajikan amanat secara tersirat atau tidak ditampilkan secara jelas melalui cerpen, melainkan pembaca yang akan menentukan sendiri amanat berdasarkan pemahamannya terhadap cerita itu.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik merupakan unsur-unsur pembentuk cerpen yang berasal dari luar. Walaupun demikian, unsur ekstrinsik memiliki peran yang tidak kalah penting dalam membangun suatu cerpen. Sebab, ekstrinsik akan memengaruhi karakter para tokoh yang diceritakan didalamnya. Berikut ini merupakan hal-hal yang termasuk kedalam bagian unsur ekstrinsik cerpen.

1. Latar Belakang Pengarang

Latar belakang pengarang merupakan faktor dari dalam diri pengarang yang mendorongnya untuk membangun sebuah cerpen. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pengarang, yaitu riwayat hidup pengarang, kondisi psikologis dan aliran sastra pengarang.

Sebagai contoh, ketika pengarang berhasil meraih suatu penghargaan dalam kehidupannya, kemungkinan pengarang itu akan menceritakan pengalaman pribadinya dengan perasaan bahagia.

2. Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat merupakan faktor lingkungan yang memengaruhi pengarang dalam menuliskan cerpen. Ada beberapa hal yang memengaruhi pengarang, seperti ideologi negara, kondisi politik, kondisi sosial dan kondisi ekonomi.

3. Nilai-Nilai dalam Cerpen

Unsur ekstrinsik berikutnya adalah nilai-nilai yang terkandung pada suatu peristiwa yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui cerpen. Misalnya nilai agama, nilai sosial, nilai moral dan nilai budaya.

Sebagai contoh, dalam cerpen A. A. Navis yang berjudul “Robohnya Surau Kami” yang mengisahkan tentang kelalaian kepala keluarga yang berakhir dengan membunuh dirinya sendiri. Dalam cerpen tersebut, pengarang berusaha memberitahu kepada publik mengenai nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu nilai agama dan sosial.

Demikianlan penjelasan lengkap mengenai unsur-unsur dalam cerpen, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan Anda dan terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend