6 Teori Perubahan Sosial yang Perlu Diketahui Beserta Faktor Penyebabnya

Teori Perubahan Sosial

Berikut adalah beberapa teori perubahan sosial yang perlu kita ketahui, antara lain:

1. Teori Evolusi

Teori evolusi dalam perubahan sosial terjadi secara lambat dan dalam waktu yang cukup lama di sistem masyarakat. Perubahan sosial dalam teori ini terjadi karena adanya perubahan cara pengorganisasian masyarakat, sistem kerja, pola pemikiran, dan perkembangan sosial.

Perubahan sosial dalam teori ini jarang menimbulkan konflik karana perubahannya berlangsung lama (lambat) dan cenderung tidak disadari. Menurut Soerjono Soekanto evolusi memiliki 3 teori, antara lain:

1) Teori Evolusi Uniliniear

Manusia dan masyarakat mengalami perkembangan yang sesuai dengan tahap-tahap tertentu sehingga dengan perubahan ini membuat masyarakat dapat berkembang yang dari sederhana menjadi tahapan yang lebih kompleks.

2) Teori Evolusi Universal

Perkembangan masyarakat tidak perlu dilakukan melalui tahap tertentu yang tetap karena kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.

3) Teori Evolusi Multiliniear

Perubahan sosial yang bisa terjadi dalam beberapa cara, dimana cara tersebut mengarah ke arah yang sama dengan membentuk masyarakat yang lebih baik.

2. Teori Fungsionalis

teori perubahan sosial

Adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan sosial yang sedang terjadi merupakan penyebab utama adanya perubahan sosial. Ketidakpuasan dirasakan oleh sebagian masyarakat yang tidak menginginkan perubahan. Jika yang kontra hanya pihak atau kelompok minoritas, maka dengan kekuatan kecil perubahan tersebut akan sulit untuk tercapai.

Hal tersebut bisa dilihat dalam ketertinggalan suatu unsur dalam masyarakat sehingga memunculkan kejutan sosial dan budaya pada masyarakat.

3. Teori Konflik

Perubahan sosial terbentuk karena adanya konflik dan ketegangan dalam masyarakat, bisa berupa pertentangan antar kelas penguasa dengan masyarakat yang tertindas. Masyarakat kelas rendah menginginkan adanya perubahan yang mengedepankan keadilan. Jika perubahan yang diinginkan tercapai, maka masyarakat akan hidup tanpa adanya pembagian kelas.

Bisa dibilang bahwa teori ini berasal dari pertentangan kelas antara kelompok yang tertindas dengan kelompok penguasa yang nantinya mengarah pada perubahan sosial. Konflik sosial adalah sumber utama dari adanya perubahan sosial tersebut. Kelompok yang lebih kuat lebih mendominasi daripada kelompok yang lebih rendah. Contoh bisa dilihat antara kelompok borjuis dengan pekerja (proletar).

4. Teori Siklus

Perubahan sosial di teori ini diibaratkan seperti roda yang berputar dimana perubahan zaman tidak bisa dihindari oleh manusia dan otomatis tidak bisa dikendalikan oleh siapapun. Manusia juga tidak bisa mencegah perubahan sosial yang bersifat alami dan hal tersebut dimiliki oleh setiap lingkungan masyarakat.

Suatu masyarakat pasti mengalami yang namanya kemunduran maupun kemajuan suatu peradaban (budaya) dan tidak selamanya perubahan tersebut membawa kebaikan. Siklus ini terjadi berulang-ulang dan tidak dapat direncanakan maupun diarahkan ke titik tertentu. Contoh perubahan pada model pakaian dan gaya hidup.

5. Teori Linear

Perubahan bergerak menuju tahapan atau titik tertentu yang bisa diarahkan maupun direncanakan. Hal tersebut bisa dilihat dalam perubahan masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Masyarakat yang mulanya berkembang dengan pola primitif menjadi modern. Selain itu kita bisa lihat dalam perkembangan masa penjajahan sampai masa sekarang. Intinya, teori ini memberikan kemajuan bagi masyarakat (naik).

6. Teori Gerakan Sosial

Sumber dari perubahan sosial ini adalah gerakan sosial karena adanya ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada di masyarakat sehingga menimbulkan gerakan tersebut. Otomatis sejumlah banyak orang memperjuangkan perubahan tersebut.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial

faktor penyebab perubahan sosial budaya

faktor penyebab perubahan sosial budaya

Berikut adalah beberapa faktor penyebab perubahan sosial, antara lain:

1. Faktor Internal

A. Bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk

Pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat menyebabkan perubahan masyarakat seperti munculnya kelas sosial dan profesi yang baru. Selain itu dampak dari faktor ini juga mengubah struktur sosial dan demografi yang ada di masyarakat.

Misal bisa dilihat dalam meningkatnya jumlah sarjana tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada sehingga menimbulkan pengangguran. Hal tersebut bisa membawa dampak negatif seperti kemiskinan dan kriminalitas. Dengan majunya negara Jepang membuat masyarakat Jepang banyak yang tidak ingin berkeluarga sehingga tenaga kerja menjadi berkurang dan jumlah penduduk lama kelamaan akan habis.

B. Adanya penemuan baru

Terdapat sejumlah orang yang merasa ada yang kurang dengan budayanya sehingga terdorong untuk memperbaiki dan menyempurnakan melalui penemuan baru. Penemuan baru dalam faktor ini dibagi menjadi 2, yaitu discovery dan invention.

C. Adanya pertentangan atau konflik dalam masyarakat

Untuk masyarakat yang heterogen dan dinamis pertentangan bisa terjadi antar individu maupun kelompok-kelompok tertentu. Dengan banyaknya kelompok sosial, maka otomatis kelompok sosial memiliki kepentingan yang berbeda-beda juga. Dengan adanya perbedaan kepentingan menimbulkan konflik sosial sehingga memunculkan perubahan sosial.

Bisa diambil contoh adanya konflik antar agama di Ambon. Dampak dari perubahan ini adalah terjadi segregasi atau pemisahan antara orang beragama Kristen dan Islam.

D. Adanya pemberontakan atau revolusi

Perubahan cepat yang terjadi dalam individu maupun kelompok akan berpengaruh besar terhadap masyarakat. Adanya revolusi atau pemberontakan membuat perubahan sosial terjadi. Contoh bisa kita lihat pada peristiwa jatuhnya kerajaan Rusia yang dipimpin oleh Tsar yang diganti menjadi negara sosialis oleh Lenin dan Stalin.

E. Adanya ideologi

adanya seperangkat kepercayaan, nilai, dan norma yang saling berhubungan dapat mengarah pada tujuan tertentu.

2. Faktor Eksternal

faktor eksternal perubahan sosial

faktor eksternal perubahan sosial

A. Lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia

Perubahan ini bersumber dari lingkungan alam fisik yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri seperti bencana alam. Saat terjadi bencana alam, maka masyarakat akan mengevaluasi diri menuju tempat baru yang lebih aman.

Dengan tempat baru tersebut masyarakat mulai menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang baru. Proses adaptasi tersebut memunculkan perubahan nilai-nilai yang dianut, budaya lingkungan, dan lain sebagainya.

B. Peperangan

Peperangan yang terjadi antara satu negara dengan negara yang lain menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam lembaga masyarakat maupun struktur masyarakat. Perang menyebabkan banyak perubahan seperti perang dingin antara AS dengan Uni Soviet membuat Uni Soviet pecah menjadi negara-negara baru dan dengan sistem politik maupun pemerintahan yang berbeda.

C. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

Zaman yang semakin terbuka tidak menutup masyarakat atau negara bebas melakukan interaksi dengan bangsa dan masyarakat lain. Interaksi antar 2 masyarakat ini menimbulkan kecenderungan berupa timbal balik.

Kebudayaan lain masuk melalui globalisasi dan adanya pengaruh perkembangan teknologi maupun informasi membuat kebudayaan negara lain mudah masuk. Contoh bisa dilihat pada gaya hidup anak-anak yang suka akan K-pop, gaya rambut dan berpakaian seperti orang Holywood.

Itulah penjelasan singkat dan lengkap tentang teori perubahan sosial dan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial. Dengan penjelasan info tersebut semoga bermanfaat dan bisa dijadikan pandangan kedepan tentang perubahan sosial yang baik maupun tidak. Selain itu, dengan adanya perubahan sosial diharapkan bisa menjadikan generasi yang lebih bagus dan baik lagi. Terima kasih semoga bertambah ilmunya.

Leave a Reply

Send this to a friend