Pengertian Konflik Sosial Beserta Faktor Penyebab, Jenis-Jenis dan Contohnya

Pengertian Konflik Sosial

Konflik sosial adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Secara hukum atau UU No.7 Tahun 2012, proses sosial jika dilihat secara singkat adalah adanya perseteruan fisik antara dua kelompok atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas terhadap ketidakamanan sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional maupun menghambat pembangunan nasional.

Faktor Penyebab Konflik Sosial

Pengertian Konflik Sosial dan Faktor Penyebabnya

tawuran masyarakat

Pengertian konflik sosial sudah dibahas, selanjutnya kita beralih ke penyebab terjadinya suatu konflik sosial di dalam masyarakat. Berikut adalah faktor-faktor penyebab konflik sosial, antara lain:

  1. Perbedaan Individu, dalam hal ini perbedaan yang menyangkut perasaan, pendapat, atau ide persoalan harga diri. Dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut membuat timbulnya konflik sosial.
  2. Perbedaan Kebudayaan, dalam hal ini setiap individu memiliki nilai sosial yang berbeda-beda. Jika pada perbedaan ini setiap individu tidak bisa menghargai maka hal tersebut akan terjadi konflik sosial.
  3. Perbedaan Kepentingan, dalam hal ini bisa meliputi kepentingan politik, ekonomi, maupun sosial setiap individu atau kelompok dengan tujuan yang berbeda. Sehingga seringkali dengan perbedaan-perbedaan tersebut menimbulkan konflik sosial.
  4. Perbedaan Sosial, dalam hal ini lebih kepada pengaruh keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam suatu lingkungan masyarakat. Konflik ini dapat terjadi karena ketidaksesuaian antara harapan individu atau kelompok dengan kenyataan sosial yang ada.

Jenis-Jenis Konflik Sosial

Pengertian Konflik Sosial dan Jenis-Jenisnya

demo masyarakat

Jenis-jenis konflik sosial macam-macam tergantung dari siapa yang terlibat dan dilihat dari berbagai sisi atau aspek apa saja. Hal tersebut bisa kita lihat antara lain:

Konflik berdasarkan pihak yang terlibat didalamnya, meliputi:

  1. konflik dalam individu, contoh bisa kita lihat ketika seseorang yang menyesal jadi kriminal.
  2. konflik antar individu, contoh bisa kita lihat ketika terjadi debat atau perbedaan pendapat dengan seseorang.
  3. konflik antar individu dan kelompok, contoh bisa kita lihat ketika orang asing datang ke Indonesia dengan pakaian yang terbuka tanpa tahu adat sopan di Indonesia seperti apa.
  4. konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, contoh bisa kita lihat dalam perbedaan pemahaman antara aliran NU dengan Muhammadiyah.
  5. konflik antar organisasi, contoh bisa kita lihat dalam peristiwa serangan Jepang ke Pearl Harbour membuat Amerika ikut membantu perang dalam P.D. II.
  6. konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda, contoh bisa kita lihat ketika terjadi perdebatan antara dua orang individu dalam menentukan partai mana yang paling cocok memimpin negaranya.

Konflik berdasarkan fungsinya, meliputi:

  1. konflik konstruktif, contoh bisa kita lihat dalam protes yang dilakukan tokoh Gandhi di India dalam menentang Inggris.
  2. konflik destruktif, contoh bisa kita lihat dalam peristiwa pembantaian yang dilakukan G30S/PKI dalam mengangkat ideologi komunisme.

Konflik berdasarkan posisi seseorang dalam organisasi, meliputi:

  1. konflik vertikal, contoh bisa kita lihat dalam perseteruan antara bos dan karyawan.
  2. konflik horizontal, contoh bisa kita lihat dalam perseteruan antara manajer keuangan dan manajer operasional.
  3. konflik garis staf, contoh bisa kita lihat dalam perdebatan yang terjadi antara presiden dengan menteri keuangan.
  4. konflik peran, contoh bisa kita lihat dalam anggota DPR harus menjunjung tinggi keinginan rakyat walaupun hal tersebut sulit dilakukan karena keterikatan orang tersebut terhadap interest partai.

Konflik berdasarkan dampak yang ditimbulkan, meliputi:

  1. konflik fungsional, contoh bisa kita lihat dalam persaingan antar karyawan dalam mendapatkan reward dari perusahaan.
  2. konflik disfungsional, contoh bisa kita lihat dalam peristiwa tawuran antar sekolah hanya karena kalah dalam pertandingan basket.
pengertian konflik sosial

perseteruan antara warga sekitar dengan pihak keamanan

Konflik berdasarkan sumbernya, meliputi:

  1. konflik tujuan, bisa kita lihat dalam peristiwa partai-partai saling berseteru menjatuhkan nama partai lain untuk mencapai kemenangan dalam kursi DPR.
  2. konflik peranan, bisa kita lihat dalam wanita karir yang sudah berkeluarga harus memutuskan pilihan menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir.
  3. konflik nilai, contoh bisa kita lihat dalam perseteruan antar agama yang masih sering muncul.
  4. konflik kebijakan, contoh bisa kita lihat dalam peristiwa protes buruh saat perusahaan memutuskan kebijakan pengurangan hari cuti.

Konflik berdasarkan bentuknya, meliputi:

  1. konflik realistis, contoh bisa kita lihat dalam peristiwa protes mahasiswa saat harga BBM naik.
  2. konflik non-realistis, contoh bisa kita lihat saat orang menyalahkan seseorang karena ilmu gaib. Tuduhan tersebut terjadi karena seseorang tersebut tidak dapat menjelaskan mengapa tiba-tiba menjadi kaya. Daripada mencari penjelasan yang jelas, orang menyalahkan ilmu gaib supaya orang tidak bertanya-tanya lagi.

Contoh Konflik Sosial yang Ada di Indonesia

Pengertian Konflik Sosial dan Contohnya

demo masyarakat massal

  1. Konflik antar Mahasiswa, bisa kita lihat dalam kasus aksi perampasan kaset video rekaman tawuran yang berakhir menjadi konflik antara pelajar SMAN 6 Jakarta dengan sejumlah wartawan.
  2. Konflik antar Agama, bisa kita lihat pengeboman dalam sebuah truk relawan keamanan yang terjadi di Narathiwat, melukai 3 orang. Sehari setelah kejadian itu, seorang bocah muslim berusia 2 tahun tewas akibat ditembak ketika naik motor bersama ayahnya.
  3. Konflik antara PT. Freeport Indonesia dan Papua, dimana Freeport menandatangani kontrak karya selama 30 tahun untuk penambangan tambang. Dengan tercemarnya lingkungan sekitar Papua membuat pertumpahan darah sehingga kini masyarakat harus menanggung semua resiko, baik dampak lingkungan maupun dampak sosial akibat perubahan-perubahan modernisasi yang keliru.
  4. Pembantaian warga di Mesuji Lampung, dimana bentrokan terjadi antara warga dan polisi yang dipicu oleh konflik lahan antara petani dan perusahaan perkebunan serta penyerobotan lahan pada bulan November lalu.
  5. Kisruh menjelang Pemilukada Provinsi NAD, dimana massa berkumpul di masjid Agung Darussalihin Kota Idi melakukan demo yang intinya memberi dukungan terhadap tahapan Pemilukada.
  6. UU Pengadaan Tanah harus diperjelas, dimana RUU Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum telah diberlakukan, sehingga biaya sosial (konflik) yang berpotensi muncul bisa diminimalkan.
  7. Konflik di Tanjung Priok, dimana sejumlah orang luka parah dan ringan dalam upaya penggusuran makam Mbah Priok bahkan ada yang sampai meninggal 3 orang.
  8. Usut dana kemanusiaan Poso, dimana konflik tersebut telah memakan banyak korban yang membuat pemerintah pusat mengucurkan dana sekitar Rp. 162 milyar untuk menangani berbagai kerusakan. Masyarakat sekitar meminta pemerintah mengusut kasus korupsi dana kemanusiaan untuk Poso.
  9. Konflik massal di Podo tahun 1998-2001, dimana terjadi peledakan bom, perampokan bersenjata, pembunuhan warga masyarakat, dan aparat tanpa akhir.
  10. Konflik perbatasan Timor Leste kembali mencuat, dimana wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dengan distrik (desa) Ambenu menyusul klaim dari warga Ambenu terhadap areal pertanian seluas 6 hektar.
  11. Konflik di Lampung, dimana antara suku Lampung dengan suku Bali terjadi konflik tentang kesenjangan dalam bidang ekonomi.
  12. Konflik di Papua, dimana terjadi perebutan kekuasaan dan eksistensi rasa tahu suku daerah tersebut kurang lebih terjadi 1 kali konflik setiap tahun.
  13. Konflik di Jawa Barat, dimana antara organisasi FPI dengan GMBI tahun 2017 memakan banyak kerugian material.
  14. Konflik di Jakarta, dimana munculnya penolakan yang mengatasnamakan pribumi dengan mengusir, melakukan pemerkosaan, dan pencurian terhadap etnis Cina.
  15. Konflik di Lampung Tengah, dimana antara suku Jawa dengan suku Lampung melancarkan pembakaran rumah dan pembunuhan warga sekitar.
  16. Konflik di Jawa Tengah, dimana terjadi antara petani di daerah Rembang dengan perusahaan tambang.

Itulah pembahasan mengenai pengertian konflik sosial beserta faktor penyebab, jenis-jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!

Leave a Reply

Send this to a friend