Xiaomi Anggarkan 140 Triliun Untuk Terjun Ke Bisnis Kendaraan Listrik

Xiaomi Anggarkan 140 Triliun Untuk Terjun Ke Bisnis Kendaraan Listrik

NESABAMEDIA.COMPabrikan smartphone asal Cina lainnya sedang bergerak ke industri mobil listrik, mengikuti tren raksasa teknologi yang meluncur ke tengah pasar yang sedang berubah dengan cepat itu.

Kali ini Xiaomi yang jarang terdengar ekspansi bisnisnya, langsung melakukan lompatan besar dengan masuk ke industri mobil listrik. Xiaomi dikabarkan akan menginvestasikan sebanyak USD10 miliar atau sekitar Rp140 triliun selama kurun waktu 10 tahun ke depan dalam bisnis kendaraan listrik yang baru. 

Dalam sebuah pernyataan resmi di situs perusahaan, Lei Jun, sang pendiri, petinggi dan CEO dari Xiaomi mengatakan bahwa dirinya akan berada di ujung tombak terdepan dalam bisnis baru perusahaan di industri kendaraan listrik. 

“Keputusan itu diambil setelah melalui banyak sekali masukan dan musyawarah di antara para mitra kami, dan ini akan menjadi proyek wirausaha besar terakhir dalam hidup saya,” ungkap Lei Jun. 

“Saya siap dan bersedia untuk mempertaruhkan semua reputasi pribadi saya demi memperjuangkan masa depan kendaraan listrik pintar kami. Saya bertekad memimpin tim saya untuk memperjuangkan kesuksesan kendaraan listrik buatan Xiaomi,” tambahnya.

Meskipun saat ini masih hanya menyumbang kurang dari 5 persen pada penjualan global, kendaraan listrik telah cukup menjadi perbincangan dan perdebatan di industri otomotif dengan keunggulan integrasi yang lebih dekat antara perangkat keras dan perangkat lunak, serta pendekatan baru untuk meluncurkan banyak sekali fitur-fitur menarik nantinya. 

Tesla yang telah menjadi pelopor dalam industri otomotif khususnya kendaraan listrik telah menciptakan integrasi antara otomotif dengan teknologi dalam pembaruan Over The Air yang baru-baru ini juga memperkenalkan perangkat lunak versi beta untuk teknologi self-driving kepada ribuan pelanggan mereka yang menunggu dengan penuh semangat. 

Dalam pernyataan perusahaan soal terjunnya Xiaomi ke industri kendaraan listrik, Xiaomi menjelaskan pentingnya pihak mereka untuk beradaptasi dengan masuk ke industri listrik, termasuk adanya ‘pemahaman yang mendalam’ dari layanan berbasis internet, integrasi perangkat lunak atau keras, dan jajaran produk yang telah mereka produksi (smartphone, TV, perangkat fitness, dan lainnya) dan yang paling penting adalah sumber dana yang melimpah. 

“Kendaraan listrik pintar mewakili salah satu peluang bisnis terbesar dalam dekade berikutnya dan mewakili komponen yang sangat diperlukan dari sebuah smart living,” kata Lei Jun menjelaskan. 

“Memasuki bisnis semacam ini adalah pilihan yang wajar bagi kami karena kami ingin memperluas ekosistem AIoT kami dan memenuhi misi kami untuk memungkinkan semua orang di dunia bisa menikmati kehidupan yang lebih baik melalui teknologi yang terus inovatif,” pungkasnya. 

Tags:

Leave a Reply

Send this to a friend