Xiaomi dan Samsung Kuasai Pasar India

Xiaomi dan Samsung Rajai Pasar Smartphone India

NESABAMEDIA.COMDi industri ponsel pintar, India menjadi salah satu negara utama tujuan penjualan pabrikan besar dunia. India pun menjadi barometer industri smartphone saat ini.

Pada kuartal ketiga tahun ini, jumlah penjualan smartphone di India menembus angka 50 juta, sebuah rekor baru. Padahal pada kuartal kedua, penjualanya menurun cukup drastis sebesar 51 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu, penjualan smartphone di India mengalami peningkatan sebesar 8 persen. 

Dan tidak mengejutkan lagi, Xiaomi menjadi pabrikan smartphone yang menguasai pasar India pada kuartal ketiga tahun ini. Penjualan smartphone Xiaomi di India mengalami peningkatan sebesar 9 persen (year on year). Jumlah penjualannya mencapai angka 13.1 juta unit. 

Sementara Samsung yang harus turun ke posisi ketiga pada kuartal pertama tahun ini, bisa kembali bangkit dan bertengger di posisi kedua di bawah Xiaomi. Samsung berhasil menggeser posisi yang sebelumnya ditempati oleh Vivo. Diketahui jumlah penjualan Samsung mencapai angka 10.2 juta unit. Jumlah ini meningkat sebesar 7 persen dari penjualan tahun sebelumnya yang diketahui sebanyak 9.5 juta unit.

Pasar Ponsel Pintar di India Kuartal Ketiga 2020

Pasar Ponsel Pintar di India Kuartal Ketiga 2020

Vivo sendiri meskipun telah digeser oleh Samsung, nilai penjualannya sebenarnya juga mengalami peningkatan sebanyak 19 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun lalu di kuartal ketiga, jumlah penjualan Vivo diketahui sebanyak 7.4 juta unit dan menjadi 8.8 juta unit di periode yang sama tahun ini. 

Kemudian nama pabrikan Realme, mengalami peningkatan penjualan paling banyak dibandingkan nama-nama pabrikan lainnya. Tercatat penjualannya naik 23 persen jika dibandingkan tahun lalu. 

Persaingan pasar smartphone di India ini dianggap sangat menarik di mata para pengamat teknologi. Seperti yang sudah diketahui bersama, hubungan antara Cina dan India dalam beberapa bulan terakhir cukup memanas akibat konflik di perbatasan kedua negara. Nyatanya, masalah itu tidak berdampak besar pada penjualan smartphone pabrikan asal Cina itu. 

Namun meski demikian, sejumlah pabrikan asal Cina itu juga melakukan sejumlah langkah strategi bisnis dalam menyikapi permasalahan kedua negara. Mereka mengurangi anggaran untuk pemasaran dan lebih banyak menjaga image agar mampu bertahan dan menarik perhatian para konsumen yang ada di negeri Hindustan itu. 

Leave a Reply

Send this to a friend