Xiaomi Teknologi Pengisian Cepat 120W Tidak Merusak Baterai

Xiaomi: Teknologi Pengisian Cepat 120W Tidak Merusak Baterai

NESABAMEDIA.COMDi industri smartphone Cina, pengisian cepat adalah salah satu teknologi yang paling pesat berkembang. Jadi tidak mengherankan akan muncul kabar teknologi baru setiap beberapa bulan. Dalam hal ini, Xiaomi Mi 11T Pro yang akan memasuki pasar bulan ini juga akan mendukung pengisian cepat 120W.

Xiaomi sendiri belum mengungkapkan berapa lama waktu pengisian daya perangkat. Sebagai referensi, Xiaomi Mi 10 Ultra yang diluncurkan tahun lalu yang juga mendukung pengisian cepat 120W, membutuhkan waktu 23 menit untuk mengisi penuh baterai.

Reaksi umum dari pengguna terhadap teknologi pengisian cepat seperti itu pasti akan berdampak negatif pada masa pakai baterai. Mereka juga berpikir akan ada masalah keamanan, atau keduanya. Merespon hal ini, Kepala Komunikasi Internasional dan Juru Bicara Global Xiaomi Daniel Desjarlais menjelaskan upaya perusahaan dalam teknologi pengisian cepat dan apa yang diharapkan orang di luar pasar Cina dari Xiaomi Mi 11T Pro.

Bagaimana Cara Kerja Pengisian Cepat 120W?

“Teknologi ini seperti memiliki dua saluran masuk yang berbeda untuk mengisi bensin di mobil dengan dua tangki yang terpisah. Daripada mengisi dengan kecepatan lambat tertentu hanya menggunakan satu sisi, pengguna bisa mengisi dua tangki sekaligus. Ini semua dilakukan di sisi perangkat telepon, pengisi daya yang menghasilkan tenaga 120 watt, alih-alih mencoba mengalirkannya dalam satu saluran, teknologi itu akan membaginya menjadi dua sampai empat saluran. Ini memungkinkan kami untuk meningkatkan segalanya, dan semuanya dilakukan pada 20 ampere.” kata Daniel.

Mengenai masalah daya tahan baterai, Daniel mengatakan bahwa itu akan memberikan pengalaman yang hampir sama dengan baterai ponsel tradisional lainnya. 

Dia berkata, “Ini adalah sesuatu yang telah kami uji dengan sangat, sangat berat. Umumnya, untuk tingkat pengisian daya dengan baterai yang telah kami uji, setelah 800 siklus pengisian daya, anda masih memiliki tingkat kesehatan baterai 80 persen. Sekarang, 20 persen itu mungkin terdengar seperti ‘oh wow, saya kehilangan 20 persen,’ tapi itu cukup standar di semua teknologi pengisian daya. 800 siklus, bagi kebanyakan orang, kira-kira akan menjadi dua tahun. Jadi itu cukup solid.”

Sebagai perbandingan, Apple mengklaim bahwa baterai lithium-ion iPhone “dapat mempertahankan 80% dari kapasitas aslinya selama 500 siklus pengisian penuh”. Jika data pengujian Xiaomi akurat, masa pakai baterainya harus sesuai dengan kinerja normal.

Ketika ditanya apakah menggunakan pengisi daya yang lebih lambat akan lebih meningkatkan kesehatan baterai, Daniel mengatakan bahwa “ada perbedaan yang relatif kecil antara keduanya. Tentu saja, situasi optimalnya adalah ya, menggunakan pengisi daya yang lebih lambat jika anda akan mengisi daya semalaman dan menggunakan pengisi daya cepat untuk situasi yang lebih terburu-buru.”

Keamanan

Soal safety, Daniel mengatakan ada segudang tes termasuk pengujian yang melibatkan pihak ketiga. Selain itu, perangkat itu sendiri berisi 34 fungsi perlindungan baterai yang berbeda. “Umumnya ini adalah bagian dari alasan mengapa teknologi ini diluncurkan sekarang untuk pasar global. Kami ingin memastikan bahwa kami memenuhi semua peraturan, tetapi juga sangat aman untuk semua,” jelas Daniel.

Namun, apakah benar-benar tidak ada yang salah dengan sistem pengisian seperti itu? Misalnya, dapatkah ponsel yang menggunakan metode pengisian daya yang lebih tradisional menjadi lebih tipis atau dapat menampung baterai yang lebih besar? Menurut Daniel, tidak ada efek negatifnya. Namun, pengisi daya yang sebenarnya lebih besar dari rata-rata.

Xiaomi percaya bahwa teknologi pengisian cepatnya akan terus ada, dan mungkin masih ada ruang untuk perbaikan. Misalnya, awal tahun ini, perusahaan mendemonstrasikan sistem prototipe pengisian cepat 200W. Teknologi tu mengisi baterai 4000mAh dalam 8 menit. Untuk ini Daniel hanya berkata, “Apakah ini akan datang dalam produk komersial atau tidak adalah sesuatu yang harus Anda tunggu dan lihat.”

Pertanyaan kemudian ditujukan mengenai apakah pengguna di pasar global Xiaomi akan menganggapnya sebagai nilai jual yang besar. Daniel berkata, “Bagi kami, saya pikir tujuan besar di sini adalah ada banyak orang di luar sana yang menganggap pengisian cepat sebagai fitur yang asing. Tetapi ada juga banyak orang di luar sana yang menganggap ini sebagai nilai tambah yang besar. Ini adalah sesuatu yang anda tidak benar-benar menyadari betapa baiknya itu untuk kehidupan sehari-hari anda sampai anda harus bergegas keluar pintu untuk naik taksi dalam lima menit dan telepon anda baterainya masih belum penuh terisi.”

Leave a Reply

Send this to a friend