Alasan Smartphone Flagship Android Dengan Snapdragon 8 Gen 1 Alami Panas Berlebih

Alasan Smartphone Flagship Android Dengan Snapdragon 8 Gen 1 Alami Panas Berlebih

Masalah panas berlebih, menjadi salah satu keluhan yang paling sering terdengar mengenai smartphone dengan chipset flagship terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 8 Gen 1.

Dalam diskusi para ahli dan pengguna tentang masalah panas dari chipset Snapdragon, sering disebutkan juga bahwa ketidaksempurnaan teknologi yang dimiliki Samsung menjadikannya terlalu panas. Samsung adalah yang memproduksi chipset tersebut, yang terus mendapatkan kritik karena panas yang dihasilkan terlalu berlebih.

Kenyataannya mungkin tidak begitu jelas. Bukan hanya proses 4nm Samsung yang berkontribusi pada masalah panas berlebih ini. Baik Snapdragon 8 Gen 1 dan Exynos 2200 sama-sama didasarkan pada proses 4nm Samsung, dan memiliki arsitektur yang sangat mirip, termasuk satu inti Cortex-X2 untuk kinerja yang lebih baik, tiga inti Cortex-A710, dan empat inti Cortex-A710 kecil dan A510 untuk tugas-tugas sederhana. 

Sejumlah ahli percaya bahwa masalahnya terletak pada arsitektur inti dan frekuensi yang ditingkatkan. Di antara beberapa faktor yang juga berdampak negatif pada panas berlebih, para ahli memasukkan faktor-faktor seperti desain prosesor aplikasi, komponen periferal, dan proses manufaktur. 

Mereka menyebut bahwa chipset Apple juga menggunakan desain ARM, namun itu lebih kuat dan tidak mengalami masalah dengan panas berlebih. Jelas, alasannya di sini adalah soal pengoptimalan yang baik untuk bekerja pada perangkat tertentu. Sebab Apple membuat chipset yang memang diperuntukkan produk mereka sendiri. Sementara Qualcomm dan Samsung mengembangkan chipset untuk smartphone yang diproduksi beberapa pabrikan. 

Tampaknya, di antara beberapa alasan mengapa Snapdragon 8 Gen 1 begitu rentan akan panas adalah hasil dari pekerjaan yang buruk dari pembuat smartphone itu sendiri, tidak disesuaikan dengan produk mereka. Para OEM ini menggunakan desain tanpa membuat perubahan apa pun, menempatkannya di dalam smartphone apa adanya. 

Pendapat tersebut mungkin masuk akal, namun di sisi lain juga ada MediaTek Dimensity 9000 dengan penerapan yang sama. Chipset ini menggunakan inti dan desain ARM, dirancang untuk kebutuhan produsen yang berbeda, namun tidak memiliki masalah serius dengan panas berlebih.

Lalu apakah ini kemudian berarti MediaTek Dimensity 9000 lebih baik ketimbang Snapdragon 8 Gen 1? Semuanya akan bisa disimpulkan ketika semakin banyak rentang jenis smartphone yang menggunakan chipset tersebut.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend