Huawei Kirin 1020 Chipset

Chipset Huawei HiSilicon Kirin 1020 5nm Lebih Mahal Dari A14 Bionic Milik Apple

NESABAMEDIA.COMUntuk produk terbaru dari ponsel Huawei di masa mendatang, diisukan akan menggunakan chipset Kirin 1020 SoC. Chipset tersebut dinilai lebih mahal dari A14 milik Apple, sehingga bisa mempengaruhi harga dari ponsel Huawei kedepannya. Chipset berukuran 5 nm itu juga memiliki ukuran lebih besar dari A14, namun lebih kecil dari chipset ARM SoC yang juga sedang dikembangkan oleh Apple untuk MacBook.

Sebagai informasi, pembuat chipset Kirin 1020 SoC adalah HiSilicon yang merupakan anak usaha dari Huawei. Meski demikian, HiSilicon beroperasional secara mandiri, sehingga untuk mengurangi biaya produksi bukanlah permasalahan yang besar bagi Huawei. Ini artinya, Huawei masih cukup mampu untuk membiayai produksi chipset itu, untuk kemudian disematkan pada ponsel terbaru mereka nantinya.

Justru yang lebih layak untuk diperbincangkan adalah performa chipset Kirin 1020 dibandingkan dengan chipset A14 milik Apple. Mampukan Kirin mengungguli A14? Informasi yang beredar, menyebutkan bahwa Kirin 1020 SoC menggunakan ARM 78 cores. Yang mana menjadikan chipset tersebut jauh lebih cepat dalam memproses data dibandingkan chipset A13 Bionic yang digunakan Apple saat ini.

Akan tetapi, desain dari ARM versi bawaan memiliki riwayat yang cukup buruk dalam masalah performa, jika dibandingkan chipset yang pernah diproduksi oleh Apple. Terlebih, Apple selalu menyiapkan ruangan khusus untuk komponen GPU di chipset mereka. Hal inilah yang membuat ponsel iPhone jauh lebih baik hingga 50 persen untuk masalah grafis dibandingkan ponsel Android dengan merek ternama. 

Jika melihat dari beberapa fakta yang ada di atas, memang Kirin 1020 bisa mempersempit jarak dengan chipset A14 Bionic, atau bahkan mengungguli chipset lain yang ada pada ponsel Android seperti Snapdragon 875 yang bakalan hadir. 

Namun yang pasti chipset A14 besutan Apple masih tetap memiliki performa yang mumpuni di kelasnya. Pada akhirnya kembali lagi ke masalah awal apakah ponsel terbaru buatan Huawei nantinya layak dibeli atau tidak. Secara ponsel Android yang masih terbatas dalam hal menyediakan layanan yang pas dengan pengguna, masalah keamanan masih terus menghantui dan selalu menyisakan pertanyaan tersendiri.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend