Kenali Ciri-ciri Negara Berkembang Beserta Contoh dan Penjelasannya

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa negara-negara yang ada di dunia dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok negara maju dan kelompok negara berkembang. Pengelompokkan suatu negara ke dalam kelompok negara maju atau negara berkembang didasarkan atas ukuran atau kriteria tertentu seperti tingkat ekonomi, tingkat penguasaan IPTEK, serta kualitas penduduk.

Umumnya, ciri-ciri negara maju antara lain memiliki tingkat ekonomi, IPTEK, serta kualitas penduduk yang tinggi. Sebaliknya, negara berkembang adalah negara yang memiliki tingkat ekonomi, tingkat penguasaan IPTEK, serta kualitas penduduk yang rendah.

Karenanya, negara berkembang kerap disebut juga dengan negara  berpendapatan rendah dan menengah, negara kurang maju, negara yang secara ekonomi kurang maju, atau negara tidak maju. Negara-negara  berkembang banyak terdapat di kawasan Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

Ciri-ciri Negara Berkembang

 

Suatu negara digolongkan ke dalam kelompok negara berkembang karena memiliki beberapa ciri atau karakteristik. Adapun ciri-ciri negara berkembang di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pendapatan nasional per kapita bruto kelas menengah

Ciri-ciri Negara Berkembang Adalah Pendapatan Rendah

Negara-negara berkembang umumnya memiliki pendapatan nasional per kapita bruto kelas menengah antara $1,2026 – $12,375. Pengelompokkan negara  berdasarkan tingkat pendapatan per kapita ini dilakukan oleh Bank Dunia tahun 2018.

2. Rendahnya tingkat kehidupan

Sebagian besar penduduk di negara berkembang pada umumnya memiliki tingkat kehidupan yang rendah. Hanya sebagian kecil penduduk saja yang memiliki tingkat kehidupan yang layak. Kesenjangan ekonomi antara kedua kelompok penduduk juga sangat lebar.

Rendahnya tingkat   kehidupan masyarakat di negara berkembang dapat dilihat dari tingkat pendapatan perkapita, keadaan perumahan, sarana kesehatan, tingkat pendidikan, angka kematian, tingkat harapan hidup, dan tingkat rasa putus asa masyarakatnya.

3. Rendahnya tingkat produktivitas

Rendahnya tingkat produktivitas

Rendahnya tingkat kehidupan berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas. Tingkat produkstivitas yang rendah disebabkan oleh manajemen yang kurang baik, rendahnya tingkat pendidikan, kualitas tenaga kerja yang rendah, kurangnya modal, kurangnya sumber daya alam, dan rendahnya etos kerja.

4. Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk

Hingga kini, negara-negara berkembang masih menemui kesulitan untuk menekan angka kelahiran kasar hingga di bawah 20. Hal inilah yang menyebabkan tingginya tingkat pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang. Tak mengherankan jika hampir dua per tiga dari jumlah penduduk dunia berada di negara-negara berkembang.

5. Tingginya angka ketergantungan penduduk

Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk dengan sendirinya berdampak pada semakin bertambahnya jumlah anak-anak. Hal inilah yang membuat angka ketergantungan penduduk di negara-negara berkembang juga semakin tinggi.

6. Tingginya angka pengangguran

Tingginya angka pengangguran adalah Ciri-ciri Negara Berkembang

Tingginya angka pengangguran juga merupakan salah satu ciri negara berkembang. Umumnya, bentuk pengangguran yang ada di negara-negara berkembang adalah pengangguran semu dan pengangguran terbuka.

Pengangguran semu tampak dari rendahnya produktivitas kerja meskipun mereka bekerja penuh waktu. Selain itu, pengangguran semu juga tampak dari mereka yang bekerja kurang dari apa yang dapat mereka kerjakan. Sedangkan pengangguran terbuka tampak dari banyaknya orang yang mencari pekerjaan namun tidak ada pekerjaan yang tersedia.

7. Sangat tergantung pada sektor pertanian

Negara-negara berkembang sangat bergantung pada sektor pertanian karena hampir 30% dari pendapatan nasional disumbang dari sektor pertanian. Sebaliknya di negara maju hanya 5% saja sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap pendapatan nasional.

8. Sangat tergantung pada produk primer

Sangat tergantung pada produk primer

Kegiatan ekspor negara berkembang umumnya lebih banyak dari produksi primer seperti hasil-hasil pertanian dan pertambangan dibandingkan produksi sekunder atau tersier seperti jasa, perdagangan atau industri. Hal ini merupakan kebalikan dari negara maju dimana kegiatan ekspornya lebih menitikberatkan pada produk sekunder dan tersier.

9. Ketergantungan dalam hubungan internasional

 

Sebagian besar negara-negara di dunia berstatus sebagai negara miskin dan berkembang. Agar dapat bertahan hidup, negara-negara miskin dan berkembang ini kerap meminjam dana dari negara-negara maju.

Status inilah yang menciptakan adanya kesenjangan di berbagai bidang yang sangat tajam antara negara-negara berkembang dan negara maju membuat negara-negara berkembang seolah-olah menjadi negara yang derajatnya lebih rendah dari negara maju. Dampaknya, negara-negara maju yang lebih kaya dapat mengendalikan perekonomian di negara-negara berkembang.

Ketika hal ini terjadi, maka negara-negara berkembang menjadi mudah didikte oleh negara-negara maju. Salah satu bentuk pendiktean ini adalah seringnya negara-negara maju menyandingkan syarat pinjaman dengan kondisi HAM di negara-negara berkembang. Jika kondisi HAM di suatu negara dinilai sangat memperihatinkan maka pinjaman bisa jadi ditunda atau bahkan dicabut.

Contoh Negara Berkembang

Dari ukuran-ukuran tersebut, negara-negara yang dikelompokkan ke dalam negara-negara berkembang adalah negara-negara yang berada di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Berikut adalah dua contoh negara berkembang yaitu Indonesia dan Tiongkok.

1. Indonesia

Ciri-ciri Negara Berkembang

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 diperkirakan mencapai lebih dari 270 juta jiwa. Lebih dari setengah penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa.

Adapun kepadatan penduduk Indonesia mencapai 148 jiwa per km². Sementara itu, menurut Badan Pusat Statistik, tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2017 mencapai 1,34% per tahun. Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, pemerintah mengeluarkan kebijakan Keluarga Berencana.

Di bidang ekonomi, pendapatan nasional per kapita Indonesia pada tahun 2018 mencapai US$ 3,840. Menurut ketentuan Bank Dunia tahun 2018, suatu negara dikategorikan ke dalam negara maju manakala memiliki pendapatan nasional per kapita minimal US$12,376. Adapun untuk negara berkembang, pendapatan per kapitanya antara  $1,2026 – $12,375. Dengan demikian, Indonesia termasuk negara berkembang dengan pendapatan nasional menengah ke bawah.

Sebagaimana negara-negara lain di dunia, Indonesia juga terlibat dalam berbagai lembaga internasional seperti ASEAN, PBB, APEC, AFTA, MEE, ADB, IMF, ECOSOC, World Bank, dan lain sebagainya.

2. Republik Rakyat Tiongkok

Republik Rakyat Tiongkok

Jika melihat pesatnya pembangunan di segala bidang yang dilakukan negara Tiongkok, sebagian besar orang akan mengira Tiongkok masuk ke dalam kelompok negara-negara maju. Namun, sejatinya Tiongkok masih berstatus sebagai negara berkembang.

Negara yang terletak di Asia Timur ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yaitu 1,4 milyar jiwa di tahun 2017. Sedangkan, menurut proyeksi PBB, jumlah penduduk negara Tiongkok adalah 1,43 milyar jiwa dengan pertumbuhan penduduk 0,43% di tahun 2019. Adapun kepadatan penduduk diestimasikan sebesar 145 jiwa per km².

Sebagian besar penduduk negara ini tinggal di desa-desa dan hanya sekitar 20% saja yang tinggal di kota-kota besar dan kecil. Jika Indonesia mengandalkan program Keluarga Berencana sebagai upaya menekan pertumbuhan penduduk, Tiongkok menerapkan kebijakan berupa satu keluarga satu anak yang dimulai tahun 1970an. Namun kebijakan ini kemudian dihentikan di tahun 2016.

Selain memiliki jumlah penduduk terbanyak, Tiongkok juga merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Menurut IMF, Per tahun 2018, Tiongkok merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dengan nominal GDP rata-rata mencapai US$13.5 trilyun. Untuk tahun 2019, total pendapatan yang diperoleh Tiongkok menurut IMF diperkirakan mencapai $27.331 trilyun dengan pendapatan per kapita mencapai $19,520. Sementara itu, jumlah total GDP diperkirakan mencapai 14.216 trilyun dengan jumlah pendapatan per kapita mencapai $10,153.

Republik Rakyat Tiongkok menjadi anggota PBB pada tahun 1971 dan menggantikan kedudukan negara Republik Tiongkok sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. RRT juga menjadi anggota dari beberapa lembaga internasional lainnya seperti G-20, BRICS, APEC, WTO, dan Shanghai Cooperation Organization.

Sekian pembahasan mengenai ciri-ciri serta contoh negara berkembang di dunia. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend