10 Contoh Hikayat Berbagai Tema yang Bermakna dan Penuh Pesan Moral

Hikayat pasti masih kurang familiar di telinga Anda. Hal tersebut disebabkan karena karya sastra hikayat ini memang sepi dari peminatnya. Meskipun begitu, bukan berarti hikayat tidak bagus. Hikayat mengandung banyak nasihat didalamnya. Maka dari itu, Anda harus mengetahui contoh dari hikayat. Pada artikel ini akan memberikan contoh hikayat dengan berbagai macam tema.

10 Contoh Hikayat Berbagai Tema

Berikut merupakan contoh hikayat dengan berbagai tema :

1. Hikayat Hang Tuah

Contoh Hikayat tentang Hang Tuah

Suatu hari, terdapat papsangan yang bernama Hang Mahmud dan Dang Merdu yang dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Hang Tuah. Keluarga itu tinggal pada suatu desa yang disebut dengan Sungai Duyung. Di daerah tersebut, seluruh warga mengetahui bahwasanya Raja Bintan yang merupakan pemimpin wilayah itu dikenal baik dan juga disegani oleh segenap rakyatnya.

Mahmud akhirnya berkeluh kesah didepan istrinya tersebut untuk dapat diizinkan untuk mengadu nasibnya di Bintan, pikirnya siapa tahu apabila ia disana nasibnnya akan baik. Dan setelah ia berdiskusi dengan sang istri.

Tiba malamnya Mahmud bermimpi terdapat bulan yang turun dari langit dan kemudian bersinar diatas kepala anaknya, yakni Hang Tuah. Mahmud pun terbangun dari tiduenya dan kemudian menemui anaknya dan melihat anaknya memancarkan bau yang sangat wangi. Dan pada pagi hari, keluarga itu akan mengadakan acara syukuran.

Beberapa hari kemudian, Hang Tuah ikut membantu ayahnya untuk membelah sejumlah kayu yang akan dijadikan persediaan. Dan tepat pada saat itu, datanglah sejumlah pemberontak yang berniat untuk membunuh orang yang ada di desa tersebut.

Warga desa pun berlarian dengan panik untuk menyelamatkan dirinya, akan tetapi Hang Tuah masih saja tetap sibuk untuk membelah kayu. Dari kejauhan, ibu dari Hang Tuah berteriak dengan panik dan menyuruhnya untuk pergi agar menyelamatkan diri. Tetapi, sudah terlambat dikarenakan pemberontak tersebut telah berada tepat didepannya.

Dan para pemberontak itu mencoba untuk menusuk perut Hang Tuah dengan keris, tetapi Hang Tuah berhasil menghindarinya. Kemudian ketika terdapat kesempatan, Hang Tuah mengayunkan kapak untuk membelah kayunya tepat di adas kepala pemberontak itu dan kemudian pemberontak itu pun mati.

Berita Hang Tuah yang berhasil mengalahkan seorang pemberontak pun telah tersebar di seluruh negeri. Ia pun lalu diundang kedalam istana oleh raja. Untuk suatu bentuk terimakasihnya, raja sering mengundangnya untuk dapat dapat ke istana dan kemudian menjadi seseorang yang dipercayai oleh raja.

Hal itu pasti membuat sejumlah pegawai dan juga Tumenggung merasa iri terhadapnya. Orang-orang iti itu kemudian bekerjasama dan kemudian memfitnah Hang Tuah. Seorang Tumenggung mengatakan kepada raja bahwasanya Hang Tuah sudah merencanakan pengkhianatannya terdapat kerajaan dan ia juga tengah mendekati seorang gadis yang ada di istana yang bernama Dang Setia.

Setelah mendengar itu, Raja kemudian menjadi marah dan kemudian menyuruh sejumlah pengawalnya untuk membunuh Hang Tuah. Tetapi, Allah melindunginya yang tak bersalah itu sehingga pengawal tak bisa membunuh Hang Tuah. Dikarenakan tak mau meninggalkan masalah lainnya, akhirnya Hang Tuah pun memilih untuk mengasingkan dirinya ke dalam hutan.

2. Hikayat Sri Rama Mencari Sita Dewi

hikayat

Sita Dewi yang merupakan istri dari Sri Rama menghilang tidak tahu dimana dan kemana. Dan sebagai seorang suami, ia pun pasti merasa kebingungan. Kemudian Sri Rama memutuskan untuk berjalan dan berkelana untuk mencari istrinya dengan dibantu seorang pengawal. Dan kemudian keduanya pun mencari Sita sampai ke dalam hutan.

Didalam hutan, mereka bertemu seekor burung jantan yang sangat sombong dan memiliki 4 istri. Ia pun berbicara dapat menjaga keempat istrinya, dan sedangkan Sri Rama yang menjada 1 orang istri saja tak mampu. Sri Rama merasa tersinggung ketika mendengar hal tersebut, kemudian ia berdoa ke Dewata agar burung itu tak dapat melihat istrinya. Tak lama kemudian, seekor burung itu menjadi buta.

Kemudain, Sri Rama dan juga pengawalnya berkelana lagi dan kemudian bertemu dengan hewa yaitu seekor bangau yang tengah minum tepat ditepi danau. Sri Rama pun kemudian bertanya ke bangau tersebut apakah ia melihat istrinya.

Dan bangau itu pun kemudian menjawab bahwasanya ia melihat bayang dari seorang wanita dibawa terbang oleh Maharaja Rawana. Dan Sri Rama pun merasa senang akhirnya ia bisa mendapatkan suatu petunjuk sampai ia mengabulkan permintaan seekor bangau itu yaitu dapat memanjangkan lehernya agar mudah saat minum.

Ditengah perjalanannya, Rama pun merasa haus. Dan ia melepaskan suatu anak panah yang dapat memandu pengawalnya untuk menemukan mata air. pengawal itu membawakannya ait yang setelah diminum ternyata tak enak dan airnya berbau busuk. Dan kemudian mereka menyusuri sepanjang aliran mata air tersebut dan bertemu seekor burung yang besar dan sedang sekarat, burung tersebut bernama Jentayu.

Rama kemudian bertanya kepadanya apa yang sudah terjadi. Jentayu menceritakan mengenai pertarungannya bersama Rawana, selanjutnya ia memberikan sebuah cincin milik Sita Dewi yang dilempar kepadanya sebelum jatuh ke bumi. Dikarenakan keadaannya yang sangat lemah, jentayu memberikan pesan keapda Rama untuk dapat membakarkan mayatnya ditempat yang tak dihuni oleh manusia. Dan tak lama kemudian, burung itu pun mati.

Rama pun menyuruh pengawalnya untuk mencari suatu tempat yang tak dihuni oleh manusia. Tetapi sayangnya, ia tak menemukan tempatnya. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk membakar burung tersebut ditempat itu dan kemudian nyalalah api yang begitu besar. Karena kesaktiannya tersebut, Rama tak terluka sedikitpun. Setelah api tersebut padam, Rama dan juga pengawalnya kembali untuk melanjutkan mencari istrinya.

3. Hikayat Pengembara yang Lapar

Contoh Hikayat tentang Pengembara yang Lapar

Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya.

Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang.

Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga  merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya.

Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya.

Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan.

Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi.

Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya.

Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal.

4. Hikayat Scheherezade & Raja Shahryar

Scheherezade & Raja Shahryar

Disuatu hari, terdapat seorang raja yang kejam yang bernama Shahryar. Tiap harinya, ia menikahi seorang wanita cuma untuk dibunuhnya pada keesokan harinya. Hal tersebut terjadi dikarenakan ia pernah dikhianati oleh istri pertamanya, dan ia pun melampiaskannya kepada wanita lain.

Hal itu lah yang membuat gadis muda yang ada diwalayah kerajaan itu merasa sangat ketakutan. Mereka tak mau menikah dengan raja tersebut apabila ekos harinya mereka bisa kehilangan nyawanya. Tetapi, diantara banyaknya gadis, ada seseorang gadis yang baik hati bernama Scheherezade  yang ingin untuk menyelamatkan kaum wanita didesanya. Wanita itu kemudian meminta restu dari sang ayah untuk dapat menikahi sang raja.

Awalnya, ayahnya tak menyetujui maksudnya itu. Ia tak mau kehilangan putri yang ia cintai. Tetapi Scheherezade  berhasil untuk meyakimkan sang ayah bahwa ia telah mencari suatu cara agar tak akan berakhir dengan cara mengenaskan seperti istri raja yang sebelumnya. Dengan rasa berat hatinya, ayah Scheherezade  pun menyetujui dan menikahkan putrinya itu.

Di malam hari sebelum tidur, Scheherezade  pun mengulur waktu agar raja itu tak membunuhnya dengan cara membacakan suatu dongeng. Walaupun ia dihantui dengan perasaan takut, tapi wanita itu pun mulai untuk bercerita dihadapan raja.

Dan tak disangka-sangka, raja ternyata sangat menyukai kisah yang diceritakannya dan menyimak dengan baik. Dan karena asyiknya, raja tak menyadari bahwasanya hari telah pagi dan cerita belum seesai. Dan tak disangka-sangka,  mengatakan akan melanjutkan cerita tersebut keesokan harinya dan raja yang dikenal kejam itupun menyetujuinya.

Dimalam berikutnya, Raja sangat antusias untuk mendengarkan kelanjutan dari cerita tersebut. Raja menyimak dengan seksama pa yang sudah dikatakan Scheherezade. Sampai keesokan harinya wanita tersebut pun juga belum menjalani hukumannya untuk dibunuh.

Hal tersebut berlanjut ke malam-malam berikutnya, dan tak terasa telah 1001 hari Scheherezade menceritakan dongeng kepada raja. Sampai sang raja lupa dengan hukuman mati yang ia jatuhkan kepada Scheherezade. Akhirnya, segenap keberanian dari Scheherezade pun berbuah manis, ia bisa menyelamantak wanila lain yang ada diwilayah itu. Dan tidak hanya itu, ia bisa berhasil mengubah sang raja menjadi baik dan mencintai rakyatnya itu.

 5. Hikayat Antu Ayek

Contoh Hikayat tentang Antu Ayek

Alkisah di Sumatera Selatan, terdapat suatu keluarga petani yang hidup sederhana dan tingga si sekitaran aliran sungai. Keluarga itu memiliki seorang anak wanita yang cantik bernama Juani. Tak cuma memiliki wajah yang cantik, badannya pun langsing dan membuat banyak gadis yang lain iri dengannya.

Oleh sebab itu, banyak lelaki tampan yang tertarik kepadanya dan ingin untuk meminangnya. Tetapi, tidak ada satu orang pun yang Juani terima pinangannya dikarenakan ia belum minat untuk menikah. Orang tuanya pun merasakan khawatir kalau anak mereka akan menjadi perawan tua. Tetapi, gadis tersebut dapat meyakitkan kedua orangtuanya bahwa ada pria bias yang sesuai dengan kriterianya akan datang.

Sampai pada suatu hari, daerah itu dilanda kekeringan yang menyebabkan kebin kopi tumpuan keluarganya mengalami gagal panen. Dan kemudian, ayah Juani berhutang terhadap rentenir yang kaya untuk dapat memenuhi biaya hidup sehari-hari sampai dengan panen yang selanjutnya. Dan lama kelamaan, hutang ayahnya makin menumpuk karena tak mampu membayar pada saat ditagih.

Rentenir itu pun mengatakan ia akan menganggap hutang keluarga itu lunas apabila ayah Juani bersedia untuk menikahkan anaknya itu dengan putranya. Dan Juani dengan terpaksa setuju untuk menikah dengan anak rentenir itu. Anaknya itu bernama Bujang Juandan. Walaupun menikah dengan anak yang kaya, tapi itu semua tak membuatnya merasa bahagia. Karena lelaki tersebut menderita penyakit kulit yang tak dapat disembuhkan yang ada di sekujur tubuhnya.

Pada hari pernikahananya, Juani merasa tak sanggup lagi apabila harus meneruskan acara itu. Dan dikepalanya sudah membayangkan ia akan dicemooh orang-orang karena sudah menolak sejumlah lelaki tampandan pada akhirnya ia malah menikah dengan lelaki yang berpenyakitan. Ia pun merasa putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai yang sangat dalam.

Dan beberapa saat kemudian, keluarganya menyadari yang terjadi. Tetapi semuanya talh terlambat. Keesokan harinya, mayat gadis itu ditemukan sudah tak bernyawa. Dan konon, sejak kematiannya, di sungai itu terdengan suara dari seorang gadis yang meminta tolong dan menangis.

6. Hikayat Bayan yang Budiman

Bayan yang Budiman

Alkisah di kerajaan Azzam, hiduplah seorang saudagar yang kaya raya dan telah berkeluarga yang bernama Khojan Mubarok. Keluarga itu belum lengkap karena belum mempunyai seorang anak. Walaupun begitu saudagar itu tak putus asa dan juga tak lelah memanjatkan doa agar ia segera mendapatkan anak.

Penantiannya yang panjang itu pun berakhir, karena istrinya sudah mengandung dan juga melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dan memiliki nama Khojan Maimun. Anak itu pun tumbuh menjadi seorang anak yang baik dan juga soleh. Di usianya yang sudah 15 tahun, anak itu kemudian dinikahkan dengan seseorang yang bernama Bibi Zainab, ia merupakan anak dari seorang saudagar yang kaya.

Dan pada suatu saat, Maimun meminta izin ke istrinya dengan tujuan berlayar. Dan sebelum berlayar, ia membelikan seekor burung Bayan yang berjenis kelamin jantan dan juga burung tiung yang berjenis kelamin betina. Dan ia pun berpesan ke istrinya apabila ia menghadapi suatu masalah sebaiknya ia membicarakannya kepada kedua burung tersebut.

Dan beberapa hari kemudian ketika ia sudah ditinggal suaminya, Bibi Zainab pun merasakan kesepian. Sampai pada suatu hari datang seorang anak dari raja yang jatuh hati kepada kecantikannya dan anak tersebut pun mendekatinya. lelaki itu kemudian meminta seorang perempuan tua untuk membantunya berkenalan dengan Bibi Zainab. Dan ternyata Bibi Zainab pun juga tertarik kepada lelaki tersebut dan mereka pun saling jatuh cinta.

Di suatu malam Bibi zainab pun pergi dengan anak tersebut dan ia berpamitan kepada burung tiung. Burung itu kemudian menasehatinya agar tak pergi dikarenakan hal itu melanggar aturan dan Ia juga sudah mempunyai seorang suami. Setelah mendengarkan itu, Bibi zainab pun marah dan kemudian membantingkan sangkar dari burung tersebut sehingga membuat burung tersebut mati.

Dan Bibi zainab pun melihat burung bayan yang tengah tertidur. Tetapi nyatanya burung tersebut hanya berpura-pura tidur dikarenakan apabila ia memberikan suatu jawaban yang sama, maka nyawanya juga ikut terancam.

Pada saat zainab berpamitan kepada burung bayan, maka burung tersebut mengatakan, “Kamu boleh pergi, dan bergegaslah karena anak tersebut sudah menunggumu lama. Apa yang telah kamu lakukan, aku yang akan menanggung semuanya. Apa yang dicari manusia yang ada di dunia ini selain dsri kesabaran, martabat dan juga kekayaan? Aku hanya seekor burung bayan yang sudah dicabut bulunya oleh istri pemilikku.”

Dan malam berikutnya Bibi zainab pun sering pergi untuk bertemu dengan pemuda tersebut. Di tiap kali ia berpamitan burung tersebut menceritakan suatu kisah. Dan kemudian Bibi Zainab merasa menyesal atas perbuatannya dan tak akan mengulangi perbuatannya itu lagi

7. Hikayat Putri Kemuning

Contoh Hikayat tentang Putri Kemuning

Pada suatu hari hidup seorang raja yang terkenal dengan sifatnya yang bijaksana dan adil. Raja itu memiliki 10 orang putri yang sangat cantik. Anak-anaknya memiliki nama yang berdasarkan dari nama warna, dari nama putri sulung yang pertama yaitu Putri Jambon, selanjutnya Putri Nila, Jingga, Ungu, hijau, biru, kelabu, merah merona ,oranye dan putrinya yang terakhir yaitu bernama Putri kuning.

Tetapi kebahagiaan itu pun kurang lengkap dikarenakan istrinya meninggal pada saat melahirkan Putri kuning. Dan dikarenakan sibuk mengurusi kerajaannya, Raja itu pun semakin jarang bertemu dengan putri-putrinya. Kesepuluh putrinya tersebut dirawat oleh seorang Inang pengasuh dan kemudian mereka tumbuh besar menjadi anak yang sangat manja dan selalu bertengkar. Dan dari anak-anaknya itu hanya putri bungsu yang tak pernah terlibat di pertengkaran kakak-kakaknya dan ia lebih senang ketika bermain sendiri.

Pada suatu saat Raja ingin berpergian “Ayah akan pergi tak lama lagi, apa kalian ingin sesuatu?” tanya raja tersebut. Sembilan anaknya pun sibuk menyebutkan berbagai barang mahal. Contohnya seperti kain sutra dan juga perhiasan.

Tetapi berbeda dengan saudaranya yang lain Putri kuning pun menjawab “Aku tak mau apa apa. Aku cuma ingin ayah kembali dengan sehat dan juga selamat”. Raja itu pun tersenyum kepada anaknya mendengar putrinya tersebut.

Dan selama raja tersebut pergi kelakuan dari ke-9 putrinya semakin menjadi. Mereka hanya bersenang-senang dan kemudian menyuruh para pelayannya dengan seenaknya saja. Sedangkan petir kuning merusak sangat sedih ketika melihat taman di lokasi kesayangan ayahnya menjadi kotor dikarenakan para pelayan sibuk untuk mengurusi kakak-kakaknya tersebut.

Ia kemudian membersihkan taman tersebut. Dan ketika melihat itu, kakak-kakaknya tidak membantu tetapi mengejeknya dengan mengatainya dengan sebutan seorang pelayan baru. Dan bahkan mereka pun tak segan untuk melempari Putri kuning sampah dan mengotori tempat itu. Sehingga membuat Putri kuning harus membersihkannya lagi.

Esok harinya, Raja pun pulang dan memberikan hadiah untuk anak-anaknya. Meskipun tak meminta satu barang pun, Putri kuning tetap mendapatkan sebuah hadiah, yakni sebuah kalung yang berwarna hijau dan sangat cantik. Melihat itu putri hijau pun merasa iri kepada putri kuning dan kemudian ia menghasut saudaranya tersebut dan mengatakan kalau Putri kuning mencuri kalung itu dari saku ayahnya.

Mereka pun berniat untuk memberikan suatu pelajaran terhadap Putri kuning karena sudah merampas kalung tersebut. Dan ketika merebutnya secara paksa mereka tak sengaja memukul bagian kepalanya dan kemudian menyebabkan Putri kuning meninggal dunia. Mereka semua pun panik dan kemudian menguburkan Putri kuning di taman. Dan tak ada satupun orang yang berani buka mulut tentang peristiwa tersebut.

Sudah berbulan-bulan raja tersebut mencari putri kuning, tetapi ia tak menemukannya. Dan pada suatu saat diatas pusara Putri kuning ditumbuhi suatu tanaman yang berwarna kuning dan memancarkan aroma harum. Raja tersebut merawat tanaman itu dan menamainya dengan nama Kemuning.

8. Hikayat Dua Orang Ibu

Dua Orang Ibu

Alkisah, seorang hakim pengadilan kebingungan oleh dua orang ibu yang sedang merebutkan seorang bayi. Hal tersebut disebabkan karena keduanya memiliki bukti yang sangat kuat. Hakim tersebut tak mengetahui bagaimana caranya untuk menentukan serta memutuskan siapa ibu kandung bayi tersebut. Dan pada akhirnya ia pergi ke hadapan Raja Harun Al Rasyid untuk meminta suatu bantuan agar kasus itu tak berlarut lama untuk diselesaikan.

Raja tersebut kemudian turun tangan untuk menyelesaikan masalah itu. Tetapi beliau merasa putus asa oleh kedua orang ibu tersebut. Kedua Ibu tersebut tetap keras kepala dan juga menginginkan bayi tersebut.

Selanjutnya Raja pun memanggil Abu Nawas. Abu Nawas merupakan orang yang cerdik. Ia dipanggil Raja untuk datang ke istana. Dan setelah Abu Nawas mengetahui permasalahannya, ia pun mencari cara bagaimana nasib dari bayi tersebut agar tak terlunta-lunta dan dapat bersama dengan ibu kandungnya lagi.

Esok harinya Abu Nawas pun pergi ke pengadilan dan ia membawa seorang algojo. Abu Nawas itu pun menyuruh algojo tersebut untuk meletakkan bayi yang diperebutkan tersebut ke atas suatu meja. “Apa yang sedang kamu lakukan dengan bayi itu?.” Kedua Ibu tersebut bertanya secara bersamaan.

“Nah sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku akan bertanya kepada kalian sekali lagi. Siapakah di antara kalian yang ingin atau bersedia untuk menyerahkan bayi tersebut kepada ibu kandungnya yang asli?.” begitu kata Abu Nawas.

“Tetapi bayi tersebut adalah anakku.” kedua ibu itu pun menjawab dengan serempak.

“Baik jika begitu, dikarenakan kalian berdua sama-sama ingin bayi ini maka secara terpaksa aku akan membelah bayi ini menjadi dua” jawab Abu Nawas.

Mendengar hal tersebut, ibu yang pertama merasa sangat bahagia dan langsung menyetujui saran itu. Sedangkan ibu yang kedua merasa sangat sedih dan menangis histeris dan ia pun memohon kepada Abu Nawas agar tak melakukan hal itu. “Kumohon jangan belah bayi tersebut, serahkan aja bayi tersebut kepada wanita itu. Aku merelakannya asalkan Iya bisa tetap hidup.” tangis wanita itu.

Abu Nawas sangat puas mendengar kedua jawaban dari kedua Ibu tersebut. Dengan begitu, ia segera mengetahui siapa ibu kandung dari bayi tersebut. Kemudian ia menyerahkan bayi tersebut kepada perempuan kedua, yakni ibu kandungnya.

Dan kemudian, Abu meminta pengadilan untuk menghukum wanita yang pertama atas kejahatannya. Hal tersebut disebabkan karena tak ada seorang ibu yang tega untuk melihat anaknya dibunuh terlebih dibunuh di depannya. Masalah itu pun selesai dengan baik dan akhirnya bayi tersebut bisa bersatu kembali bersama ibu kandungnya.

9. Hikayat Malim Deman dan Bidadari

Contoh Hikayat tentang Malim Deman dan Bidadari

Alkisah, hidup seorang pemuda yang sudah yatim piatu yang bernama Malim Deman. Agar ia dapat bertahan hidup, Ia pun bekerja diladang kepunyaan pamannya yang lokasinya berada di pinggir hutan. Dan tak jauh dari tempat itu terdapat suatu rumah yang dihuni seorang janda tua yang bernama Mandeh rubiah.

Wanita tersebut yaitu wanita yang baik dan juga akrab dengan malim. Ia sering memasakkan Malim makanan saat malim menjaga ladang Paman nya di malam hari. Bahkan malim juga sudah dianggap oleh wanita itu sebagai anaknya sendiri.

Dan di suatu malam Malim Deman pun merasa haus ketika ia sedang menjaga ladang Paman nya. Ia pun berniat untuk meminta air minum dan ia pun meminta ke rumah Mandeh. Sampai tepat di pekarangan, Ia pun mendengar suara sejumlah perempuan yang berada tak jauh dari kolam yang posisinya tepat di belakang pondok janda tersebut.

Malim dengan diam-diam menuju ke tempat tersebut dan ia terkejut ketika melihat 7 Bidadari tengah mandi di sana. Malim pun sangat terpesona ketika melihat kecantikan dari bidadari-bidadari tersebut.

Dan tidak jauh dari tempat Malin berdiri, ia melihat ada 7 selendang. Dan selendang tersebut milik bidadari-bidadari itu. Ia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, dan kemudian ia mengambil salah satu dari selendang milik bidadari itu. Dan iapun menyembunyikan selendang tersebut di rumah ibu angkatnya. Dan ternyata selendang yang ia ambil merupakan Bidadari bungsu.

Bidadari bungsu itu terus menangis dikarenakan tak bisa kembali ke Kayangan. Melihat hal tersebut, Malim pun kemudian mendekati dan mengajaknya untuk tinggal di rumah Mandeh. Bidadari tersebut pun kemudian diangkat oleh Mandeh sebagai anaknya.

Pada saat itu malim pun semakin sering mengunjungi rumah Mandeh dan ia menjadi sangat dekat dengan Putri tersebut. Dikarenakan sering bertemu, mereka saling jatuh jatuh cinta dan kemudian mereka menikah. Kebahagiaan mereka pun semakin bertambah ketika mereka sudah dikaruniai seorang Putra yang sangat tampan dan bernama Sultan Duano.

Tetapi kebahagiaan mereka itu tak berlangsung lama dikarenakan Malim sangat gemar berjudi. Ia juga sering tak pulang selama berhari-hari. Nasihat dari istrinya itu pun tak didengarkannya. Karena melihat kelakuan suaminya itu, putri bungsu sudah tak tahan lagi dan cuma bisa menangis dan kemudian rindu dengan rumahnya yang ada di kayangan.

Pada suatu saat ketika ia mencari barang, putri bungsu tak sengaja menumbuhkan selendang yang dicuri Malim. Putri bungsu pun dengan segera menyuruh seseorang untuk memanggil Malim dengan ancaman, jika ia masih ingin melihat anak dan istrinya berada di rumah, maka ia harus segera pulang. Dan kenyataannya malim pun tak kunjung datang.

Pada akhirnya putri bungsu memutuskan kembali ke Kayangan dan serta membawa anak lelakinya tanpa memberitahu sang suami. Sedangkan di bumi malim kembali ke rumahnya dengan perasaan yang sangat menyesal karena telah tak melihat anak dan istrinya lagi di rumah.

10. Hikayat Seorang Lelaki dan Rumah Sempit

Seorang Lelaki dan Rumah Sempit

Alkisah terdapat seorang lelaki yang datang ke rumah Abu Nawas. Pria tersebut ingin mengeluh kepadanya tentang masalah yang tengah dihadapinya. Ia pun merasakan sedih dikarenakan rumahnya sangat terasa sempit ketika ditinggali oleh banyak orang.

“Wahai Abu Nawas, Saya mempunyai seorang istri dan juga 8 orang anak tetapi rumah saya sangat sempit. Setiap harinya mereka mengeluh dan juga tidak nyaman tinggal di rumah itu. Kami pun ingin pindah dari rumah tersebut, tetapi kami tidak memiliki uang. Jadi tolonglah katakan kepadaku apa yang bisa aku lakukan,” tanyanya.

Mendengar pertanyaan lelaki yang sangat sedih tersebut, Abu Nawas pun berpikir sejenak. Dan tak berapa lama kemudian suatu ide lewat di kepalanya.

“Kamu memiliki domba di rumahmu?” Abu Nawas bertanya kepada lelaki tersebut. “Aku tidak menaiki domba maka dari itu aku tak mempunyainya.” jawab lelaki tersebut. Kemudian ketika mendengar jawabannya itu, Abu Nawas pun meminta lelaki itu untuk membeli seekor domba dan menyuruhnya agar menaruhnya di rumah.

Lelaki tersebut kemudian mengikuti usulan dari Abu Nawas dan ia pun pergi untuk membeli domba. Esok harinya, ia pun datang lagi ke rumah Abu Nawas. “Abu Nawas, bagaimana ni? Nyatanya rumahku sekarang semakin sempit dan juga berantakan”.

“Ya sudah kalau begitu kamu cobalah membeli 2 ekor domba lagi dan kamu dapat memiliharanya di rumahmu juga”. jawab Abu Nawas.

Dan kemudian pria itu itupun pergi kepasar dan juga ia membeli 2 ekor domba lagi. Tetapi hasilnya tak sesuai dengan harapannya karena rumahnya semakin terasa sempit.

Dengan sangat jengkel nya, Ia pun pergi menghadap Abu Nawas lagi untuk mengadukan masalah itu untuk yang ketiga kalinya. Ia pun menceritakan segala apa yang sudah terjadi, termasuk tentang istrinya yang menjadi marah-marah dikarenakan domba itu. Dan kemudian Abu Nawas menyarankan untuk menjualkan semua domba yang ia miliki.

Esok harinya, Abu Nawas dan lelaki tersebut bertemu lagi. Dan Abu Nawas menanyakannya “Bagaimana rumahmu sekarang? sudah merasa lega?”.

“Dan setelah aku menjual domba tersebut rumahku menjadi nyaman ketika di tinggali. istriku pun sudah tak lagi marah-marah” jawab lelaki tersebut seraya tersenyum. Dan pada akhirnya Abu Nawas bisa menyelesaikan masalah lelaki tersebut.

Demikian artikel contoh hikayat dalam berbagai tema dan juga kisah diatas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Send this to a friend