Aplikasi Sosmed Parler Diblokir

Jadi Media Provokasi, Sosmed Parler Diblokir Banyak Toko Aplikasi

NESABAMEDIA.COMPlatform media sosial Parler telah tumbuh secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan yang sangat besar itu didukung oleh visi kebebasan berpendapat yang dikemukakan pembuatnya, sebagai alternatif dari Twitter dan Facebook.

Sayangnya karena terlalu ‘bebas’ itu, aplikasi ini seringkali mendapatkan kritikan dari banyak pihak. Sebab sosial media ini malah dijadikan wadah para ekstrimis dan sejumlah teori konspirasi yang kebablasan. 

Kritikan ini semakin menjadi, setelah insiden penyerbuan Gedung Capitol di Amerika Serikat oleh kelompok ekstrimis sayap kanan dan berujung pada setidaknya lima orang meninggal dunia dalam kerusuhan itu. Apple pun meminta agar Parler untuk menerapkan kebijakan moderasi baru terkait kebebasan berpendapat mereka. Sementara Google tidak mau banyak kompromi dan langsung memblokir aplikasi sosial media Parler dari Play Store

Sebelumnya, Apple menunjukkan bukti bahwa Parler telah digunakan sebagai tempat koordinasi rencana penyerbuan Gedung Capitol dan kemudian menuntut sosial media itu untuk memperbarui kebijakan mereka. Apple juga mengancam akan memblokir Parler dari App Store jika hal itu tidak dihiraukan. 

Rupanya ancaman Apple itu benar-benar diacuhkan begitu saja oleh Parler dan akhirnya sosial media itu pun ditendang dari App Store. 

Di lain pihak, Google lebih dulu memblokir aplikasi itu dan tak lagi tersedia di Google Play Store. Google juga memberikan pernyataan seperti berikut:

“Untuk melindungi keamanan pengguna di Google Play, kebijakan lama kami mewajibkan aplikasi yang menampilkan konten yang dibuat pengguna untuk bisa memiliki kebijakan moderasi dan menghapus konten-konten berbahaya seperti unggahan yang menghasut dan berisi kekerasan. Semua pengembang aplikasi telah menyetujui persyaratan ini, dan kami telah mengingatkan Parler tentang kebijakan kami yang sudah jelas ini dalam beberapa bulan terakhir. 

Kami juga mengetahui postingan-postingan di aplikasi Parler yang berupaya melakukan hasutan dan kekerasan terkait kejadian yang sedang terjadi di Amerika Serikat. Kami menyadari bahwa mungkin ada perdebatan yang wajar tentang kebijakan konten dan bahwa mungkin sulit bagi aplikasi untuk segera menghapus semua konten yang dianggap melanggar itu.

Tapi bagi kami, untuk bisa meluncurkan aplikasi melalui Google Play, kami mewajibkan aplikasi itu untuk menerapkan moderasi yang kuat pada konten yang dianggap mengganggu. Mengingat ancaman keamanan publik yang sedang berlangsung dan mendesak ini, kami pun menangguhkan keberadaan aplikasi Parler dari Play Store hingga mereka mengatasi masalah ini.”

Google juga mengkonfirmasi bahwa penghapusan aplikasi Parler dari listing di Play Store, tidak akan berdampak pada aplikasi yang sudah terpasang di perangkat pengguna, dan versi web-nya tetap akan berfungsi seperti biasa jika diakses melalui browser seperti Chrome. 

Padahal, aplikasi Parler di Play Store telah diunduh lebih dari 5 juta kali sebelum akhirnya dihapus Google. Aplikasi itu rupanya juga telah dihapus dari app store lain yakni APK Mirror. 

Aplikasi Parler pertama kali dirilis pada tahun 2018, dan langsung menarik perhatian dan menjadi aplikasi populer di kalangan aktivis sayap kanan hingga para politisi, khususnya mereka yang telah diblokir oleh Twitter dan Facebook. Kepopulerannya semakin meningkat tajam saat pilpres Amerika pada bulan November lalu.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend