Kapan Hadirnya Komputer Windows Berkinerja Tinggi di ARM

Kapan Hadirnya Komputer Windows Berkinerja Tinggi di ARM?

NESABAMEDIA.COMMeskipun prosesor terbaru Intel generasi ke-12 dan juga AMD milik Ryzen menyediakan tenaga yang kuat, silikon M1 milik Apple yang menggunakan arsitektur ARM, jauh lebih efisien ketimbang chipset x86. Ini memungkinkan perangkat MacBook terbaru memiliki masa pakai baterai yang lebih lama dan memproduksi panas lebih sedikit. 

Tahun ini, Qualcomm menarget Intel dan AMD dengan akuisisi Nuvia mereka. Ini adalah sebuah startup kecil yang berfokus pada pembuatan chipset ARM untuk perangkat komputer. Jadi, apakah ini tanda kebangikan chipset ARM berkinerja tinggi untuk Windows? Apa artinya untuk masa depan komputasi?

Perangkat Windows berbasis ARM pertama sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012, dengan hadirnya Windows RT. Ini didesain sedemikian rupa untuk bisa berjalan pada perangkat yang ringan dan portable seperti tablet, namun sambutan yang didapat akan hadirnya teknologi ini kurang begitu baik. 

Salah satu alasannya adalah karena Windows RT berjalan pada perangkat keras dengan spesifikasi terbatas, yang umumnya kemampuannya minim dan hanya dapat berjalan pada aplikasi dari Microsoft Store, tidak seperti OS Windows 8 standar yang bisa menjalankan aplikasi x86 apa pun. 

Akhirnya, pada tahun 2015 Microsoft pun menghentikan proyek ini, dan sebagai gantinya berfokus pada Windows 10 yang berjalan pada prosesor ARM dan x86. 

Meskipun Windows RT tidak bekerja seperti yang diharapkan oleh Microsoft, OS itu masih memiliki pandangan untuk masa depan prosesor ARM. Jadi pada tahun 2016, mereka menandatangani kerjasama eksklusif dengan Qualcomm yang akan mengintegrasikan prosesor mereka dengan Windows. 

Ini adalah kabar yang baik bagi kompatibilitas OS dan chipset ARM buatan Qualcomm, yang artinya bahwa pabrikan lain seperti MediaTek tidak bisa ikut campur. Ini juga menjadi alasan kenapa Windows 11 tidak bisa menjalankan silikon M1 buatan Apple, meski sudah kompatibel dengan chipset ARM.

Apapun itu, seperti yang telah diberitakan nesabamedia.com sebelumnya, kerjasama eksklusif antara Microsoft dengan Qualcomm telah berakhir. Meski sumber informasi itu tidak menyertakan kapan tanggal berakhirnya kerjasama tersebut, diyakini ini akan terjadi dalam waktu dekat. Begitu hal tersebut terjadi, maka pabrikan chipset lainnya bisa bermitra dengan Microsoft untuk memastikan kompatibilitas dengan sistem mereka. 

Dengan Apple yang terus mendorong batas pada prosesor ARM untuk komputer, Windows masih kesulitan untuk bisa menawarkan pengalaman serupa di perangkat mereka. Memang chipset x86 terbaru dari Intel dan AMD memberikan kinerja yang bisa bersaing dan bahkan mengungguli Apple M1, namun keduanya tidak mampu menandingi efisiensi dayanya. 

Orang-orang pun berharap untuk bisa melihat chipset x86 yang lebih baik dalam waktu dekat, prosesor ARM perlahan tapi pasti terus mendapatkan daya tarik. AWS, penyedia layanan cloud terbesar dunia dan Fugaku, superkomputer tercepat di dunia saat ini juga menggunakan chipset ARM.

Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah ARM akan sepenuhnya menggantikan x86 di masa depan. Namun setidaknya kita saat ini bisa menikmati lahirnya inovasi dan persaingan keras antara kedua sistem tersebut, yang memungkinkan kita sebagai konsumen memiliki lebih banyak pilihan.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend