6 Komponen DBMS Beserta Fungsinya Masing-masing (Dibahas Lengkap)

Bagi sebagian masyarakat yang bergelut di bidang komputer ataupun teknik informatika, pasti sudah tidak asing lagi dengan penggunaan DBMS. Ya, DBMS atau singkatan dari Database Management System ini merupakan sebuah software atau sistem yang telah dirancang sedemikian rupa untuk dapat mengolah sebuah database dan menjalankan operasi terhadap data yang akan diminta oleh pengguna-penggunanya. Tujuan utama dari penggunaan DBMS ini yaitu untuk dapat menghindari kekacauan ketika kita ingin melakukan pengolahan data yang jumlah nya sangat besar.

DBMS ini juga adalah sebuah perantara antara user dengan database. Untuk dapat berinteraksi dengan DBMS, maka user juga harus memakai bahasa-bahasa database yang telah ditentukan sebelumnya. Ada dua jenis bahasa database yang bisa Anda gunakan untuk dapat berinteraksi dengan DBMS, yaitu DDL atau singkatan dari Data Definition Language dan DML atau singkatan dari Data Manipulation Language.

Komponen DBMS

DDL ini sangat berguna untuk dapat menggambarkan desain dari sebuah basis data secara menyeluruh. Anda dapat memulainya dari membuat sebuah tabel baru, mengubah tabel, dan memuat sebuah indeks. Sedangkan DML ini sangat berguna untuk Anda yang ingin memanipulasi data, mengambil data , mengubah data, dan menghapus data dari sebuah database.

DBMS memang banyak berfungsi untuk perangkat yang berguna untuk mengorganisasi sumber daya data pada sebuah perusahaan. maka dari itu ada beberapa tujuan dari penggunaan DBMS pada sebuah jaringan komputer di perusahaan yaitu :

  • DBMS bertujuan untuk agar proses akses pada data menjadi lebih cepat dan mudah.
  • DBMS bertujuan untuk menghilangkan dan mencegah inskonsistensi data dan duplikasi.
  • DBMS bertujuan untuk dapat membantu menjaga sebuah keamanan data.
  • DBMS bertujuan untuk dapat menangani sebuah data dalam jumah yang sangat besar.
  • DBMS bertujuan untuk dapat menghemat ruang pada penyimpanan data.
  • DBMS bertujuan untuk agar basis data bisa digunakan secara bersama.

Contoh-contoh dari sebuah DBMS yaitu seperti MYSQL, Oracle, dan Microsoft SQL Server. Jika kita sudah mengetahui apa itu DBMS, tujuannya dan contoh-contohnya, maka dari itu kita juga harus mengetahui apa saja komponen-komponen yang  ada pada DBMS. Berikut komponen-komponen yang ada pada DBMS atau Database Management System :

Komponen-Komponen Pada DBMS

Komponen DBMS

Biasanya DBMS ini memiliki beberapa komponen yang fungsional atau modul. Dan berikut adalah komponen-komponen yang ada pada DBMS :

1. Database Manager

Pada komponen ini yaitu dapat menyediakan sebuah interface antar data low-level yang ada pada setiap basis data dengan sebuah program aplikasi dan juga pada query yang akan diberikan ke sebuah sistem.

Secara sederhananya, Database Manager ini memiliki tugas untuk dapat menguji eksternal dan menerima query serta konseptual schema untuk dapat menentukan apakah record-redord data tersebut dibutuhkan untuk memenuhi permintaan.

2. File Manager

File Manager merupakan komponen yang dapat mengelola ruang yang ada pada disk dan juga pada sebuah struktur data yang dapat digunakan untuk merepresentasikan sebuah informasi yang telah disimpan pada sebuah disk.

Atau bisa juga dikatakan File manager dapat digunakan untuk memanipulasi penyimpanan pada file dan mengatur alokasi dari ruang penyimpanan pada sebuah disk. File manager juga sangat berperan besar dan memiliki tanggung jawab pada penyimpanan sebuah data.

3. Query Processor

Pada komponen DBMS yang satu ini, dapat berfungsi sebagai menerjemahkan sebuah perintah ke dalam bahasa query ke sebuah instruksi low-level dan dapat dimengerti oleh database manager.

4. DDL Compiler

DDL Compiler ini adalah sebuah komponen yang dapat mengkonversi berbagai perintah DDL ke dalam sebuah kumpulan tabel yang telah mengandung sebuah meta data. Sederhananya, DDL Compiler ini memiliki tugas untuk dapat merubah sebuah high level commands atau perintah tingkat tinggi yang kemudian menjadi bahasa tingkat rendah, yang akhirnya akan didapatkan kumpulan label yang telah berisi meta data.

5. DML Compiler

DML Compiler merupakan komponen yang dapat mengkonversi sebuah perintah dari DML, yang nantinya akan ditambahkan ke sebuah program aplikasi ke pemain prosedur nirmal pada bahasa induk. Dan dapat disebut juga DML Compiler ini adalah komponen dari DBMS  yang dapat merubah perintah dari DML embedded ke dalam sebuah program aplikasi pada bentuk fungsi-fungsi yang akan dipanggil ke dalam host language.

6. Dictionary Manager

Dictionary manager ini adalah sebuah komponen dari DBMS yang dapat mengatur akses dan memelihara data dictionary.

DBMS

Itulah komponen-komponen dari DBMS atau Database Management System. Pastinya dari sebuah DBMS memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan ini dapat memberikan Anda pengetahuan lebih terkait DBMS. Dan berikut kelebihan dan kekurangan dari DBMS :

Kelebihannya dari DBMS atau Database Management System yaitu :

  • DBMS dapat membantu dapat dalam menetapkan standarisasi.
  • DBMS dapat menjaga sebuah keamanan.
  • DBMS dapat meningkatkan pada pemeliharaan data.
  • DBMS dapat meningkatkan sebuah konkurensi.
  • DBMS dapat digunakan untuk Backup.
  • DBMS dapat memperbaiki sebuah integritas data.
  • DBMS dapat memberikan data-data yang konsisten.
  • User DBMS dapat memakau data secara bersamaan.

Sedangkan kekurangan dari DBMS yaitu :

  • Penggunaan dari sebuah DBMS dinilai cukup rumit.
  • Untuk dapat menggunakan DBMS akan dikenakan biaya yang cukup mahal.
  • Pada sebuah DBMS, akan memiliki kompleksitas yang dinilai cukup besar.
  • Dan yang terakhir, kekurangan dari DBMS yaitu apabila performanya menurun, maka akan mengakibatkan kegagalan yang lebih besar lagi.

Demikianlah dari penjelasan-penjelasan menenai komponen-komponen dari sebuah Database Management System. Semoga dengan adanya artikel ini Anda memiliki wawasan yang lebih lagi terkait dengan DBMS.

Leave a Reply

Send this to a friend