Fitur Perangkat Microsoft HoloLens 2

Microsoft HoloLens 2 Bawa Browser Edge Chromium dan Interaksi Lebih Canggih

NESABAMEDIA.COMMeski perangkat seperti Facebook Oculus atau HTC Vive memiliki cukup banyak pasar dan menarik perhatian para konsumen, namun teknologi yang mereka tawarkan masih cenderung digunakan untuk kebutuhan hiburan, seperti gaming.

Sebaliknya, platform HoloLens milik Microsoft didesain untuk fokus dalam kegiatan bisnis dan ekosistem perusahaan. Hal tersebut semakin ditingkatkan seperti yang diketahui melalui versi pratinjau Insider untuk HoloLens, yang membawa browser Edge ke dalamnya. 

Berbeda dengan Oculus atau Vive, Microsoft HoloLens dipromosikan untuk beragam pekerjaan yang didukung teknologi AR dan kebutuhan hiburan hanya sebagai fokus kedua. Mengingat orang-orang saat ini lebih banyak mengerjakan tugas mereka di Web, sudah sepantasnya jika Windows Holographic ini juga mendukung platform Web Microsoft sendiri. Awalnya yang digunakan adalah Edge versi lama yang berbasis HTML, namun kini Microsoft telah menghadirkan Edge versi baru yang berbasis Chromium ke platform tersebut.

Pada versi pratinjau Insider terbaru, browser Edge yang baru akan terpasang sebagai aplikasi bawaan. Sementara versi Edge yang lama masih tersedia di perangkat HoloLens, dan bisa dijadikan sebagai aplikasi default jika diinginkan.

Menariknya, Microsoft mengatakan bahwa Edge Chromium ini sebenarnya adalah versi Win32 yang biasa digunakan di perangkat desktop, namun dengan dukungang lapisan kompatibilitas Universal Windows Platform (UWP), dan memiliki implikasi yang praktis bagi pengguna HoloLens 2.

Microsoft menekankan bahwa masih ada sejumlah fitur yang mungkin belum tersedia karena versi dari browser Edge yang terpasang di HoloLens itu bukanlah versi aplikasi UWP. Misalnya seperti dukungan WebXR dan Microsoft Teams berbasis web, masih belum tersedia dan dijanjikan akan hadir di perangkat itu secepatnya. Aplikasi lainnya seperti print, mungkin tidak akan pernah tersedia nantinya. 

Dalam versi pratinjau itu juga ditambahkan sebuah input baru yang berpotensi menjadi sebuah metode yang lebih memudahkan untuk menggunakan teknologi AR. Menggeser dan mengetik nantinya tidak akan menjadi kegiatan yang membosankan, dibandingkan harus mengetik ke tombol keyboard dengan jari.

Meski demikian, Microsoft memperingatkan bahwa penggunaanya juga tidak akan sama mudahnya dengan menggunakan smartphone, karena keterbatasan masalah haptic feedback dan oleh karenanya, perlu beberapa waktu untuk belajar agar terbiasa.

Leave a Reply

Send this to a friend