• Our Partners:

Pengacara Elon Musk Mengatakan Twitter Tidak Mematuhi Aturan

Pengacara Elon Musk Mengatakan Twitter Tidak Mematuhi Aturan

NESABAMEDIA.COM – Pengacara dari Elon Musk diketahui telah mengajukan sebuah surat kepada Delaware Chancery Court, di mana menyatakan bahwa Twitter tidak mematuhi aturan selama proses praperadilan dan meminta agar perusahaan terpaksa harus mematuhi perintah, Rabu (27/7).

Surat yang diberikan untuk Kanselir Kathaleen McCormick nantinya akan memutuskan, apakah Elon Musk dapat memutuskan kontrak yang telah disetujui, atau sebaliknya. Diketahui, perseteruan Elon dan Twitter terkait pembelian platform tersebut senilai $44 Miliar USD.

Jadwal praperadilan sendiri memang belum memiliki titik terang, tim dari Elon Musk meminta agar proses ini setidaknya ditunda hingga Februari 2023 nanti. Namun, dari surat yang diberikan menunjukkan bahwa tim Elon ingin agar jadwal persidangan diadakan pada 17 Oktober 2022.

Proses bisa dikatakan lebih cepat ini, nampaknya menanggapi dari permintaan Twitter atas tindakan persidangan yang dijadwalkan lebih cepat. Minggu lalu, McCornick memutuskan persidangan akan dimulai pada Oktober mendatang, sejalan dengan permintaan Twitter yang ingin proses ini dipercepat.

Twitter memiliki alasan tersendiri, mengenai bagaimana mereka tidak menanggapi aturan yang menyatakan bahwa persidangan dapat dilakukan pada 2023 mendatang. Perusahaan mengaku bahwa kejahatan yang dilakukan Elon secara langsung akan merugikan perusahaan, karena masalah Merger dan perjanjian Elon yang tidak ditepati.

Twitter bermaksud akan Elon tetap memegang janjinya, bahwa akan membeli platform kenamaan tersebut sesuai kesepakatan kedua belah pihak, yaitu $44 Miliar USD. Namun, hingga denda yang berlaku, diperkirakan Elon harus membayar setidaknya hingga $54,20 untuk masing-masing saham.

Beberapa waktu yang lalu, tim Elon Musk diketahui telah membuat permintaan kepada pengadilan untuk setidaknya menunda proses ini hingga 2023. Dengan optimis, tim Elon Musk mendapatkan persetujuan tersebut.

Namun, pada akhirnya McCormick memberikan pernyataan bahwa proses ini bisa dimulai pada Oktober mendatang. Serta, memberikan informasi kepada pengacara masing-masing pihak untuk dapat langsung melakukan persiapan bukti dipengadilan nanti.

Tim Elon Musk menambahkan pernyataan mereka, mengenai tim Twitter yang masih belum memberikan tanggapan mereka. Menurut pengacara Elon, Twitter sengaja ingin menunda kasus ini untuk diadili, karena mereka terlihat sedang berusaha untuk menunda waktu.

“Upaya para terdakwa memastikan agar setidaknya kasus ini berlaku mulai Oktober, namun Twitter belum memberikan balasan mereka, memperlihatkan bahwa mereka menunda waktu sebanyak mungkin,” kata McCormick, Selasa (26/7).

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend