Pengertian Gunung Meletus Beserta Penyebab, Dampak dan Proses Terjadinya

Pengertian Gunung Meletus

Gunung meletus merupakan salah satu bencana alam yang terjadi ketika material panas dari dalam bumi keluar dari gunung berapi. Gunung berapi sendiri merupakan permukaan bumi yang memiliki sistem saluran fluida panas di dalamnya, dimana saluran ini akan bermuara ke bagian ruang magma atau dapur magma. Letusan gunung berapi akan menghasilkan material panas berupa lava, bebatuan, abu, dan gas-gas alam.

Penyebab Gunung Meletus

Pengertian Gunung Meletus dan Penyebabnya

Setelah mengetahui pengertian gunung meletus, sekarang kita akan belajar mengapa gunung meletus bisa terjadi. Secara umum, terjadinya gunung meletus disebabkan oleh adanya ruang magma di bawah permukaan bumi. Kondisi di dalam ruang magma ini bisa dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas di sekitarnya, bisa dari atas, bawah, maupun dari dalam ruang magma itu sendiri.

Ketika aktivitas-aktivitas tersebut membuat tekanan di dalam ruang magma meningkat, magma akan terdorong keluar menembus permukaan bumi, hingga terjadilah proses yang kita sebut sebagai letusan gunung berapi.

Sampai di sini kamu mungkin penasaran kira-kira apa saja ya aktivitas-aktivitas di dalam gunung berapi yang dapat menyebabkan gunung meletus? Untuk selengkapnya mengenai proses terjadinya gunung meletus, yuk kita sama-sama simak penjelasan berikut ini.

Proses Terjadinya Gunung Meletus

Dilihat dari bentuknya, kita dapat menemui berbagai jenis gunung berapi, ada yang berbentuk perisai, ada yang bentuknya seperti corong, dan ada pula yang berbentuk kerucut. Meskipun memiliki perbedaan struktur penampilan, pada dasarnya setiap gunung meletus memiliki proses yang sama.

1. Terbentuknya Magma

Agar dapat memahami proses terjadinya gunung meletus secara mendalam, sebelumnya kamu perlu tahu struktur bumi. Jadi, bumi yang kita pijaki ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu litosfer, mantel, dan inti bumi. Lapisan terluar atau yang paling atas adalah litosfer.

Litosfer terdiri dari mantel atas dan kerak bumi. Litosfer memiliki ketebalan antara 10-100 km, tergantung wilayahnya. Kalau di lautan, ketebalannya mungkin hanya sekitar 10 km, sedangkan di pegunungan ketebalannya bisa mencapai 100 km. Lapisan litosfer ini cukup dingin dan kaku.

Di bawah kerak bumi, terdapat lapisan terbesar dari bumi, yaitu mantel bumi. Mantel bumi memiliki volume sekitar 83,2 persen dari volume keseluruhan bumi dan massa 67,8 persen dari massa keseluruhan bumi. Mantel bumi terdiri dari empat bagian, yaitu mantel atas, zona transisi, mantel bawah, dan batas inti mantel.

Dan di wilayah mantel inilah, tekanan dan suhu berbeda signifikan dibanding dengan kerak bumi, dimana tekanan akan meningkat dan suhu dapat naik hingga 1000 ° C. Tekanan dan suku yang sangat ekstrem inilah yang membuat bebatuan di dalam mantel meleleh dan menjadi cairan. Nah, bebatuan yang meleleh ini yang kita sebut dengan magma.

2. Terbentuknya Ruang Magma

Karena magma memiliki struktur yang kurang padat dibanding bebatuan di sekitarnya, magma ini naik ke permukaan dengan mencari celah- celah yang ada di bagian mantel.  Nah, magma yang berhasil lolos akan terkumpul di ruang magma.

Magma yang memiliki tekanan kuat dapat menembus permukaan hingga terjadinya proses yang kita sebut gunung meletus. Tekanan magma akan berbanding lurus dengan suhu magma dan akan berbanding terbalik dengan ukuran saluran ruang magma. Apabila suhu meningkat, maka tekanan magma juga akan meningkat. Dan semakin sempit saluran ruang magma, maka tekanan magma juga akan semakin besar.

3. Terjadinya Gunung Meletus

Pengertian Gunung Meletus Beserta Proses Terjadinya

Secara umum, terjadinya gunung meletus bisa terjadi karena aktivitas di atas, di bawah, atau di dalam magma itu sendiri.

  • Gunung meletus yang dipicu oleh aktivitas di bawah magma disebabkan oleh lokasi ruang magma yang berada di zona subduksi, daerah dimana lempeng-lempeng bertemu. Tubrukkan antar lempeng menyebabkan masuknya batuan cair baru ke dalam ruang magma. Hal ini menyebabkan volume magma semakin meningkat dan tekanan di dalam ruang magma semakin kuat. Apabila ruang magma sudah tidak mampu menahan tekanan, maka terjadilah peristiwa gunung meletus.
  • Aktivitas di atas ruang magma juga dapat memicu terjadinya gunung meletus. Aktivitas yang dimaksud misalkan seperti penurunan kerapatan bebatuan yang menutupi gunung berapi. Penurunan kerapatan ini menyebabkan bebatuan penutup tersebut melunak. Nah, ketika bebatuan sudah tidak dapat menahan tekanan yang ada di dalam ruang magma, maka magma akan menembus keluar hingga terjadilah erupsi gunung berapi.
  • Di dalam ruang magma sendiri juga dapat menimbulkan gunung meletus. Hal tersebut terjadi akibat bertambahnya tekanan di dalam ruang magma. Naiknya tekanan bisa disebabkan oleh kristalisasi bebatuan yang menyebabkan bebatuan tersebut lebih padat dan keras.Karena lebih berat dibanding bebatuan di sekitarnya, bebatuan padat tersebut akan turun ke dasar ruang magma. Hal ini mengakibatkan sisa magma naik ke atas. Naiknya magma ini yang memicu bertambahnya tekanan di dalam ruang magma.

Saat keluar dari permukaan bumi, magma akan menghasilkan lava, abu, dan batuan vulkanik. Letusan gunung berapi pun terbagi menjadi dua, letusan yang bersifat eksplosif dan yang tidak eksplosif. Sifat letusan gunung berapi bergantung pada komposisi magmanya. Apabila magma tipis dan berair, maka gas yang ada di dalam akan keluar dengan mudah.

Akan tetapi apabila magma tebal dan lengket, gas akan sulit untuk dikeluarkan dari ruang magma. Oleh karena itu, tekanan akan semakin meningkat. Tingginya tekanan ini yang membuat gunung meletus disertai dengan ledakan (eksplosif). Dalam kasus letusan yang bersifat eksplosif, magma keluar dengan ledakan dan pecah menjadi potongan-potongan batuan atau yang dikenal sebagai tefra.

Dampak Letusan Gunung

Letusan gunung berapi dapat memberikan dampak negatif maupun dapat positif, meski sebenarnya lebih condong ke negatif. Berikut ini merupakan dampak negatif dan positif letusan gunung berapi.

A. Dampak Negatif

Dampak Letusan Gunung

1. Gempa Bumi

Biasanya gunung meletus juga akan disertai gempa bumi. Semakin besar kekuatan gempa, maka jangkauannya juga akan semakin luas. Dan akibatnya, kerugian yang ditimbulkan juga semakin banyak.

2. Menghancurkan Kehidupan di Sekitarnya

Letusan gunung akan menghasilkan lahar, awan, dan abu panas. Lahar, awan, dan abu panas ini akan menghancurkan tanaman di sekitarnya. Dan yang lebih membahayakan yaitu ketika terdapat pemukiman penduduk, sehingga dapat menimbulkan kerugian harta-benda atau bahkan korban jiwa.

3. Menganggu Kesehatan Manusia

Abu vulkanik yang dihasilkan erupsi gunung dapat mengganggu pernapasan dan iritasi mata. Erupsi gunung juga menghasilkan unsur logam berupa silica yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Selain itu, gunung meletus juga mengeluarkan gas karbon monoksida (CO) yang apabila terhirup dalam kadar tinggi dapat menyebabkan seseorang meninggal.

4. Pemanasan Global

Erupsi gunung berapi akan disertai pelepasan karbon dioksida (CO2) dalam kadar yang sangat tinggi, sekitar 100-300 juta ton setiap tahun. Pelepasan CO2 dengan kadar yang sangat tinggi ini dapat memberikan sumbangsih terhadap pemanasan global.

B. Dampak Positif

Pengertian Gunung Meletus dan Dampaknya

  • Abu vulkanik yang telah dingin mengandung garam mineral yang dapat menyuburkan tanah
  • Menghasilkan material vulkanik yang dapat dijual oleh penduduk sekitar
  • Munculnya mata air yang mengandung mineral
  • Menghasilkan sumber air panas yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata

Mungkin sekian artikel mengenai pengertian gunung meletus. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman dalam belajar dan memahami peristiwa gunung meletus.

Leave a Reply

Send this to a friend