Pengertian Hipotesis Beserta Manfaat, Macam-Macam dan Contoh Hipotesis

Pengertian Hipotesis

Kita semua tentu pernah melakukan penelitian dan tak asing lagi mendengar istilah hipotesis. Di dalam penelitian, hal pertama yang kita lakukan adalah merumuskan suatu masalah, setelah itu barulah membuat hipotesis. Atau Anda bisa melihat cuaca pada aplikasi di smartphone, dari sana Anda bisa mengetahui perkiraan cuaca untuk hari ini ataupun besok dengan menggunakan hipotesis dan pemikiran manusia, lalu apa itu hipotesis?

Hipotesis berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu Hypo dan Thesis. Hypo artinya di bawah, dan thesis artinya pendirian, opini yang ditegakkan, kepastian. Jika diartikan maka pedapat yang masih diragukan kebenarannya.

Hipotesis adalah dugaan sementara dari suatu rumusan masalah yang harus dibuktikan lagi kebenarannya. Untuk membuktikan kebenarannya, seorang peneliti harus melakukan penelitian atau percobaan. Jika telah teruji kebenaran dari sebuah hipotesis maka hipotesis tersebut telah berubah menjadi teori.

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Pengertian Hipotesis adalah

1. Zikmund

Menurut Zikmund, hipotesis adalah premis atau asumsi yang belum benar dan masih bersifat tentatif menggambarkan fakta ataupun fenomena serta jawaban yang memungkinkan atas pertanyaan-pertanyaan suatu riset penelitian.

2. Kerlinger

Menurut Kerlinger, hipotesis adalah suatu afirmasi berupa dugaan hubungan dua variabel atau lebih.

3. Prof. Dr. S. Nasution

Menurut Prof. Dr. S. Nasution, hipotesis adalah anggapan terhadap sesuatu yang kita lihat dengan upaya untuk memahaminya.

4. Mundilarso

Menurut Mundilarso, hipotesis adalah pernyataan yang tingkat kebenarannya rendah dan masih harus diuji dengan menggunakan metode tertentu.

Hipotesis dinyatakan dalam teori, asumsi, pengalaman pribadi ataupun orang lain, kesimpulannya masih sangat awal. Hipotesis adalah suatu pernyataan populasi yang akan dibuktikan kebenarannya melalui sampel dari data atau informasi yang ada.

Manfaat Hipotesis

Hipotesis digunakan dalam suatu penelitian karena memiliki kegunaan bagi setiap orang. Berikut ini adalah manfaat hipotesis dalam penelitian.

  1. Menerangkan suatu masalah penelitian.
  2. Menentukan arah penelitian.
  3. Membuat kerangka analisa untuk membuat kesimpulan penelitian.
  4. Menjelaskan beberapa variabel yang akan diuji.
  5. Panduan untuk menentukan metode analisa data.

Macam-Macam Hipotesis

Macam-Macam Hipotesis

Berikut ini adalah macam-macam hipotesis yang dibedakan menurut jenisnya.

1. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian adalah sebuah dugaan yang tidak membutuhkan uji statistika, karena tujuan dari hipotesis ini adalah untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang sedang diteliti. Hipotesis penelitian ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis dekriptif adalah jawaban atau dugaan sementara terhadap sampel dalam suatu komunitas yang di dalamnya terdapat beberapa kategori yang berbeda.

b. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif adalah sebuah dugaan sementara pada suatu rumusan masalah yang mempersoalkan tentang komparasi (pebandingan) antara dua sampel atau lebih. Hipotesis kompratif dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Komparasi related (berpasangan) dalam dua sampel atau lebih (k sampel).
  • Komparasi independen dalam dua sampel atau lebih (k sampel).

c. Hipotesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif adalah sebuah dugaan sementara tehadap asosiasi (hubungan) antar dua variabel atau lebih dalam suatu penelitian.

2. Hipotesis Statisika

Hipotesis statistika adalah dugaan yang digunakan untuk pengujian analisis dengan menggunakan sebagian data dari keseluruhan data yang ada. Dengan begitu, hipotesis yang digunakan adalah metode statistika inferensial.

Statistika inferensial adalah metode statistik yang digunakan untuk menganalisa data sampel yang hasilnya akan digeneralisasikan pada populasi dimana sampel tersebut diambil. Hipotesis ini bisa memakai dua variabel atau lebil. Hipotesis statistika dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Hipotesis nol atau kosong, yaitu menerangkan tidak adanya perbedaan antar variabel.
  • Hipotesis alternatif, yaitu menerangkan bahwa ada pengaruh hubungan antar variabel

Contoh Hipotesis

Contoh hipotesis

Untuk lebih memahami beberapa jenis hipotesis di atas, kita memerlukan contoh. Berikut ini akan dijelaskan contoh dari jenis-jenis hipotesis tersebut.

1. Hipotesis Deskriptif

Contoh:

Seorang penyidik ingin meneliti apakah bakso di rumah makan Bintang terbuat dari daging tikus atau tidak. Maka peneliti dapat membuat sebuah rumusan masalah seperti berikut ini: Apakah bakso di rumah makan Bintang terbuat dari daging tikus?

Dari penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel tunggal yakni bakso di rumah makan Bintang, maka hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif. Ada dua opsi hipotesis yang dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan teori yang digunakannya, yaitu:

HO: Bakso di rumah makan Bintang terbuat dari daging tikus, atau

H1: Bakso di rumah makan Bintang tidak terbuat dari daging tikus.

2. Hipotesis Komparatif

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana IP mahasiswa aktif organisasi dan mahasiswa yang kuliah saja. Apakah memiliki nilai yang sama atau tidak. Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti berikut, “Apakah mahasiswa yang mengikuti banyak organisasi dan mahasiswa yang kuliah saja memiliki IP yang sama?”

Dalam peneilitian ini terdapat penelitian ganda, yaitu mahasiswa dengan banyak organisasi dan mahasiswa tanpa organisasi.

HO: Mahasiswa aktif organisasi memiliki IP yang sama dengan mahasiswa tanpa organisasi.

H1: Mahasiswa aktif organisasi tidak memiliki IP yang sama dengan mahasiswa tanpa organisasi.

3. Hipotesis Asosiatif

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah novel berjudul “Dilan 1990” memengaruhi tingkat membaca anak remaja.

Maka peneliti dapat menulis rumusan masalah seperti berikut: “Apakah novel berjudul “Dilan 1990” memengaruhi tingkat membaca anak remaja.?”

Penelitian ini menggunakan variabel ganda. Variabel pertama ialah sinetron berjudul “Anak Jalanan”, sedangkan variabel kedua ialah tingkat membaca anak remaja.

Karena rumusan masalah mempersoalkan tentang hubungan antara dua variabel, maka hipotesis yang digunakan ialah hipotesis asosiatif. Ada dua opsi hipotesis yang dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan teori yang ia gunakan, yaitu,

HO: Novel berjudul “Dilan 1990” memengaruhi tingkat membaca anak remaja.

H1: Novel berjudul “Dilan 1990” tidak memengaruhi tingkat membaca anak remaja.

4. Hipotesis Statistika

Contoh:

HO: Tidak ada hubungan antara tinggi badan dan keterampilan siswa membaca puisi.

H1: Ada hubungan antara minat siswa belajar dengan cara guru menjelaskan materi.

Sekian penjelasan mengenai pengertian hipotesis, manfaat, macam-macam serta contoh hipotesis. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend