Kenali Pengertian Irama, Ritme, Rima, Birama dan Nada dalam Musik

Pengertian Irama

Irama adalah sebuah kata yang digunakan untuk menunjukkan tinggi rendah sebuah nada. Irama memiliki fungsi yang sangat penting, karena irama digunakan untuk menentukan ketukan dalam sebuah lagu. Irama mampu untuk memberikan karakter dalam semua musik. Bisa disimpulkan bahwa karakter sebuah musik akan terpancar dari iramanya.

Irama juga bisa diartikan sebagai bunyi teratur yang memiliki pola tertentu. Pola ini sudah pasti dimiliki oleh sebuah lagu. Tidak hanya dalam lagu, irama sangat penting bagi sesuatu yang memiliki nada. Misalnya saja dalam musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi adalah sebuah kegiatan membaca puisi yang disettai dengan bunyi tertentu. Irama akan memberikan penghayatan yang lebih dalam kegiatan yang satu ini.

Birama dan tempo adalah dua hal yang memiliki keterkaitan kuat dengan sebuah irama. Contoh dari karakter yang dimunculkan oleh irama ada di dalam puisi yang dihasilkan oleh Chairil Anwar. Dalam membacakan puisinya, Chairil Anwar memiliki irama yang cepat dan menggunakan birama 4/4. Efek atau penghayatan yang dipancarkan adalah penuh semangat dan menggebu-gebu.

Sangat penting untuk menentukan irama setelah menetapkan apa lirik lagu atau puisi yang akan digunakan. Jika lirik mengandung semangat atau motivasi, maka akan lebih baik apabila menggunakan irama yang juga bersemangat. Sebaliknya, kalau memiliki lirik yang sedih maka lebih baik menggunakan irama yang sendu.

Pengertian Ritme

Banyak orang yang mengartikan bahwa ritme sama artinya dengan irama. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Ritme berasal dari kata rhythmos yang artinya ukuran dari gerakan simetris.

Jika irama akan membentuk karakter dalam sebuah lagu, maka ritme akan membentuk gerakan dalam sebuah lagu. Ada ritme yang memiliki ketukan kuat dan ada pula yang pendek. Sebuah musik biasanya memiliki ritme yang berbeda-beda agar bisa menghasilkan paduan yang harmonis.

Ritme juga bisa diartikan sebagai sebuah rangkai gerakan yang beraturan dan menjadi salah satu unsur dasar dalam sebuah musik. Ada setidaknya 6 ritme yang harus diketahui, yakni ritmis, metris, poliponi, singkup, resultant dan juga rhapsodik. Ritme ritmis adalah ritme yang tidak memiliki ikatan pada ketukan, sedangkan metris harus sesuai dengan ketukan atau on beat.

Ritme singkup contohnya ada di permainan gambang calung banyumasan dan ritme resultant contohnya adalah gender Jawa. Ritme poliponi adalah gabungan dari beragam ritme, misalnya saja permianan hadroh. Yang terakhir, ritme rhapsodik memiliki susunan yang rapi namun bebas. Contoh utama dari ritme rhapsodik adalah gamelan kebyar.

Pengertian Rima

Rima adalah pengulangan bunyi dalam sebuah rangkaian kalimat. Biasanya, rima lebih sering digunakan dalam menciptakan puisi dibandingkan sebuah lagu. Ada dua jenis rima, yakni rima kata dan rima baris.

Yang dimaksud dengan rima kata adalah pengulangan kata yang digunakan dalam baris dan juga sajak. Ada kata yang diulang sepenuhnya dan ada pula yang diulang hanya bagian belakangnya saja. Contoh rima kata pengulangan di bagian belakang saja adalah sayur mayur dan lauk pauk. Sedangkan contoh rima kata yang diulang seluruhnya adalah berakit-rakit dan mendesir-desir.

Jenis rima yang kedua adalah rima baris. Rima baris adalah sebuah pengulangan kata yang dilakukan antara baris satu dengan yang lainnya. Apabila ada puisi 2 baris atau disticond dan puisi 4 bari atau Quatren, maka bisa dilakukan rima baris. Tapi rima baris lebih sering digunakan dalam quatren. Contohnya adalah:


Alam bercuaca

Di Muara Jaya

Sangat bercahaya

Bagai Purnama

Contoh quatren diatas menunjukkan rima baris a-a-a-a.

Selain kedua pembagian diatas, ada beberapa tipe rima. Yang pertama adalah rima akhir sempurna, rima akhir tidak sempurna, rima akhir ganda, rima akhir ganda tidak sempurna dan rima awal. Sedangkan untuk jenisnya, rima dibagi menjadi dua bagian yakni rima akhir dan rima datar.

Pengertian Birama

Birama adalah salah satu unsur seni musik yang berbentuk ketukan atau sebuah ayunan berulang-ulang. Biasanya birama dilakukan secara teratur dalam waktu yang sama. Birama ditulis dalam bentuk pecahan agar lebih mudah untuk dibaca. Umumnya, birama yang biasa digunakan adalah birama 2/4, ¾ hingga 4/4. Bagian per atau / pada sebuah birama menunjukkan berapa banyak nilai nada yang ada dalam satu ketukan.

Apabila penyebut yang ada dalam sebuah birama adalah angka ganjil, maka birama tersebut dinamakan birama ternair. Tapi kalau penyebutnya adalah angka genap, maka disebut dengan birama bainar. Selain untuk ketukan, birama juga bisa berfungsi sebagai sebuah tanda yang digunakan untuk menujukkan jumlah ketukan dalam satu ruas birama. Apa itu ruas birama? Ruas birama adalah bagian yang dibatasi oleh sebuah garis birama.

Selain garis birama, garis paranada juga bisa digunakan sebagai pemisah ruas birama yang satu dengan lainnya. Garis birama dibagi menjadi dua, yaitu garis birama tunggal dan ganda. Garis birama tunggal memiliki fungsi untuk membatasi antara birama, sedangkan yang ganda memiliki fungsi untuk menutup sebuah lagu.

Untur waktu yang ada dalam birama akan ditandai dengan hitungan. Birama juga bisa berisi bagian kosong yang tidak berbunyi, tapi bagian ini akan tetap dihitung dalam ketukan. Selain itu, Anda juga harus mengetahui tentang dua fungsi birama. Fungsi birama yang pertama adalah fungsi musikal dan yang kedua adalah fungsi simbol. Fungsi musikal memiliki tugas untuk membangun irama antara satu dan yang lainnya sehingga bisa membentuk birama. Sedangkan fungsi simbol adalah birama yang dibentuk dalam pecahan seperti yang sudah dicontohkan diatas.

Pengertian Nada

Nada adalah sebuah bagian kecil yang ada dalam sebuah lagu. Nada atau tone memiliki peran yang penting dalam musik, walaupun menjadi bagian yang kecil. Nada bisa diartikan sebagai sebuah getaran yang menimbulkan ketinggian tertentu. Bahkan dalam tangga nada diatonis, nada memiliki jarak intervalnya sendiri.  Tidak jarang beberapa orang menyebut nada sebagai bunyi yang memiliki tinggi rendah.

Tinggi rendahnya suara yang ada dalam nada terjadi karena adanya perbedaan frekuensi. Frekuensi ini erat kaitannya dengan emosi orang yang menyampaikan sebuah nada. Misalnya, ada orang yang merasa sangat sedih. Maka nada bicara dari orang tersebut akan cenderung sendu atau rendah. Tidak ada semangat atau kegembiraan yang memancar darinya.

Dalam sebuah ilmu bahasa, nada memiliki lambang 2 3 2. Arti dari lambang tersebut adalah segmen pertama memiliki nada yang lebih rendah dibandingkan dengan nada kedua. Sedangkan nada kedua memiliki segmen yang lebih tinggi dibandingkan dengan nada ketiga. Intonasinya akan berbeda apabila melihat arti dari lambang nada ini.

Nada dibagi menjadi dua, yaitu nada tinggi rendah dan juga panjang pendek. Apabila ada beberapa corak dalam nada, maka seorang komposer biasanya akan mengartikannya dengan bantuan not balok atau not angka. Dengan bantuan notasi inilah, orang-orang akan mengerti jenis nada seperti apa yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu.

Leave a Reply

Send this to a friend