Pengertian Musik Beserta Sejarah, Fungsi, Simbol dan Jenis Musik

Pengertian Musik

Sederhananya, musik merupakan sebuah hasil dari pengolahan melodi, suara, ritme, vokal, harmoni, dan juga tempo. Musik dapat dihasilkan oleh beberapa alat musik seperti biola, gitar, drum, piano, keyboard dan yang lainnya.

Adapun, pengertian musik secara umum adalah suara yang telah disusun dengan sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, nada dan juga keharmonisan terutama dari suara yang berasal dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama (alat-alat musik).

Pengertian Musik Menurut Para Ahli

Setelah Anda memahami pengertian musik secara umum, Anda juga perlu mengetahui beberapa pengertian musik menurut para ahli agar Anda bisa memahami pengertian musik lebih baik lagi. Berikut dibawah ini beberapa pengertian musik menurut para ahli.

1. Shcopenhauer

Pengertian Musik - schopenhauer

Menurut Shcopenhauer, seorang filsuf asal Jerman, seni musik adalah melodi yang syairnya berupa alam semesta.

2. Aristoteles

Menurut Aristoteles, musik adalah curahan kemampuan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam satu rentetan nada (nelodi) yang memiliki irama.

3. Adjie Esa Poetra

Menurut Adjie Esa Poetra, seni musik adalah sebuah bunyi yang teratur, bukan hanya bersifat moral normatif, melainkan juga diakui selaras dengan berdasarkan pada perhitungan para ahli ilmu fisika.

4. David Ewen

Menurut David Ewen, seni musik adalah ilmu pengetahuan serta seni mengenai kombinasi ritmik dan beberapa nada baik vokal ataupun instrumental yang mencangkup melodi serta harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu hal yang lebih menginginkan untuk diungkapkan terlebih dalam segi emosional.

5. Reed dan Sidnell

Menurut Reed dan Sidnell, seni musik merupakan suatu cabang seni berbentuk suara yang di dalamnya terkandung unsur ritme, melodi, harmoni, serta timbre.

6. Soeharto

Menurut Soeharto, musik merupakan ungkapan gagasan melalui bunyi yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa sifat dan warna bunyi.

7. Merriam

Menurut Merriam, musik merupakan suatu lambang dari hal-hal yang berkaitan dengan ide dan perilaku masyarakat.

8. Jamalus

Menurut Jamalus (1988), musik merupakan suatu yang membuahkan hasil karya seni yang berupa bunyi berbentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik, yakni irama, melodi, harmoni, serta susunan dan bentuk lagu serta ekspresi sebagai satu kesatuan.

9. Sylado

Menurut Sylado, musik merupakan suatu wujud yang hidup dari beberapa kumpulan ilusi dan alunan suara. Lebih tepatnya, ia mengungkapkan bahwa alunan musik dan nada yang berjiwa dapat menggerakkan isi hati sang penikmatnya.

Sejarah Musik

sejarah musik

Musik sudah dikenal jauh sebelum abad pertengahan dimana didalam Alkitab diceritakan bahwa pada zaman dahulu musik telah digunakan untuk memuji Tuhan yang dikenal sebagi Musik Gereja. Perkembangan musik bermula dari kebiasaan dan budaya masyarakat kuno yang menggunakan musik untuk upacara atau ritual.

Berdasarkan sejarang yang ada, musik mulai berkembang di kalangan bangsa Yahudi, Romawi, Mesopotamia, Mesir, Asia, Persia, India, dan juga Yunani. Diantara yang lainnya, musik di era Yunani lah yang paling terbaik dan terkenal. Musik kemudian tersebar ke seluruh Eropa dan terus mengalami perkembangan. Kemudian, muncul musik instrumental yang berkembang dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik seperti biola dan cello.

Perkembangan musik dapat dibagi kedalam 6 zaman/era yaitu:

  1. Musik Abad Medieval/Pertengahan (400 – 1400an)
  2. Musik Era Renaissance (1400 – 1600an)
  3. Musik Era Baroque / Racoco (1600 – 1700an)
  4. Musik Era Klasik (1700 – 1810an)
  5. Musik Era Romantik
  6. Musik Era Modern/Kontemporer (1900 -2000an)

Berikut dibawah ini penjelasan dari masing-masing pembagian zama perkembangan musik di dunia.

I. Musik Abad Medieval/Pertengahan (400 – 1400an)

Era musik ini diperkirakan berakhir sekitar tahun 1400-an, sedangkan abad pertengahan bermula pada masa-masa berakhirnya kerajaan Romawi sekitar tahun 400-an. Pada abad pertengahan, musik yang berkembangan sangat dipengaruhi oleh kekuasaan gereja (gereja katolik Romawi).

Kemudian, notasi yang berkembang adalah musical repertoire. Musical repertoire adalah kumpulan dari lembaran musik yang dimainkan baik secara individual, ensambel atau dimainkan dengan instrumen dan choir. 

Adapun, ciri dari abad pertengahan ini adalah penggunaan melodi monoponic (melodi tungal) dan homorhythmic (ritme tungal). Hanya beberapa pihak tertentu saja yang bisa menulis partitur musik karena harga kertas kulit sangatlah mahal. Pada masa ini, juga sudah banyak sekolah musik yang berdiri seperti sekolah polyphony yang berkembang di eropa, Notre Dame School. Kemudian, komposer yang sangat terkenal pada masa ini diantaranya adalah Leonin, Perotin, Adam de St. Victor, W. de Wycombe, dan Pierre de la Croix Petrus de Cruce.

II. Musik Era Renaissance (1400 – 1600an)

Dalam bahasa Perancis, zaman Renaissance berarti “kelahiran kembali”. Musik yang berkembang pada masa ini adalah musik percintaan dan keperwiraan. Sedangkan, musik gereja sudah mengalami kemunduran. Musik instrumental sudah dikenal pada masa ini karena munculnya alat musik Piano dan juga organ.

Seperti di kota Florance, Italia, sudah berkembang seni opera yaitu seni membawakan musik dengan vokal yang diiringi dengan instrumen musik. Selain itu, chords musik juga lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan gaya musisi pada masa itu. Adapu, tokoh musisi yang terkenal pada zaman Renaissance diantaranya adalah Leonel Power, Giles Binchois, John Durstable, dan Guillaume Dufay.

III. Musik Era Baroque/Racoco (1600-1700an)

Musik era Baroque dikenal sebagai masa puncak kejayaan seni musik di Eropa. Pada era ini, jenis musik instrumen sudah lebih dikenal secara umum. Para komposer banyak melakukan improvisasi kedalam musiknya sehingga gaya komposisi musik yang dihasilkan lebih beragam baik dari segi melodi, ritme dan juga harmoni.

Pada era ini, terdapat aliran musik Rococo. Apa perbedaan antara musik Baroque dan Rococo? Musik Baroque menggunakan Ornamentik yang memungkinkan para komposer untuk memberikan inprovisasi spontan pada karya musiknya, sedangkan musik Rococo menggunakan komposisi musik yang dekoratif tetapi tidak terlalu kompleks.

Adapun, para komposer musik yang terkenal pada masa ini diantaranya adalah Claudio Monteverdi, Antonio Vivaldi, George Frideric Handel, Arcangelo Corelli, dan Johann Sebastian Bach.

IV. Musik Era Klasik (1700 – 1810an)

Musik pada era Klasik lebih banyak bermain dengan harmoni. Beberapa hasil karja pada era ini tidak dapat dibandingkan dengan hasil karya lainnya pada masa sebelumnya seperti Fifth Symphony (karya Beethoven). Musik era klasik berada diantara era baraque dan era romantik.

Adapun, ciri khas dari musik era klasik adalah homophonic (melodinya diatas iringan chords), lebih ringan, lebih mudah, tekstur yang jauh lebih jelas, dan melodinya lebih pendek dari zaman sebelumnya (era Baroque).  Adapun, para komposer yang terkenal pada era ini diantaranya adalah Franz Schubert, Carl Maria von Weber, dan John Field, Mozart dan L Van Beethoven

V. Musik Era Romantik (1810 – 1900an)

Hasil karya musik dan juga komposisi musik pada era ini lebih ekspresif dengan perasaan emosi yang lebih kuat dan lebih dalam dari era sebelumnya.

Sederhananya, para komposer pada era romantik memiliki cara baru mereka sendiri untuk membuat musik jauh lebih menarik dari era sebelumnya. Adapun, komposer yang terkenal dari era ini diantaranya adalah Beethoven, Richard Wagner, bizet dari prancis, verismo, Mikhail Glinka (Russia)

VI. Musik Era Modern/Kontemporer (1900 – 2000an)

Pada era modern, musik mengalami banyak perubahan seperti munculnya beragam jenis alat musik baru dan juga beragam aliran musik. Dengan bantuan alat teknologi seperti radio dan televisi, musik telah berubah menjadi produk dari budaya massa.

Adapun, komposer yang terkenal pada era ini diantaranya adalah Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven. Luigi Boccherini, Muzio Clementi, Carl Phillipp Emanuel Bach, Franz Schubert, Johann Nepomuk Hummel, Carl Maria von Webber, dan Luigi Cherubini.

Fungsi Musik

Berikut dibawah ini beberapa fungsi musik.

1. Sarana Hiburan

musik untuk hiburan - Pengertian Musik Menurut Para Ahli

Saat ini, musik umumnya digunakan sebagai sarana hiburan baik untuk memeriahkan sebuah acara atau hanya untuk didengarkan secara personal. Musik juga sering digunakan untuk menenangkan jiwa atau relaksasi.

2. Pengungkapan Emosi

Penulis lagu umumnya meluapkan emosi mereka kedalam sebuah musik sebagi perwakilan dari perasaan mereka saat ini. Jika suasana hati penulis lagu sedang sedih atau galau maka musik yang cenderung mereka hasilkan berisi kesedihan atau kegalauan.

3. Sarana Komunikasi

Musik juga digunakan sebagai sarana komunikasi sebagai tanda untuk sesuatu hal misalnya dalam suatu acara, jika diputar musik A maka agenda selanjutanya adalah agenda A.

4. Sarana Bisnis

album musik

Musik yang dihasilkan juga bisa menghasilkan uang dengan cara dipasarkan sebagai produk ke masyarakat. Seperti yang kita ketahui, industri musik saat ini merupakan salah satu industri kreatif yang paling menguntungkan. Salah satu contoh negara dengan industri musik yang sangat terkenal adalah Korea Selatan.

5. Pengiring Upacara Adat

upacara adat

Upacara – upacara adat biasanya diiringi oleh musik dan alat-alat musik daerah yang mewakili kekhasan budaya setempat. Dengan adanya musik, upacara adat menjadi lebih menarik dan hidup.

6. Pengiring Tarian

tari saman

Selain untuk mengiringi upacara adat, musik juga digunakan untuk mengiringi tarian. Gerakan tarian yang dilakukan tentu seirama dengan musik yang dimainkan.

7. Pengiring Pertunjukan

drama musikal

Kita tentu sering melihat drama atau pertunjukan yang diiringin musik untuk menciptakan suasana yang lebih hidup dan ekspresif sehingga mampu menarik perhatian pengunjung dan membuat pertunjukan menjadi lebih berkesan.

8. Sarana Pendidikan

Musik sebagai Sarana Pendidikan

Selain dari beberapa manfaat diatas, musik juga digunakan di dalam bidang pendidikan seperti untuk mengajarkan anak mengenal suatu pengetahuan seperti nama-nama bunga, memberikan nasehat melalui musik, dan yang lainnya.

Unsur Utama Musik

Unsur Utama Musik

Berikut dibawah ini unsur-unsur yang terdapat pada musik yang perlu Anda ketahui.

1. Melodi

Melodi inilah yang akan menjadi daya tarik didalam suatu musik. Melodi merupakan suatu kesatuan frase yang tersusun dari nada-nada dengan urutan, interval, dan tinggi rendah yang teratur.

2. Irama

Sederhananya, irama adalah penentu ketukan didalam musik. Irama merupakan pergantian panjang pendek, tinggi rendah, dan keras lembut suatu nada atau bunyi didalam suatu rangkaian musik.

3. Birama

Birama merupakan bagian/segmen dari suatu baris melodi yang menunjukkan berapa ketukan didalam bagian tersebut. Sebagai contoh yaitu pada birama ¾ artinya adalah nada-nada pada setiap ruas birama senilai 3 ketukan yang setiap ketukannya senilai ¼.

Suatu birama umumnya dibatasi oleh garis birama. Adapun, birama yang nilai penyebutnya genap disebut sebagai birama banair, sedangkan birama yang penyebutnya ganjil disebut sebagai birama tenair.

4. Harmoni

Harmoni merupakan sekumpulan nada yang jika dimainkan secara bersama-sama maka akan menciptakan sebuah bunyi yang selaras dan enak didengar.

5. Tempo

Tempo merupakan suatu ukuran kecepatan birama lagu. Dimana, semakin cepat sebuah lagu dimainkan maka semakin besar pula nilai tempo dari lagu tersebut. Berikut 8 kategori tempo:

  • Largo (Lambat Sekali)
  • Lento (Lebih Lambat)
  • Adagio (Lambat)
  • Andante (Sedang)
  • Moderato (Sedang Agak Cepat)
  • Allegro (Cepat)
  • Vivace (Lebih Cepat)
  • Presto (Cepat Sekali).

6. Tangga Nada

Tangga nada merupakan suatu deret nada yang disusun secara bertingkat atau berjenjang mulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya seperti do, re, mi, fa, so, la, si dan do.

Terdapat 2 jenis tangga nada yaitu diatonis dan pentatonis. Adapun, tangga nada diatonis tersusun dari 7 buah nada dengan 2 jarak (1/2 dan 1) sedangkan pentatonis tersusun dari 5 buah nada dengan jarak tertentu.

7. Dinamika

Dinamika merupakan suatu tanda untuk memainkan nada dengan volume lembut ataupun keras (nyaring). Dinamika biasanya digunakan untuk menunjukan perasaan di dalam sebuah komposisi seperti riang, sedih, datar, atau agresif.

8. Timbre

Timbre merupakan kualitas atau warna bunyi yang sangat dipengaruhi oleh sumber bunyi dan cara bergetarnya. Perlu Anda ketahui bahwa, timbre yang dihasilkan dari alat musik tiup akan menghasilkan bunyi yang berbeda dari alat musik petik, meskipun dimainkan di nada yang sama.

9. Ekspresi

Ekspresi merupakan ungkapan perasaan dan pikiran yang mencakup nuansa tempo, dinamik, warna nada dan gaya dari unsur -unsur pokok musik.

Simbol Musik

Simbol Musik

Pada bagian ini, saya akan menjelaskan simbol notasi musik pada partitur. Biasanya, partitur lebih sering digunakan untuk menuliskan notasi musik pada piano. Berikut dibawah ini simbol notasi musik pada partitur.

1. Garis Paranada

Garis paranada merupakan garis yang membentang dari kiri ke kanan dimana terdiri dari 5 garis dan juga 4 spasi. Nah, garis dan spasi inilah yang akan digunakan sebagai tempat untuk menulis not – not. Dimana, semakin tinggi garisnya maka akan semakin tinggi pula  nadanya.

2. Garis Bar

Terdapat 2 jenis garis bar yaitu garis bar tunggal dan garis bar ganda (double bar). Adapun, garis bar tunggal digunakan untuk membatasi jumlah not berdasarkan jumlah ketukan atau birama. Sedangkan, garis bar ganda (double bar) biasanya dituliskan diakhir pada sebuah notasi musik.

3. Tanda Kunci (Symbol Notations)

Tanda kunci merupakan suatu tanda yang menunjukkan range not yang dimainkan dan biasanya dituliskan di bagian awal atau kiri partitur. Contohnya adalah kunci G (treble) dan kunci F (bass).

4. Tanda birama (Time Signature)

Tanda birama biasanya ditulis dalam bentuk bilangan pecahan seperti 2/4, 3/4, 4/4, dan yang lainnya. Tanda ini biasanya terletak setelah tanda kunci.

Cara membaca tanda birama misalnya untuk tanda birama 2/4, artinya adalah mainkan 2 ketukan dalam setiap bar-nya dimana setiap ketukannya memiliki nilai 1/4 not. Sederhananya, angka 2 merupakan jumlah ketukan sedangkan angka 4 adalah nilai not yang dimainkan.

5. Note

Note terdiri dari beberapa range, interval, atau durasi seperti note 1 (penuh) bernilai 4 nada, note 1/2, note 1/4, note 1/8, dan kelipatan lainnya. Note ini digunakan untuk menuliskan nada – nada.

6. Tanda Istirahat (Rest Symbol)

Tanda istirahat juga disebut sebagai tanda jeda. Durasi yang dimiliki oleh tanda istirahat sama dengan note diatas seperti istirahat penuh / 1, 1/2, 1/4, 1/8, dan kelipatan lainnya.

7. Tanda Accidental (Kress dan Mol)

Terdapa 2 jenis tanda accidental yaitu kress dan mol. Tanda kress (#) digunakan untuk menaikan nada sebesar setengah nada sedangkan tanda mol (b) digunakan untuk menurunkan nada sebesar setengah nada.

8. Tanda Tie (Tanda Penghubung)

Tanda tie merupakan suatu tanda berbentuk lengkungan yang digunakan untuk menunjukan kaitan dari dua buah note.

9. Tanda Tempo

Tanda tempo merupakan suatu tanda yang digunakan untuk menunjukan tingkat kecepatan dalam memainkan notasi musik.

Jenis-Jenis Musik

Nah, selain dari penjelasan diatas, Anda juga perlu mengetahui apa-apa sajakah jenis musik yang ada hingga sampai saat ini. Berikut dibawah ini beberapa jenis musik yang perlu Anda ketahui.

1. Rock

Jenis-Jenis Musik

Rock merupakan salah satu musik populer yang berasal dari musik rock and roll di Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Musik rock ini dipengaruhi oleh musik jazz, blues, klasik dan yang lainnya.

2. Pop (Populer)

musik pop

Pop adalah sebuah jenis musik dari musik populer yang berupa bentuk modern dari rock and roll pada 1950-an. Musik pop ini adalah jenis musik yang paling populer.

3. RnB (Rhythm & Blues)

RnB

RnB (Rhythm & Blues‘) merupakan sebuah jenis musik yang cukup populer yang berasal dari musik Afrika-Amerika pada tahun 1940-an. DImana, didalam satu band RnB biasanya terdiri dari pianis, satu atau dua gitaris, vokalis, bass, drum, dan juga saxophone.

4. Blues

musik blues

Blues merupakan sebuah jenis musik yang berasal dari Afrika-Amerika pada abad ke 19 dimana lirik awalnya terdiri dari 1 baris yang diulang 4 kali.

5. Dangdut

dangdut

Dangdut merupakan sebuah jenis musik populer tradisional Indonesia yang memiliki unsur-unsur Hindustani, Melayu, dan Arab. Dangdut sangat populer sejak 1970-an hingga sampai saat ini.

6. Country

musik country

Country merupakan jenis musik campuran yang berasal dari Amerika Serikat bagian selatan dan juga Pegunungan Appalachia. Musik country ini berkembang sejak tahun 1920-an dan berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, musik kelt, dan musik gospel.

7. Electronic

musik elektronik

Electronic meruapakan sebuah jenis musik yang sepenuhnya menggunakan teknologi elektronik dimana contoh alat musiknya seperti gitar listrik, telharmonium, dan juga organ hammond.

8. Hip Hop

hip hop

Hip hop merupakan sebuah jenis musik yang terdiri dari musik berirama dan bergaya dimana didalamnya biasanya terdapat rap dan vokal ritmis. Pada hip hop, pembacaan lirik lagu terlihat seperti membaca dengan cara biasa namun dengan ritme tertentu.

9. Jazz

musik jazz

Jazz merupakan sebuah jenis musik yang berasal dari Afrika-Amerika pada akhir abad ke-19. Musik jazz mendapatkan pengaruh yang besar dari budaya Afrika Barat dan Eropa.

10. Klasik

musik klasik

Klasik merupakan sebuah jenis musik yang berakar pada tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan juga musik orkestra yang berkembang sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

11. Reggae

musik reggae
Reggae merupakan sebuah jenis musik yang berasal dari Jamaika pada akhir tahun 1960-an. Jenis musik ini dipengaruhi oleh jazz Amerika dan juga RnB.

Adapun, salah satu elemen musik reggae yang paling mudah dikenali adalah ritme offbeat yang berasal dari gitar atau piano. Baiklah, semoga pembahasan mengenai pengertian, sejarah, fungsi, unsur, simbol dan jenis-jenis musik seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Leave a Reply

Send this to a friend