• Our Partners:

Rumah Adat Madura

Rumah Adat Madura : Bentuk, Pola dan Komponen pada Rumah Adat Madura

Rumah Adat Madura – Kita tahu bahwa setiap daerah pasti memiliki kekhasan dan keunikan masing-masing. Keunikan ini bisa kita lihat dari rumah adatnya. Sebelumnya kita telah membahas mengenai rumah adat Padang dan rumah Adat Jawa Tengah. Nah, untuk kali ini, kita akan membahas mengenai rumah adat Madura yang pasti tidak kalah unik.

Madura sendiri merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Luas wilayah pulau Madura hanya sekitar 5.250 km2, lebih kecil dari wilayah Bali. Namun bukan berarti wilayah ini miskin akan budaya. Madura memiliki sebuah rumah adat yang unik, yang berbeda dari wilayah lainnya. Rumah adat ini adalah rumah Tanean Lanjhang. Nah, berikut kami bahas seputar rumah Tanean Lanjhang.

Rumah Adat Madura (Tanean Lanjhang)

Rumah Tanean Lanjhang masih bisa ditemui di berbagai daerah di Madura. Salah satunya yaitu di Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura. Nah untuk menambah pengetahuanmu mengenai rumah adat Tanean Lanjhang asal Madura ini, berikut penjelasannya. Simak terus ya.

1. Pola Rumah Tanean Lanjhang

Pola Rumah Tanean Lanjhang

Rumah Tanean Lanjhang merupakan rumah adat Madura yang berbeda dengan rumah adat daerah lainnya. Kebanyakan rumah adat lainnya hanya terdiri dari satu rumah untuk satu keluarga. Nah, untuk rumah Tanean Lanjhang ini tidak hanya terdiri dari satu rumah saja, melainkan berupa kompleks yang terdiri dari beberapa rumah.

Tenean Lanjhang memiliki arti Halaman Panjang. Sesuai dengan namanya, rumah-rumah dalam kompleks Tanean Lanjhang  disusun memanjang dari Barat ke Timur. Pola rumah yang demikian menunjukkan bagaimana kehidupan sosial masyarakat Madura yang sangat menjunjung tinggi kekeluargaan. Tanean Lanjhang biasanya dibangun di dekat sawah, lahan garapan, ladang, sungai, maupun jalan. Untuk membatasi kompleks rumah dengan lahan garapan, di sekeliling kompleks biasanya ditanami  dengan tanaman hidup atau yang disebut dengan gelengan/tabuh.

Umumnya, penghuni yang tinggal dalam satu kompleks adalah mereka yang memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat, misalnya orang tua, anak , cucu, cicit, dan lain sebagainya. Sistem rumah yang seperti ini membuat keterikatan antara anggota keluarga sangat erat. Namun, justru ikatan antar kelompok sangat renggang. Karena antar kompleks yang satu dengan yang lain letaknya menyebar dan terpisah.

Penghuni yang tinggal di rumah paling Barat adalah mereka yang punya kedudukan paling tinggi dalam hierarki kekerabatan, misalnya saja Kakek, kakek dari ayah atau ibu, orang tua, atau keluarga lainnya. Semakin ke timur, semakin rendah kedudukan penghuninya. Jadi, di rumah paling timur dihuni oleh penghuni yang memiliki kekerabatan paling rendah.

Dalam satu rumah Tanean Lanjhang  biasanya  terdiri dari 2 sampai 10 rumah. Tidak hanya rumah, dalam satu kompleks umumnya juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana lainnya, seperti bangunan langgar atau masjid, sumur, kandang, dan halaman.

2. Komponen-komponen Dalam Rumah Adat Tanean Lanjhang

Komponen-komponen Dalam Rumah Adat Tanean Lanjhang

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa kompleks Tanean Lanjang dihuni oleh beberapa keluarga. Dan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mereka juga berbagi sarana dan prasarana yang ada. Nah, berikut ini merupakan beberapa komponen yang ada di kompleks Tanean Lanjhang.

Rumah

Rumah merupakan unit terpenting dalam rumah Tanean Lanjhang. Dalam setiap rumah dihuni oleh satu keluarga. Rumah menjadi tempat bagi masyarakat melakukan aktivitas utama. Setiap rumah di kompleks Tanean Lanjhang umumnya berbentuk persegi panjang yang memanjang ke samping dengan ukuran 6,6 x 12 meter.

Langgar

Langgar merupakan bangunan masjid yang digunakan penghuni untuk beribadah. Langgar digunakan bersama-sama oleh seluruh penghuni di kompleks Tanena Lanjhang. Adanya langgar di setiap kompleks Tanean Langgar menunjukkan bahwa masyarakat Madura sangat religius. Biasanya, Langgar ini terletak di bagian barat ujung halaman rumah.

Langgar sendiri biasanya berbentuk persegi panjang. Bangunan ini memanjang ke belakang dengan panjang 23,1 meter. Di dalam Langgar biasanya sudah tersedia berbagai kelengkapan beribadah, seperti mukena, tikar, sajadah, dan pengeras suara.

Tanean

Tanean merupakan halaman yang berada di depan rumah Tanean Lanjhang. Sama seperti rumah Tanean Lanjhang yang memanjang dari arah Barat ke Timur, Tanean juga memanjang dari Barat ke Timur dengan panjang sekitar 90 meter. Halaman ini digunakan penghuni untuk melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan, seperti menjemur hasil panen padi, tahlilan khitanan, tempat berlangsungnya acara pernikahan, dan sebagai tempat bermain anak-anak.

Kandang

Kandang merupakan salah satu komponen yang umumnya ada di rumah Tanean Lanjhang. Kandang dibangun di kompleks karena umumnya masyarakat suka memelihara hewan peliharaan. Hewan peliharaan yang paling umum adalah sapi, kerbau, ayam, dan kambing.  Kandang sendiri terletak di depan rumah, di samping halaman rumah. Biasanya setiap rumah di Tanean Lanjhang memiliki satu kandang. Biasanya, kandang berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 6,6×5,9 meter.

3.Bentuk dan Material Bangunan Rumah Tanean Lanjhang

Bentuk dan Material Bangunan Rumah Tanean Lanjhang

Apabila dilihat dari bentuk rumah, setiap rumah di kompleks Tanenan Lanjhang berbentuk persegi panjang. Umumnya setiap rumah di kompleks Tanean Lanjhang hanya memiliki satu pintu yang berada di depan rumah. Hal ini disengaja agar si pemilik rumah dapat mengawasi keluar masuknya anggota keluarga. Setiap pintu di rumah Tanean Lanjhang biasanya dihiasi oleh ukiran asal Madura. Ukiran ini didominasi dengan warna hijau dan merah yang melambangkan kesetiaan dan perjuangan.

Selain itu, dinding-dinding di depan rumah juga dihiasi oleh lukisan bunga. Lukisan ini melambangkan keharmonisan di dalam keluarga dan impian akan rumah masa depan yang bahagia. Beralih dari lukisan dan ukiran, di dalam rumah  biasanya disangga oleh 4 buah pilar yang membentuk bujur sangkar.

Untuk material pembangunnya, masyarakat menggunakan berbagai bahan baku, baik dari alam maupun bahan jadi yang bisa dibeli di toko-toko.

Untuk bagian atap, masyarakat akan menggunakan bahan-bahan yang ada, tergantung kondisi ekonominya. Apabila berasal dari keluarga mampu, biasanya mereka menggunakan bahan dari genteng tanah. Dan untuk masyarakat yang kurang mampu, mereka bisa menggunakan bahan dari daun nipah atau daun alang-alang.

Ada beberapa desain atap yang biasanya digunakan di rumah Tanean Lanjhang ini, yaitu desain Pacenan, Jadrih, dan Trompesan.  Pacenan merupakan desain atap yang memiliki hiasan tanduk atau ekor ular pada bagian bubungannya. Jadrih adalah desain atap dengan 2 bubungan, sedangkan Trompesan adalah desain atap dengan 3 patahan bagian.

Sedangkan untuk bagian dinding rumah, kebanyakan masyarakat menggunakan bahan baku dari kayu yang sudah dibentuk. Bagian kerangka rumah disusun dari balok kayu, bagian dindingnya disusun dari papan, dan bagian kerangka atap terbuat dari bambu kering yang dipotong memanjang.

Sebagian masyarakat masih menggunakan alas tanah, sebagian lagi sudah menggunakan alas plesteran semen.  Lantai rumah biasanya dibuat agar lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya, sekitar 40 cm dari tanah. Hal ini untuk antisipasi saat hujan datang, agar air tidak merembes ke dalam rumah.

Nah, mungkin sekian artikel kali ini mengenai rumah adat Madura. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend