• Our Partners:

CCleaner Diblokir Microsoft

Seberapa Buruk CCleaner Hingga Diblokir Oleh Microsoft?

NESABAMEDIA.COMMicrosoft memutuskan untuk memasukkan CCleaner sebagai Potentially Unwanted Application (PUA) atau aplikasi yang tidak diinginkan di Windows Defender. Microsoft menyarankan pengguna untuk tidak menginstal aplikasi yang bisa melakukan perubahan pada registry Windows, dan CCleaner memiliki kemampuan dalam hal itu. 

Microsoft sendiri sudah sejak lama mengincar CCleaner karena kemampuannya yang dianggap bisa memodifikasi sistem dan perangkat Windows pengguna, dan menilainya bisa mengganggu kinerja dari Windows.

Sebelum diakuisisi oleh Avast di tahun 2017, aplikasi buatan Piriform itu memiliki reputasi yang cukup baik. Namun kemudian Avast dianggap telah melakukan sejumlah modifikasi yang mencurigakan, sehingga reputasi CCleaner itu pun terdampak.

Pada bulan September 2017, muncul laporan jika CCleaner telah disusupi oleh peretas yang kemudian menanamkan backdoor atau program jahat, yang memungkinkan peretas itu mendapatkan akses remot ke perangkat korban. 

Ada laporan lain juga yang menyebutkan jika CCleaner menjebak para pengguna untuk menginstal Potentially Unwanted Program (PUP) atau program yang tidak diinginkan. PUP sendiri memang tidak begitu berbahaya, selain mengganggu pengguna dengan sejumlah iklan yang tiba-tiba muncul di layar. 

Kemudian di tahun 2019, Microsoft melakukan pemblokiran terhadap CCleaner di forum komunitasnya. Sehingga ketika pengguna mengetik kata CCleaner atau mengunggah link untuk mengunduh CCleaner, maka akan otomatis disensor. 

Alasan Microsoft saat itu karena menganggap program yang bisa melakukan modifikasi registry dan optimasi sistem akan lebih banyak merugikan daripada memberikan manfaat. Dalam pernyataan resminya, Microsoft menuliskan :

“Sejumlah produk seperti pembersih registry menyarankan pengguna untuk terus melakukan pembersihan pada registry secara rutin. Namun masalah serius bisa muncul ketika pengguna salah dalam melakukan modifikasi registry, yang salah satunya diakibatkan oleh penggunaan aplikasi tersebut. Akibatnya, pengguna diharuskan melakukan instalasi ulang karena sistem perangkat menjadi tidak stabil karena registry telah diubah. Microsoft pun tidak bisa memberikan garansi atas kerusakan yang terjadi pada perangkat pengguna, yang diakibatkan dari penggunaan aplikasi tersebut.”

Lalu benarkah CCleaner seburuk itu?

Sebenarnya kesalahan umum itu terjadi akibat kesalahan pemahaman oleh pengguna itu sendiri. Banyak yang beranggapan, jika perangkat menjadi lambat dan berat karena terlalu banyak file. Padahal menghapus file di harddisk hanya akan menyisakan ruang saja, tidak akan dapat meningkatkan kecepatan perangkat. 

Kesalahan berikutnya adalah memanfaatkan CCleaner karena terjebak iklan. Sebenarnya yang dilakukan aplikasi ini adalah memudahkan dalam menghapus file-file sampah di hardisk itu. Dan kembali ke pernyataan sebelumnya, hal ini tidak bisa meningkatkan performa perangkat.

Sebenarnya solusi agar performa perangkat bisa meningkat adalah dengan mengurangi program atau aplikasi yang sedang berjalan, mengurangi kualitas tampilan gambar, lakukan restart komputer secara berkala dan terakhir tentunya mengganti hardware dengan spesifikasi yang lebih baik.

Kemudian CCleaner yang dianggap tersusupi program jahat, sebenarnya karena telah dimodifikasi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu pastikan anda mengunduh dari situs resmi daripada ke situs lain yang tidak jelas.

Leave a Reply

Send this to a friend