Pengertian Malware, Dampak yang Ditimbulkan dan Contoh-contoh Malware

Tentu pembaca sadar bahwa teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang dengan amat pesat. Terbukti dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan komputer, laptop, tablet, smartphone dan perangkat-perangkat teknologi lainnya untuk menunjang kehidupan mereka. Sekarang berbagai aktifitas bisa dijalankan dengan bantuan teknologi-teknologi tersebut, contohnya membuat dokumen, bertukar informasi, berbagai file, mendapatkan hiburan sampai mempromosikan usaha secara online. Sebab, device-device itu menyediakan software atau aplikasi yang beragam, bahkan bisa diunduh dengan cuma-cuma.

Dari mulai aplikasi pembuat dokumen, pemutar musik dan video, game dan masih banyak lagi bisa ditemukan dengan mudah di internet. Meskipun demikian, tidak disarankan untuk men-download sembarang software, apalagi di situs-situs yang kurang kredibel. Karena bukan tidak mungkin ia membawa iklan hingga malware yang mematikan. Pasti Anda tidak mau bila kehadiran aplikasi yang harusnya dapat membantu meringankan pekerjaan justru mengakibatkan perangkat tak berfungsi dengan maksimal.

Malware sendiri adalah sebuah program yang berbahaya, dapat mengganggu dan melumpuhkan sistem operasi pada perangkat. Bahkan, pada beberapa kasus bisa merusak perangkat internet ataupun eksternal komputer. Nah, supaya lebih paham dampak yang ditimbulkan dan contoh-contoh malware yang ada, silakan simak artikel mengenai pengertian Malware berikut.

Pengertian Malware

Pengertian Malware

Malware atau Malicious Software adalah perangkat lunak yang dirancang untuk menyusup, membahayakan hingga merusak sebuah sistem. Ia berbentuk program atau script yang dapat mengeksploitasi file-file penting dalam komputer. Banyak yang masih mengira bahwa malware sama dengan virus. Padahal, keduanya berbeda. Malware lebih berbahaya karena ia merupakan kumpulan dari beberapa virus.

Malware dibuat secara khusus supaya tersembunyi, sehingga ia tetap berada dalam sebuah sistem untuk jangka waktu tertentu tanpa diketahui pemilik. Biasanya, ia menyamar menjadi program yang bersih. Jika tidak segera diatasi, ia akan mengganggu sistem operasi dan membantu hacker untuk mengakses informasi yang ada di komputer Anda.

Dampak-Akibat Malware

Dampak Akibat Malware

Serangan malware bisa menyebabkan program, software, aplikasi dan data-data di komputer Anda rusak, bahkan hilang dengan sendirinya. Tentu akan menjadi masalah besar apabila Anda kehilangan file-file penting yang berhubungan dengan pekerjaan. Tak hanya itu, ia juga bisa menyebabkan sistem tidak bisa beroperasi.

Efeknya jauh lebih buruk bagi perusahaan daripada personal user. Sebab, jika malicious software menyerang jaringan sistem, ia dapat menyebabkan gangguan yang meluas. Butuh pemulihan yang ekstensif untuk mengembalikan sistem seperti semula.

Malware sendiri memang biasanya ditargetkan untuk orang-orang yang mempunyai otoritas perusahaan nan besar, sehingga bisa menguntungkan pembuatnya. Kasus serangan malware jarang terjadi pada masyarakat umum karena tidak ada gunanya, mengingat mereka tidak memiliki data penting. Dengan malware, oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab akan mencuri dan meminta uang tebusan kepada pemilik data. Kadang mereka juga memanfaatkan malware untuk menghancurkan perusahaan atau saingan bisnis dengan cara merusak data serta perangkat target.

Contoh Malware

Contoh Malware

Ada bermacam-macam malware yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Virus

Virus adalah penyakit yang amat berbahaya karena ia mampu melumpuhkan sistem komputer dengan ganas. Biasanya, malware tersebut bersarang di file-file yang berjalan pada EXE, VBS dan COM. Ia juga bisa menginvasi melalui peer to peer atau yang dipakai untuk berbagi file. Tapi, ia dapat ditangani dengan software anti-virus. Jadi, apabila perangkat Anda terkena virus, sebaiknya segera pasang software semacam itu supaya tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.

2. Keylogger

Program ini memungkinkan pengguna mengetahui aktifitas perangkat inputan (keyboard). Sehingga, bisa digunakan untuk memantau kegiatan karyawan ketika bekerja. Tapi, karena kelebihannya tersebut, ia dikategorikan sebagai salah satu malware yang berbahaya. Sebab, ia mencatat semua input yang diketikkan pada keyboard, termasuk username dan password, bahkan sebelum sistem komputer memprosesnya.

Cara kerja Keylogger juga sangat rapi. Keberadaannya tidak akan diketahui, kecuali oleh si pemasang virus itu.

3. Worm

Worm merupakan suatu program komputer yang mampu menggandakan dirinya dan menyebar ke seluruh bagian perangkat tanpa bantuan atau pemicu. Penyebarannya sangat cepat, sehingga perangkat yang awalnya baik-baik saja bisa langsung mengalami masalah saat dioperasikan. Ia memanfaatkan celah keamanan yang terbuka atau vulnerability untuk menjalankan misinya.

4. Wabbit

Layaknya Worm, Wabbit juga dapat bersarang di komputer tanpa dikendalikan. Ia mampu menggandakan dirinya setelah mengendap di sistem. Tanda-tanda komputer yang terkena malware tersebut, antara lain kinerjanya lama-lama akan melambat dengan drastis karena banyak data yang dimakan, sering mengalami error dan kapasitas penyimpanan tiba-tiba penuh.

Apabila Worm bisa merusak meski tanpa diprogram, Wabbit dapat diprogram untuk menghasilkan efek samping yang berbahaya.

5. Grayware

Grayware ialah istilah yang muncul pertama kali pada tahun 2004. Ia digunakan untuk mendeskripsikan aplikasi atau file yang tidak diinginkan, tapi tidak dikelompokkan sebagai malware. Ia dapat memantau sistem dan memperburuk kinerja perangkat. Hampir semua anti-virus bisa mendeteksi keberadaannya. Grayware sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni:

  • a. Adware

Adware adalah program malware yang sebetulnya tidak berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan pada perangkat. Ia digunakan untuk menyalurkan iklan dari sebuah program yang mungkin berguna. Tapi, kadang iklan-iklan tersebut terinstall tanpa diketahui users ketika mereka menginstall sebuah aplikasi. Dan kebanyakan tidak terlalu berguna, bahkan mengandung virus yang berbahaya.

Kemampuan Adware, yaitu memunculkan, mengunduh dan memutar iklan yang telah disiapkan oleh si pembuat. Biasanya, ia berupa pop-up iklan, seperti AOL Mail, MyWay Search Bar, Win 32/adware.registrycleanfix2008 dan Win32/adware.mycentria.

  • b. Spyware

Spyware atau perangkat pengintai adalah malware yang digunakan untuk memata-matai programnya. Ia dapat melihat aktifitas, mencuri, mengumpulkan serta mengirimkan data tanpa sepengetahuan user. Hal itu tentu sangat berbahaya bagi pengguna yang menyimpan data-data penting, seperti PIN kartu kredit, dokumen perusahaan yang sifatnya rahasia dan lain-lain.

6. Dialer

Malware yang satu ini dapat menghubungkan dirinya ke internet untuk mencuri data walaupun komputer dalam keadaan mati. Ketika telah mendapatkan data yang diinginkan, ia akan mengirimnya ke Keylogger atau Spyware.

7. Backdoor

Pengertian Malware

Sesuai namanya, malware ini akan masuk lewat belakang dan kemudian menebar ancaman. Ia amat ganas serta mampu mengacaukan traffic jaringan. Backdoor sendiri biasanya dimasukkan ke aplikasi secara manual. Begitu aplikasi itu diinstall, ia akan dengan cepat menyebar lalu membunuh sistem jaringan.

8. Trojan Horse

Meskipun terlihat bagus dan berguna, Trojan Horse ternyata mengandung virus yang dapat melumpuhkan sistem komputer. Ia biasanya ‘ditunggangi’ oleh malware lain, seperti virus, Spyware dan Worm. Ia dapat dipakai untuk mengaktifkan dan menyebarkan malware-malware yang menumpang padanya.

9. Rootkit

Rootkit adalah malware yang bisa menghapus dan menyembunyikan jejak serangan. Ia tergolong berbahaya karena dapat mengandung Backdoor. Ia umumnya ditanam pada sistem operasi di level kernel dan inti, sehingga sulit terdeteksi. Cara ampuh untuk mengetahui keberadannya, yaitu dengan melakukan boot ulang.

10. Exploit

Software ini mampu menyerang kerapuhan sistem keamanan komputer. Dengan keamanan yang lemah, Exploit bisa masuk dengan mudah. Sebenarnya ia tidak jahat seperti malware yang lain, tapi bila dimanfaatkan dengan cara yang kurang benar, Exploit dapat berubah menjadi virus nan membahayakan.

11. Ransomware

Ransomware termasuk malware yang paling berbahaya karena ia bisa memeras uang pengguna supaya data-datanya tidak hilang, seperti kasus Wanna Cry yang sempat heboh tahun lalu. Ia biasanya menyusup melalui iklan palsu, halaman yang rusak hingga e-mail attachment.

Masih banyak malware yang berpotensi merusak sistem komputer. Yang kami sebutkan di atas hanya beberapa contohnya. Pembaca harus waspada dan mengantisipasi serangan dari mereka dengan berbagai tindakan, mulai dari menginstall lebih dari satu program anti-malware, tidak memasukkan flashdisk orang lain secara sembarangan, tidak menginstall aplikasi yang mencurigakan juga menggunakan password untuk melindungi perangkat dari tindak kejahatan. Semoga artikel mengenai pengertian Malware diatas bermanfaat!

Nesabamedia.com merupakan media online yang menyajikan konten menarik seputar komputer, internet, jaringan, android, website dan beberapa topik lain yang berhubungan dengan dunia komputer.

Leave a Reply

Send this to a friend