Struktur Sistem Operasi

7 Struktur Sistem Operasi Beserta Penjelasannya, Sudah Tahu?

Pengetahuan dalam bidang teknologi sangat penting untuk dipelajari. Hal ini dikarenakan saat ini teknologi berkembang begitu pesatnya dan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan yang kian pesat dapat mengubah berbagai persepsi dan berdampak bagi kehidupan manusia. Salah satu contohnya adalah perangkat komputer yang terus dikembangkan inovasinya untuk dapat mencakup berbagai kebutuhan aktifitas pengguna. Untuk menunjang hal tersebut, dibutuhkan sistem operasi yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi komputer yang akan dikembangkan.

Dalam sistem operasi juga membutuhkan beragam struktur pembentuknya sehingga dapat menghasilkan sistem operasi yang handal. Untuk mempermudah pembelajaran mengenai apa saja dan bagaimana struktur sistem operasi tersebut, akan dijelaskan secara detail dan terperinci pada berikut ini:

A. System Monolitic (Struktur Sederhana)

Struktur Sistem Operasi (Monilitik System)

System monolitik ini berisikan kumpulan dari berbagai prosedur yang dapat dipanggil oleh persedur lainnya untuk menjalankan sistem. Sehingga antar prosedur dapat saling bekerja sama dalam menjalankan sebuah sistem.

Beberapa contoh sistem operasi yang memiliki system monolitic adalah seperti MS DOS dan UNIX. MS DOS lebih berfokus pada menyediakan fungsional yang lebih sedikit dan tidak bisa dibagi dalam beberapa modul.

Sedangkan UNIX lebih berfokus pada setiap prosedur dapat memanggil prosedur lainnya, sehingga tiap prosedur bisa saling berkomunikasi, dan kernel akan berisi semua layanan yang telah disediakan oleh sistem yang akan digunakan oleh pengguna. Kelebihan yang dimiliki oleh system monolitic adalah akses layanannya lebih cepat karena dilakukan pada satu tempat.

B. Layered System (Sistem Berlayer)

Client Server

Sistem operasi memiliki sistem layer. Maksudnya adalah sistem operasi terdiri dari beragam layer mulai dari bahwa hingga atas. Sehingga masing-masing layer memiliki tujuan dan fungsi masing-masing.

Lapisan layer paling bawah biasa digunakan sebagai perangkat keras, sedangkan lapiran layer paling atas digunakan sebagai user-interface. Adanya struktur berlayer ini digunakan untuk mengurangi kompleksitas rancangan dari implementasi sistem operasi.

Setiap lapisan layer dari struktur tersebut merupakan hasil implementasi dari objek abstrak. Dimana hasil implementasi tersebut merupakan enkapsulasi data dan operasi yang bisa dimanipulasi. Agar lebih jelas, berikut jenis layer yang digunakan dalam sistem operasi:

1. Layer Perangkat keras

Bagian yang berhubungan dengan perangkat keras. Biasanya terdiri dari sirkuit elektronik yang digunakan untuk membersihkan register dan membaca lokasi memori, set instruksi pada prosesor, dan interupsi yang berisikan perintah yang baru dijalankan.

2. Layer Sistem operasi

Bagian sistem operasi yang berhubungan langsung dengan programmer yang spesifik pada bagian sistem operasinya. Sehingga akan lebih teknis pembahasannya. Layer ini biasanya terdiri dari ide dalam eksekusi program, penyimpanan sekunder dari komputer, dan lamat logic dari setiap proses yang akan dijalankan. Segala hal tersebut membutuhkan kode program agar dapat dijalankan dengan benar dan sesuai dengan yang diharapkan.

3. Layer Kelengkapan

Pada bagian ini termasuk kelengkapan dari bagian sebelumnya, sehingga masih terkait dan berhubungan dengan programmer. Layer kelengkapan bertugas untuk mengatasi komunikasi informasi yang terjadi dan termasuk pesan-pesan antar proses.

Selain itu juga terdapat penyimpanan jangka panjang, akses dari perangkat eksternal menggunakan antarmuka (user-interface) yang standar, dan bertanggung jawab untuk memastikan hubungan eksternal dan internal identifier yang dimulai dari sumber daya dan objek sistem.

4. Layer Program aplikasi

Pada bagian ini berhubungan dengan pengguna aplikasi komputer (end-user). Sehingga berkaitan erat dengan user-interface yang mudah digunakan oleh user agar dapat mengakses aplikasi. Sehingga sistem dapat memproses informasi yang dibutuhkan oleh user.

C. Kernel Mikro

Struktur Sistem Operasi - Kernel Mikro

Fungsi dari kernel mikro ini adalah untuk mempermudah komunikasi yang terjadi antara program client dengan beragam layanan yang terdapat pda ruang user. Sehingga dengan adanya kernel mikro ini dapat mempermudah dan memperluas sistem operasi, dan mudah ketika akan diubah (transformasi) ke arsitektur yang lebih baru. Selain itu, dengan menggunakan kernel mikro, kode program akan aman karena lebih kecil.

D. Modules (Modular)

Kernel Mikro

Struktur modular ini dimulai dari kernel yang biasanya memiliki kumpulan komponen inti dan terhubung dengan penambahan layanan secara dinamis dan dalam waktu boot berjalan. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, struktur modular ini dilakukan dengan cara menggunakan pemanggilan modul secara dinamis. Contoh dari sistem operasi yang menggunakan struktur modullar ini adalah Solaris, Linux dan MacOS.

E. Virtual Machine

Struktur Sistem Operasi (Virtual Machine)

Virtual Machine merupakan jenis struktur yang memiliki sistem time-sharing. Sistem time-sharing ini memiliki fungsi untuk dapat menyediakan kemampuan multi-programming dan perluasan sistem mesin dengan user interface yang lebih mudah digunakan. Sehingga pengguna tidak akan merasa kebingungan dalam menggunakan jenis sistem ini.

Struktur virtual machine terdiri dari 2 jenis yaitu control program dan conventional monitor system. Control program digunakan sebagai pengatur fungsi prosesor, memori dan perangkat input/output.

Sehingga control program akan berhubungan langsung dengan perangkat keras yang akan digunakan. Sedangkan Coventional monitor system digunakan untuk mengatur fungsi dari proses, pengelolaan informasi dan pengelolaan perangkat dari sistem operasi.

F. Client-Server Model

Layered System

Pada dasarnya sistem operasi terdiri dari beragam proses yang dikategorikan sebagai client dan server. Client merupakan jenis proses permintaan layanan, sedangkan server adalah jenis proses yang memberikan layanan. Sehingga proses akan dimulai dari client yang meminta layanan tertentu, dan server akan memberikan dan mengirim informasi terkait layanan yang diinginkan oleh client.

G. Sistem Berorientasi Objek

Struktur Sistem Operasi dengan Sistem Berorientasi Objek

Sistem operasi berorientasi objek maksudnya adalah pendekatan sistem operasi yang strukturnya menggunakan objek. Sehingga pendekatan ini juga mengadopsi dari teknologi yang berorientasi objek.

Struktur sistem operasi berorientasi objek merupakan sistem operasi yang sangat terstruktur, sehingga dapat dengan mudah memisahkan layanan dan implementasinya. Sehingga informasi yang dihasilkan tidak tercampur dan membuat user lebih mudah mengerti. Contoh dari sistem operasi berorientasi objek adalah MS WINDOWS. Namun belum seluruhnya menggunakan sistem berorientasi objek.

Adanya penjelasan detail mengenai struktur sistem operasi menjadi suatu pemahaman yang mudah dimengerti dan mudah dipahami bagi pembaca, khususnya orang-orang yang familiar dengan teknologi informasi atau bahkan sistem operasi.

Kemudahan dalam belajar sistem operasi ini akan menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menyenangkan, karena pembahasan dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak memberatkan. Sehingga akan lebih mudah dipahami berbagai kalangan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda.

Percayalah bahwa apa yang kamu impikan, suatu saat dapat tercapai meskipun jalan yang ditempuh tidak seindah yang kamu kira. So, believe yourself “you can do it”.

Leave a Reply

Send this to a friend