TikTok Jadi Aplikasi Paling Populer Di Dunia, Kalahkan Facebook dan Whatsapp

TikTok Jadi Aplikasi Paling Populer Di Dunia, Kalahkan Facebook dan Whatsapp

NESABAMEDIA.COMTikTok aplikasi yang paling banyak diunduh oleh pengguna, meskipun selama ini ada sejumlah upaya oleh pemblokiran dan pemberian sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat. Bahkan aplikasi TikTok sekarang mampu menyalip Facebook dan platform perpesanannya, menurut laporan yang diterbitkan oleh App Annie awal pekan ini.

Aplikasi video milik perusahaan asal Cina itu mengalami lonjakan popularitas sangat signifikan, meskipun ada upaya dari pemerintah Amerika Serikat untuk melarangnya atau memaksa perusahaan untuk menjualnya ke perusahaan asal negeri Paman Sam jika ingin beroperasi di sana.

TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance yang berbasis di Cina, diyakini memiliki satu miliar pengguna di seluruh dunia termasuk lebih dari 100 juta pengguna yang berlokasi di Amerika Serikat, dan video pendeknya sangat populer di kalangan pengguna smartphone muda.

Presiden AS Joe Biden pada bulan Juni mencabut perintah eksekutif dari pendahulunya yang berusaha untuk melarang TikTok dan WeChat milik Cina dari pasar Amerika Serikat karena masalah keamanan nasional. Namun kemudian memilih untuk memerintahkan dilakukan adanya peninjauan potensi risiko layanan internet milik asing.

Sementara debat politik tentang sensasi berbagi cuplikan video bergolak, TikTok naik peringkat yang sebelumnya menjadi aplikasi keempat yang paling banyak diunduh pada tahun 2019 ke posisi teratas tahun lalu, menurut data App Annie.

Dalam perjalanannya, TikTok mampu menyalip Facebook dan dua raksasa internet asal Amerika yang mengirim pesan SMS dan WhatsApp. Popularitas TikTok pun juga telah mendorong aplikasi Instagram milik Facebook untuk menambahkan fitur video untuk bisa bersaing di kategori konten video pendek yang saat ini sedang tren dan digemari pengguna berusia muda.

Sementara TikTok bulan lalu mulai menambahkan fitur baru yang memungkinkan pengguna memposting video hingga tiga menit, tiga kali lipat dari batas sebelumnya untuk bisa menguasai pasar dan bersaing dengan para kompetitornya.

Di lain pihak, Facebook berpendapat bahwa lonjakan popularitas yang saat ini dialami TikTok, telah melemahkan klaim dari penegak antitrust di Amerika Serikat bahwa grup California mendominasi jejaring sosial.

Leave a Reply

Send this to a friend