Windows 10 Akan Bernasib Sama Seperti Windows 7

Windows 10 Akan Bernasib Sama Seperti Windows 7

NESABAMEDIA.COMWindows 10, yang awalnya dianggap sebagai terobosan revolusioner dari masa lalu Windows dalam hal layanan yang ditawarkan, mungkin akan mengakhiri karirnya dalam beberapa tahun ke depan seperti yang terjadi pada Windows 7. 

Masuknya Windows 11

Penyebabnya adalah Windows 11, yang dijadwalkan untuk debut pada tanggal 5 Oktober. Windows 11, yang akan memiliki model layanan yang sudah diatur sedemikian rupa, dengan pembaruan utama yang dikirimkan satu tahun sekali, akan menggantikan Windows 10 lama sebagai repositori yang baru.

Ketika memperkenalkan Windows 11 pada bulan Juni, Microsoft membuat beberapa poin penting untuk memberitahu pelanggan bahwa mereka masih akan merilis peningkatan fitur Windows 10 yakni versi 21H2 pada musim gugur ini. 

“Kami akan terus memberikan dukungan saat anda menggunakan Windows 10,” tulis Wangui McKelvey, manajer umum, Microsoft 365. 

Microsoft juga memberitahu pelanggan bahwa Windows 10 akan terus menerima dukungan hingga Oktober 2025.

Windows 10 21H2 akan menyertakan beberapa fitur atau fungsi baru, yang kuantitasnya sangat sedikit sehingga akan dilayani menggunakan mekanisme pembaruan bulanan daripada penggantian sistem operasi secara keseluruhan.

Di luar indikator kontinuitas ini, Microsoft tidak banyak bicara tentang bagaimana mereka akan melayani Windows 10 selama empat tahun ke depan. Apakah ini akan membatasi pembaruan untuk perbaikan keamanan bulanan? Apakah ada fitur baru yang muncul di pembaruan mendatang setelah 21H2? Semuanya tidak diketahui.

Microsoft harus melakukan sesuatu atas jangka waktu dukungan yang tersisa. Windows 10 21H2 Enterprise akan dihentikan pada bulan Mei 2024, kecuali ada perubahan kebijakan nantinya. Windows 10 21H2 Home dan 21H2 Pro habis masa dukungannya pada Mei 2023. 

Tentu saja, Microsoft dapat melakukannya dengan perubahan kebijakan nantinya. Jika tidak ingin merilis pembaruan fitur setelah 21H2 tahun ini, yang harus dilakukan oleh Microsoft adalah memindahkan tenggat waktu dukungan untuk berbagai SKU ke Oktober 2025.

Dalam hal ini tidak ada yang akan bisa menghentikan Microsoft untuk terus mengeluarkan pemutakhiran, bahkan jika pemutakhiran itu hanya menawarkan sedikit fungsionalitas atau fitur baru, untuk menutup celah dukungan itu. Jika demikian, pemutakhiran untuk pelanggan bisnis atau edukasi terakhir adalah 23H1, pemutakhiran Home/Pro terakhir 24H1, dan keduanya akan mengakhiri dukungan pada musim gugur 2025.

Apa Kabar Windows 7?

Tapi bukan itu yang banyak pengguna harapkan dari Microsoft. Terus terang, itu akan bertentangan dengan keinginan perusahaan.

Ketika produk tersebut tidak digunakan lagi, Microsoft biasanya juga akan mengakhiri pengembangan pada produk tersebut. Ketika Microsoft meluncurkan Internet Explorer (IE) baru, misalnya, mereka akan terus menambal versi sebelumnya, tetapi hal itu tidak bisa terus dilakukan karena sekarang IE sudah benar-benar menyedihkan. Pelanggan pun diharapkan untuk meningkatkan ke versi yang lebih baru.

Itulah yang hampir pasti akan terjadi pada Windows 10. 

Mengapa Microsoft melakukannya secara berbeda? Saat Windows 11 hadir, maka Windows 10 dianggap sudah mati, atau setidaknya berada di jalan buntu. Tentu Microsoft lebih memilih untuk memprioritaskan pengembangan terbaru mereka ke Windows 11, bukan 10.

Selama empat tahun ke depan, Windows 10 akan dilayani dengan pembaruan keamanan pada hari Selasa kedua setiap bulan. Tetapi bagaimana dengan penambahan fitur atau fungsionalitas? Itu adalah hal yang berbeda. 

Seperti itulah model yang digunakan di Windows 7, ketika mulai dihadirkan pada akhir 2009 hingga awal 2020, dan itulah model sejarah layanan OS yang diterapkan Microsoft hingga debut Windows 10 pada pertengahan 2015.

Ironisnya, pada tahun-tahun mendatang hal yang sama akan terjadi juga pada layanan Windows 10, ketika masa dukungan telah habis. Microsoft memberikan apa yang pengguna inginkan (penambahan masa dukungan) dalam bentuk edisi LTSB (Long-term Servicing Branch), yang kemudian diubah menjadi LTSC, dengan Channel menggantikan Branch. 

Dengan peluncuran Windows 11, Microsoft berusaha semaksimal mungkin mengatasi tekanan komersial, dengan mengurangi rilis peningkatan fitur menjadi satu rilis per tahun dan memperpanjang dukungan untuk versi bisnis dan edukasi hingga 36 bulan, sehingga admin IT dimudahkan dengan jangka waktu pembaruan sekali dalam dua tahun.

Bagi mereka yang masih tidak puas dengan bagaimana servis Windows bekerja, solusi sederhananya adalah tetap menggunakan Windows 10 dan pemeliharaan Windows 7-esque yang baru hingga musim gugur 2025, dan jika Microsoft memberikan dukungan yang diperpanjang.

Menariknya tidak ada yang tahu bagaimana pelayanan yang akan dihadirkan Windows 12 nantinya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend