Windows 10 Blokir PUA Secara Default Mulai Agustus Ini

Windows 10 Blokir PUA Secara Default Mulai Agustus Ini

NESABAMEDIA.COMMicrosoft Defender dan Microsoft Edge di Windows 10 kini akan secara otomatis memblokir aplikasi yang mungkin tidak diinginkan (PUA) sebagai pengaturan default mulai bulan ini. Mulai dengan Windows 10 versi 2004, pembaruan bulan Mei 2020, Microsoft menambahkan sebuah pengaturan “Aplikasi yang mungkin tidak diinginkan” baru di sebagai bagian dari sistem keamanan Windows yang menyebabkan Microsoft Defender memblokir jenis aplikasi semacam ini.

Sejak diluncurkan, fitur ini telah dinonaktifkan secara default, namun mulai bulan ini, Microsoft akan mulai memblokir PUA ketika terdeteksi di komputer pengguna secara otomatis.

“Mulai awal Agustus 2021, kami akan mulai mengaktifkannya secara default untuk memudahkan pengguna dalam menjaga kinerja sistem sebaik mungkin,” kata Microsoft dalam sebuah pengumuman di buletin dukungan kemarin.

Pengguna Windows 10 yang tidak ingin memblokir PUA secara default, dapat mematikan fitur ini dengan membuka halaman pengaturan Windows Security, klik pada App & Browser Control dan memilih pengaturan perlindungan berbasis reputasi. 

Pada halaman pengaturan perlindungan berbasis reputasi, pengguna bisa mematikan pengaturan pemblokiran aplikasi yang mungkin tidak diinginkan tersebut.

Jika aktif, sistem akan mengaktifkan fitur pemindaian dan pemblokiran PUA bawaan Microsoft Defender. “Blokir Unduhan” akan mengontrol apakah pengaturan blokir aplikasi yang mungkin tidak diinginkan itu diaktifkan di browser Microsoft Edge yang baru. Ketika diaktifkan, SmartScreen akan memblokir PUA dan PUP saat diunduh. 

Perubahan ke pemblokiran otomatis ini bermanfaat bagi semua pengguna Microsoft Defender karena selama ini program yang ditandai sebagai PUA atau PUP harus diklasifikasikan sebagai malware karena mereka melakukan perilaku berbahaya di komputer. 

Namun, karena masalah tertentu, banyak perusahaan dan organisasi yang tidak memblokirnya secara otomatis atau malah mengabaikannya. Dengan Microsoft secara otomatis memblokir PUA, ini dapat mendorong industri keamanan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memblokir aplikasi yang tidak diinginkan ini.

Lebih lanjut, PUA atau Potentially Unwanted Applications seperti namanya adalah aplikasi yang mungkin tidak diinginkan pengguna, yang sebenarnya bukan berarti sebuah malware. Mereka biasanya dibuat oleh badan hukum yang sah yang melewati batas dari apa yang dianggap sebagai perangkat lunak pada umumnya. Dalam banyak kasus aplikasi itu melakukan hal yang tidak diinginkan di komputer.

Program-program semacam ini biasanya berbentuk sebuah ekstensi browser, adware, program yang mengirim data penggunaan tanpa izin, pembersih sistem Windows dan program antivirus yang terdeteksi false positif dan program yang tidak menyediakan fungsionalitas yang dijanjikan.

Leave a Reply

Send this to a friend