Youtube Akan Sembunyikan Jumlah Dislike di Video

Youtube Akan Sembunyikan Jumlah Dislike di Video

NESABAMEDIA.COMYoutube selama ini dikenal begitu sering melakukan uji coba fitur-fitur baru, terlepas dari apakah pembaruan tersebut merupakan hasil usulan yang populer di kalangan penggunanya.

Uji coba sebuah fitur baru kali ini, mungkin akan menimbulkan komentar negatif dari para pengguna, yang akan memberikan dampak besar dalam memberikan rating ke sebuah video. Dalam beberapa pekan ke depan, Youtube akan mulai bereksperimen dengan menyembunyikan jumlah dislike dari tampilan halaman video.

Tujuan Youtube dalam menyembunyikan jumlah dislike di sebuah video itu disebut bertujuan untuk membantu mencegah terjadinya kampanye negatif yang ditargetkan kepada kreator yang bersangkutan. 

Seperti yang sudah dijelaskan di halaman dukungan situs resmi mereka, ikon dislike yang baru akan menggantikan jumlah orang-orang yang melakukan dislike. Youtube akan menggantinya dengan sebuah label umum “Dislike”, sementar tombol untuk Like tetap tidak akan mengalami perubahan. 

Lebih lanjut, pengujian yang dilakukan tidak akan menghilangkan fungsi utama dari tombol dislike itu sendiri. Yang dilakukan adalah lebih pada menyembunyikan jumlah dislike dari tampilan publik, sementara kreator video masih bisa mengetahui jumlah orang yang melakukan dislike melalui halaman Youtube Studio. 

“Sebagai respon dari feedback yang diungkapkan para kreator kampanye dislike yang tertarget, kami menguji beberapa desain baru yang tidak menunjukkan jumlah dislike ke publik. Jika anda menjadi bagian dari eksperimen kecil ini, anda mungkin akan melihat salah satu desain ini dalam beberapa minggu mendatang (contoh di bawah),” bunyi pemberitahuan dari pihak Youtube. 

Ini mungkin akan menjadi sebuah fitur yang paling ditunggu oleh para konten kreator Youtube, namun di sisi lain akan mengganggu para penonton. Salah satunya adalah mungkin ketika mencoba mencari video tutorial di Youtube, jumlah like dan dislike ini biasanya dijadikan patokan apakah tutorial yang diberikan benar-benar berfungsi atau hanya spam semata. 

Jika hal ini benar-benar dilakukan oleh Youtube, maka akan membatasi para penonton untuk mengetahui apakah sebuah video itu memiliki kualitas rendah atau berisi informasi palsu atau tidak. Namun di sisi lain, kampanye negatif dengan melakukan dislike massal karena masalah yang menyangkut si konten kreator, juga menjadi hal yang perlu untuk dipertimbangkan. 

Tags:

Leave a Reply

Send this to a friend