5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Making Indonesia : 4.0

Saat ini Indonesia telah memasuki Revolusi 4.0. Dimana setiap perusahaan harus menerapkan Internet of Things pada pembuatan atau pemasaran produk mereka. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0.

Pemerintah juga sudah sigap mengenai tumbuh kembang industri digital di Indonesia agar mampu bersaing di internasional. Hal apa sajakah yang perlu kita tahu tentang Making Indonesia : 4.0 ?Tahap revolusi Industri

1. Tahap revolusi Industri

tahapan industri

Image : MajalahICT

Tahapan revolusi industri pertama kali atau revolusi 1.0 yaitu  dengan penggunaan uap untuk menggerakan mesin yang berbahan bakar kayu atau batu bara. Revolusi ini terjadi di Inggris pada abad ke -18.

Revolusi ini juga ditandai dengan masih dipergunakannya alat kuno seperti alat tenun mekanis pertama pada tahun 1784. Pada tahap ini tenaga manusia dan hewan pada zaman tersebut digantikan oleh tenaga mesin. Pada zaman tersebut terjadinya banyak pengangguran tapi produksi berlipat ganda.

Tahapan yang kedua yang biasa di sebut dengan revolusi 2.0 ini terjadi pada abad ke-20. Pengenalan produksi massal berdasarkan pembagian kerja pada saat itu mulai diterapkan.

Lini produksi pertama melibatkan rumah potong hewan di Cincinati pada 1870. Dan revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan teknik baru berupa mesin nermotor yang berbahan bakar listrik dan bensin. Tahapan ketiga atau revolusi 3.0 yaitu ditandai dengan dimulainya penggunaan elektronik dan teknologi informasi guna otomatisasi produksi.

Debut revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan pengontrol logika terprogram pertama (PLC), yakni modem 084-969. Sistem otomatisasi berbasis komputer ini membuat mesin industri tidak lagi dikendalikan manusia. Dampaknya memang biaya produksi menjadi lebih murah. Dan revolusi ini dibentuk pada tahun 1970.

Yang keempat yaitu revolusi 4.0, dimana pada revolusi ini menggunakan Cyber-Physical Systems. Pada revolusi industri kali ini menekankan pada Artificial Intelligence atau biasa disebut degan Kecerdasan Buatan.

Seperti ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

2. Jerman Inspirasi Indonesia Kembangkan Revolusi Industri 4.0

industri jerman

Image : WartaEkonomi

Mobile supercomputing yang ada di mana-mana. Intelligent robots, Self-driving cars, Neuro-technological brain enhancements dan Genetic editing. Bukti perubahan dramatis ada di sekitar kita dan itu terjadi dengan kecepatan eksponensial.

Profesor Klaus Schwab, Pendiri dan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia, telah menjadi pusat urusan global selama lebih dari empat dekade. Dia yakin bahwa kita berada di awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara kita hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain, yang dia jelajahi dalam buku barunya, The Fourth Industrial Revolution.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan Pemerintah untuk melakukan revolusi industri digital adalah untuk meningkatkan dan mendongkrak perekonomian negara. Sebab salah satu faktor yang mendongkrak perekonomian adalah pengembangan sektor industri.

Salah satu yang menjadi Benchmark dari pengembangan revolusi industri digital adalah negara Jerman. Menurutnya, Jerman yang merupakan negara industri berhasil menggunakan teknologinya dengan baik.

Lewat revolusi digital, Jerman berhasil mendorong sektor manufakturnya. Sejak saat itu pula Kemenangan menjadi negara yang sektor industrinya diperhitungkan di dunia.

3. Perusahaan yang fokus pada di revolusi 4.0

perusahaan 4.0

Imade : BisnisPractice

Pada era revolusi industri 4.0 berdampak baik secara langsung maupun tidak secara langsung terhadap ekonomi di Indonesia. Dampak langsung yang akan dirasakan yaitu berupa revitalisasi di sektor manufaktur.

Sedangkan dampak tidak langsungnya, yaitu meningkatnya kekuatan keuangan negara, peningkatan belanja negara, serta peningkatan investasi dan pasar tenaga kerja lebih baik.

Ada lima sektor industri yang menjadi fokus pemerintah dalam penerapan revolusi industri ke-4 ini. Pertama, industri makanan dan minuman dengan target menuju kekuatan besar di ASEAN. Kedua, industri tekstil dan busana guna menuju target menjadi produsen functional clothing terkemuka.

Ketiga, industri otomotif dengan sasaran menjadi pemain terkemuka dalam ekspor kendaraan berjenis mesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE) dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Keempat, industri kimia di mana targetnya menjadikan Indonesia sebagai pemain unggul di industri biokimia. Dan kelima, industri elektronik yang akan mengembangkan kemampuan pelaku industri domestik.

4. Profesi baru akan muncul pada era ini

profesi baru

Image : Plukmel

Dengan semakin majunya teknologi, maka kegiatan perindustrian di Indonesia juga harus mengikuti kemajuan teknologi yang ada. Dalam hal ini, profesi baru yang akan dibuat adalah terkait dengan pengembangan internet of things, antara lain professional triber, cloud architect, industrial network engineer, machine learning scientist, platform developer, virtual reality design, remote health care, robotics specialist, dan cyber security analyst. Sesuai dengan konsep revolusi 4.0 yaitu, Internet of things.

5. Peranan pemuda pada Industri 4.0

start up

Image : Berdesa

Sebagai anak muda bangsa kita harus mengikuti perkembangan digital maupun non digital. Dimana kita harus mempelajari yang namanya revolusi industri pada era saat ini, sebagai contoh  agar kita di dunia kerja tidak merasa bingung ketika disuruh menyelesaikan suatu hal menggunakan alat yang sudah disediakan perusahaan.

Dan sebagai anak muda kita harus menguasai yang namanya teknologi informasi, agar kemampuan internet yang sudah dibentuk dapat diintegrasikan dengan lini produksi di industri.

Pada era industri 4.0, para pemuda diharapkan dapat membuat start-up dalam bidang apapun agar dapat menjadi sebuah wirausaha yang sukses. Dan diharapkan dengan adanya start-up yang di bangun oleh pemuda Indonesia, dapat menjadi wadah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia yang lainnya.

Dengan begitu, jumlah pengangguran di Indonesia dapat terselesaikan. Seperti yang kita ketahui start-up yang terkenal dan dapat mempekerjakan ribuan masyarakat di Indonesia yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia dan BukaLapak.

Dari 5 hal diatas dapat disimpulkan bahwa, sebagai anak muda kita harus peka terhadap perkembangan industri yang dibentuk oleh pemerintah agar kita dapat menjadi lulusan maupun tenaga kerja yang ahli dibidangnya.

Dan jika kalian memiliki ide untuk membuat start-up atau mungkin kalian sedang mengembangkan sebuah start-up, haruslah pantang menyerah. Karena pemerintah telah membuka wadah untuk menampung seluruh ide-ide start-up tersebut.

Leave a Reply

Send this to a friend