Twitter

Abouammo, Mantan Karyawan Twitter Terancam 20 Tahun Penjara

NESABAMEDIA.COM – Ahmad Abouammo yang pernah bekerja di Twitter, kini harus menghadapi masalah akan ancaman penjara hingga 20 tahun. Setelah kedapatan dan diduga memata-matai pemerintah Arab Saudi. Laporan menunjukkan bahwa proses pengadilan akan diserahkan di San Fransisco, Rabu (10/08).

Selasa kemarin, Abouammo telah diberi tuduhan atas kegiatan yang memata-matai pemerintah Arab Saudi. Di mana telah diserahkan di pengadilan San Fansisco, dan akan menghadapi tahapan lanjutan atas keputusan hakim beberapa hari ke depan.

Selain itu, Abouammo juga terancam hukuman berat yang membuat sebuah konspirasi dari dugaan pencucian uang, penipuan, dan memalsukan sebuah catatan penting. Tuduhan diberikan ini cukup berat, serta meruak reputasi dari Abouammo itu sendiri.

Ahmad Abouammo

Ahmad Abouammo

Sebelumnya, Abouammo telah lama bekerja sebagai karyawan di Twitter. Dia telah bekerja dengan mendedikasi pengetahuannya untuk menolong mempromosikan dan menonjolkan akun Twitter Timur Tengah dan Afrika Selatan, khususnya akun-akun pemerintahan.

Bagaimana pun juga, Abouammo memiliki akses untuk dapat mengetahui akses surel, nomor ponsel, hingga tanggal lahir pengguna yang memberikan kritikan kepada pemerintah Arab Saudi. Seperti yang banyak diketahui, bahwa platform Twitter memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menyuarakan opini mereka.

Abouammo diketahui telah menyimpan dan memberikan data pengguna tersebut kepada Arab Saudi, khususnya bagian pemerintahan di tahun 2014 sampai dengan 2015. Data yang dia kirimkan tersebut, membuat Abouammo menerima hadiah khusus.

Pada akhirnya, tindakan yang dilakukan oleh Abouammo ini memunculkan tuduhan bahwa dia menjadi mata-mata dari negara Arab Saudi. Karena, memberikan data pengguna yang memberikan kritikan kepada pemerintahan.

Di 2019, pengadilan juga mendenda Abouammo dan mantan karyawan Twitter lainnya, Ali Alzabarah atas praktik pengintaian yang telah mereka berdua lakukan. Kemudian, pengadilan memberikan denda yang lebih tinggi pada 2020 kemarin. Tahun 2021 kemarin, aktivis Hak Asasi Manusia, Ali Al-Ahmed menuntut Twitter untuk memberikan perlindungan atas data penggunanya yang dirasa masih bisa ditingkatkan.

Dilansir dari The Verge, yang dikutip dari Bloomberg menyatakan bahwa Abouammo bekerja dengan Mohammed bin Salman, yang sekarang menjadi raja di Arab Saudi, untuk menekan pada pembangkang negara dengan kritikan yang diberikan kepada pemerintah.

Abouammo merasa bahwa dia melakukan pekerjaannya dengan baik, dan menyalahkan Twitter yang tidak dapat memberikan keamanan yang baik untuk menyimpan data pengguna.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend