Chipset Samsung Exynos 2100 Qualcomm Snapdragon 888 Apple A14 Huawei Kirin 9000

Adu Tangguh Exynos 2100 vs Kirin 9000 vs Snapdragon 888 vs A14 Bionic

NESABAMEDIA.COMTerkait dengan pengumuman soal chipset terbaru buatan Samsung yakni Exynos 2100, maka daftar prosesor andalan untuk smartphone flagship yang akan diproduksi tahun ini, sepertinya sudah lengkap. Samsung Exynos 2100 akan bergabung dalam persaingan bersama Qualcomm Snapdragon 888, Huawei Kirin 9000 dan Apple A14 Bionic. 

Lalu seperti apa performa yang ditawarkan masing-masing chipset tersebut?

Sebelum lebih jauh membahas soal perbandingan di antara prosesor tersebut, perlu diketahui juga bahwa chipset tersebut memiliki sejumlah kesamaan satu sama lain. 

Pertama adalah mereka terbuat dengan proses cutting edge 5nm EUV. Sebuah teknik produksi baru oleh Samsung dan TSMC yang menghasilkan ukuran transistor yang lebih kecil dari yang pernah ada sebelumnya. Sehingga mampu memberikan efisiensi tenaga yang lebih baik, namun dengan kepadatan yang lebih besar. Pada akhirnya akan berpengaruh pada peningkatan kemampuan chipset, performa dan ketahanan baterai. 

Persamaan kedua adalah sama-sama bisa disandingkan dengan modem 5G. Namun sedikit berbeda ada pada Apple A14 Bionic, di mana chipset itu telah terintegrasi secara khusus dengan modem 5G di dalamnya. 

Perbandingan Chipset

Salah satu poin paling menonjol dari perbandingan antara chipset itu adalah yang terjadi Exynos 2100 dengan Snapdragon 888. Samsung dan Qualcomm keduanya turut berpartisipasi dalam program ARM CXC, yang memungkinkan keduanya untuk menggunakan CPU Cortex-X1. Keuda chipset itu juga mengusung Cortex-A78 dan empat Cortex-A55s. 

Namun, Samsung lebih agresif dalam menerapkan CPU Clock, yang menguntungkan dalam hal performa saat digunakan sehari-hari. Namun secara keseluruhan masih banyak yang bisa dimainkan selain CPU Clock, seperti sistem cache yang bisa mempengaruhi kinerja. Selain itu, dengan hilangnya Mongoose kustom dari Samsung, bisa diperkirakan kinerja dan keseimbangan energi tidak akan jauh berbeda antara Exynos 2100 dengan Snapdragon 888. 

Parameter awal di sisi lain juga menunjukkan bahwa Cortex-X1 lebih baik daripada M5 generasi terbaru Samsung, sehingga kemungkinan Snapdragon akan lebih unggul dalam hal ini.

Beralih ke Huawei Kirin, CPU Cortex-A77 lama ini bisa menawarkan clock yang lebih tinggi, yang mungkin bisa membantu menutup kekurangan dari generasi terakhirnya. Meski Cortex-X1 sejauh ini merupakan core yang lebih kuat untuk penggunaan single-thread. Begitu juga dengan core CPU kustom Apple, Firestorm yang masih tetap berada di depan, setidaknya untuk single-core. 

Ada klaim yang cukup menarik saat membahas performa grafis. Samsung mengklaim bahwa Exynos 2100 memiliki fitur GPU Boost yang mampu meningkatkan performa grafis hingga 40 persen lebih baik, berkat dukungan dari ARM Mali-G78 14-core.

Namun meski demikian, hal itu masih cukup rendah jika dibandingkan dengan yang dimiliki Kirin 9000 dengan ARM Mali-G78 24-core. Huawei sendiri mengklaim bahwa chipset mereka bisa meningkatkan 52 persen performa yang lebih baik, jika dibandingkan dengan Qualcomm Snapdragon 865 Plus. 

Sementara Qualcomm menyebut bahwa Snapdragon 888 miliknya menawarkan 35 persen peningkatan performa grafis dibandingkan dengan Snapdragon 865 sebelumnya. Secara teori, maka Snapdragon akan lebih unggul dibandingkan Exynos 2100 ataupun Kirin 9000 untuk masalah performa grafis. 

Hal yang berbeda justru dialami oleh Apple A14 Bionic, yang menawarkan peningkatan performa lebih kecil dibandingkan tiga chipset di atas. A14 Bionic diklaim mengalami peningkatan sebesar 8 persen dibandingkan dengan A13. 

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend