Apple iPhone 12 Mini

Akankah Apple iPhone 12 Mini Bisa Jadi Tren Baru di Pasar Smartphone Android Berukuran Kecil?

NESABAMEDIA.COMSmartphone berukuran kecil bukan berarti harus memiliki kemampuan lebih rendah daripada smartphone dengan ukuran lebih besar. Tidak ada aturan bahwa spesifikasi kelas atas harus dipasang pada smartphone dengan ukuran layar yang besar. Hal ini ditampilkan secara jelas dengan kehadiran Apple iPhone 12 Mini.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, smartphone terbaru terus hadir dengan ukuran yang terus membesar, khususnya dalam lima tahun terakhir ini. Pabrikan pun cenderung melupakan smartphone berukuran kecil yang pas di tangan, di mana pengguna bisa menjangkau setiap sudut sisi layar hanya menggunakan satu tangan saja.

Sebaliknya, pabrikan smartphone terus melakukan pengembangan dan menghadirkan smartphone dengan ukuran layar yang besar, kamera besar, guna memanfaatkan teknologi terbaru.

Memang ada banyak sekali keunggulan dari smartphone berukuran besar, namun di sisi lain telah memangkas market share secara signifikan. Misalnya, bisa diandaikan ketika memiliki smartphone berukuran besar namun dengan kondisi telapak tangan yang kecil? Secara pasti berapa jumlah orang yang menginginkan smartphone dengan ukuran kecil memang belum jelas, namun lebih sering kita mendengar pengguna yang menginginkan smartphone yang muat di kantong.

Apple pun memperkenalkan iPhone 12 Mini, sebuah smartphone berukuran kecil namun memiliki spesifikasi seperti iPhone 12. Sejumlah pihak pun sepakat jika hal ini bisa memunculkan tren baru para pabrikan untuk menghadirkan smartphone berukuran kecil. Jadi, seberapa besar kecenderungan pasar untuk hadir dalam pasar ini?

Perangkat smartphone iPhone buatan Apple memang tidak terlalu menjadi pionir dengan menghadirkan inovasi teknologi dan fitur baru, namun lebih sering memberikan dampak besar di pasar smartphone. Misalnya, iPhone 7 yang keluar dari tren mainstream dengan menghilangkan colokan headphone 3.5mm. 

Langkah Apple itu dianggap sangat berani, dan kemudian banyak pabrikan smartphone Android yang mengikuti langkah Apple itu di tahun-tahun berikutnya. Dan kini, mayoritas smartphone terbaik, telah kehilangan colokan headphone 3.5mm. Langkah Apple itu mampu mendobrak pasar, dan dianggap sangat benar guna menyediakan ruang lebih luas, seperti untuk baterai. 

Jadi, apakah hadirnya iPhone 12 Mini bisa kembali mendobrak pasar dan menjadi tren baru di pasar smartphone Android untuk beberapa bulan ke depan, atau mungkin di tahun-tahun mendatang? 

Seorang pakar mengatakan mungkin saat ini masih ada keraguan pada pabrikan untuk membuat sebuah smartphone berukuran mini untuk jajaran flagship mereka. Namun jika melihat terobosan yang dilakukan Apple di tahun-tahun sebelumnya, dan melihat dari bagaimana kesuksesan yang bisa diraih oleh iPhone 12 Mini, diyakini pabrikan lain akan terdorong untuk ikut menciptakan smartphone berukuran kecil. 

Bukanlah hal yang pertama kali terjadi, di mana pabrikan ternama yang menghadirkan spesifikasi kelas atas pada ukuran yang kecil. Misalnya bisa melihat di saat Sony menghadirkan Xperia Z Compact, yang menawarkan spesifikasi setara dengan flagship namun dengan ukuran perangkat lebih kecil.

Sony Xperia Z Compact

Sony Xperia Z Compact

Meski pada akhirnya smartphone milik Sony itu tidak begitu moncer di pasaran, namun setidaknya perusahaan bisa menjadi yang pertama dalam menghadirkan smartphone berukuran kecil dengan spesifikasi mirip pada smartphone besar. 

Bukan berarti juga bahwa smartphone berukuran kecil itu tidak laku di pasaran. Entah karena sistem marketing yang buruk atau yang lainnya, hingga sekarang Sony tidak mau mempublikasikan penyebabnya.

Sejauh ini dari sejumlah bocoran smartphone yang akan hadir memang belum menunjukkan adanya pabrikan yang berniat mengeluarkan smartphone mini. Namun juga bukan berarti pasar Android tidak mau memproduksinya. Hanya waktu yang bisa menjawabnya, dan kemungkinannya masih ada, karena pasar yang menginginkan smartphone kecil yang bisa terjangkau dengan satu tangan selalu ada.

Bambang

Pernah menjadi jurnalis dan juga Social Media Manager di Merdeka.com selama lebih dari 2 tahun, sebelum akhirnya mengerjakan sejumlah proyek website yang dioptimasi dan dimonetisasi Google Adsense. 

Kini sedang aktif dalam pembuatan konten Youtube dokumenter bertema sosial serta menjadi penulis konten untuk sejumlah website. 

Leave a Reply

Send this to a friend