20 Alat Musik Tradisional dan Daerah Asalnya Yang Perlu Diketahui

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali suku dengan budaya dengan ciri khasnya masing-masing, salah satunya adalah Alat Musik Tradisional. Alat musik merupakan sebuah media yang umumnya digunakan sebagai pengiring pertunjukan.

Mendapati sangat banyaknya jumlah alat musik tradisional, dapat kita simpulkan bahwasanya negara Indonesia sangat kaya akan kebudayaannya.

Ada berbagai jenis alat musik tradisional yang bisa kamu ketahui, artikel ini akan membahas tentang alat musik tradisional Indonesia.

20 Alat Musik Tradisional

Indonesia adalah negara yang memiliki bermacam kebudayaan yang unik dan menarik antara satu sama lain. Sehingga banyak sekali kebudayaan yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Kita mengetahui bahwa Indonesia memiliki 34 provinsi mulai dari sabang sampai merauke, dimana setiap daerah memiliki kesenian dan alat musik tradisional yang berbeda-beda. Mungkin jika dihitung jumlahnya bisa sampai ratusan, akan tetapi hanya beberapa saja yang populer. Berikut ini nama alat musik tradisional Indonesia dan asal daerahnya:

1. Angklung

Alat Musik Tradisional Angklung

Angklung adalah alat musik yang berkembang dalam masyarakat Sunda di Jawa Barat. Alat musik angklung merupakan alat musik multitonal atau bernada ganda. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara menggoyangkannya.

Sejak November 2010, angklung menjadi terdaftar sebagai alat musik tradisional Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO.

2. Sasando

Alat Musik Tradisional Sasando

Sadando adalah alat musik tradisional yang berasal dari NTT. Sasando dibuat dari banan daun lontar. Bentuk sasando mirip seperti harpa, cara memaikan sasando adalah dipetik. Sasando terkenal sejak konser WOW pada tahun 2013.

3. Serune Kale

Alat Musik Tradisional Serune Kale

Serune Kale merupakan jenis alat musik yang mengeluarkan bunyi aerofon. Serune Kale berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Jika kamu bisa memainkan seruling, kemungkinan besar kamu juga bisa memainkan serune kale.

4. Kolintang

Alat Musik Tradisional Kolintang

Kolintang adalah alat musik yang berasal dari Sulawesi Selatan. Bentuknya menyerupai barisan dari gong kecil yang disusun mendatar. Kolintang dimainkan bersama alat musik lain seperti drum dan juga gong besar. Alat musik satu ini juga dimainkan di Filipina dan Malaysia.

5. Pare’e

Alat Musik Tradisional Pare'e

Pare’e adalah alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Tengah, alat musik ini mempunyai bentuk seperti garpu tala. Pare’e berungsi sebagai alat perkenalan antar anggota kelompok masyarakat dan juga sekedar sebagai alat hiburan dikala santai saja.

Cara memainkan alat musik tradisional ini dengan dipukul-pukulkan pada telapak tangan. Kamu bisa memainkannya dengan duduk ataupun berdiri. Pare’e terbuat dari rotan dan buluh tui dan biasanya berwarna kecoklatan sesuai dengan warna bahan dasarnya.

6. Bonang

Alat Musik Tradisional Bonang

Alat musik Bonang Barung adalah salah satu perangkat alat musik dari gamelan Jawa. Alat musik bonang terbagi menjadi dua, yaitu Bonang barung dan Bonang penerus. Alat musik ini berasal dari Jawa Timur.

7. Panting

Alat Musik Tradisional Panting

Panting adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari wilayah Kalimantan Selatan. Panting merupakan alat musik khas adat setempat, yakni Suku Banjar. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik bagian senarnya untuk menghasilkan bunyi kordofon.

8. Keso

Alatt Musik Tradisional Keso

Keso merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Cara memainkan keso yaitu dengan cara digesek. Keso memiliki jenis bunyi Chordofan.

9. Gamelan

Alat Musik Tradisional Gamelan

Alat musik satu ini sering dijumpai di berbagai tempat dan acara, seperti restoran khas Jawa, pernikahan adat Jawa, dan acara-acara tradisional lainnya.

Gamelan merupakan alat musik yang berasal dari tanah Jawa. Cara memainkannya mudah, hanya cukup menggebuknya saja selayaknya drum, namun tanpa menggunakan bantuan stik.

10. Gendang Melayu

Gendang Melayu merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Bangka Belitung. Gendang Melayu terbilang unik karena akulturasi dari budaya Melayu, Muslim dan Tiongkok.

Alat musik ini terbuat dari kayu mahoni yang dilubangi bagian tengahnya. Pada bagian ujung dibuat lebih tipis agar memudahkan untuk dipasang dengan kulit kambing atau kerbau yang sudah dikeringkan dengan menggunakan anyaman rotan.

Gendang Melayu banyak digunakan untuk mengiringi tari-tarian, pertunjukan pencak silat dan upacara pernikahan. Cara memainkannya mirip seperti umumnya gendang yang sudah kita kenal. Gendang Melayu memiliki dua jenis, yakni Gendang Campak dan Gendang Hadrah.

11. Calung

Alat Musik Tradisional Calung

Calung adalah alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu. Alat musik ini dikenal dan berkembang di Banyumas dan Sunda.

Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, calung dimainkan dengan cara memukul bilah atau ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut tangga nada pentatonik. Ada dua bentuk calung yang dikenal, yakni calungantay dan calung jinjing.

12. Kendang

Alat Musik Tradisional Kendang

Kendang merupakan alat musik tradisional berasal dari Sunda namun ada beberapa yang mengatakan dari Jawa Timur. Kendang seringkali kita jumpai untuk mengiringi tarian-tarian tradisional, musik jazz dan kontemporer. Sudah banyak musisi Amerika Serikat menggunakan kendang sebagai alat musik pengiring.

13. Tifa

Alat Musik Tradisional Tifa

Tifa merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan. Alat musik yang berasal dari Papua.

14. Aramba

Alat Musik Tradisional Aramba

Aramba adalah alat musik yang berasal dari Pulau Nias. Cara memainkannya mudah, cukup dengan cara dipukul dengan alat pukulnya sendiri. Sebenarnya Aramba juga memiliki kemiripan dengan alat musik Gong yang berasal dari Pulau Jawa.

15. Bedug

Alat Musik Tradisional Bedug

Bedug merupakan sebuah alat musik yang terbuat dari kayu besar yang dilubangi bagian tengahnya sehingga menyerupai tabung, setelah itu lubang ditutup dengan menggunakan kulit binatang yang dikeringkan, bisa berupa kambing, sapi, kerbau dan banteng.

Bedug sendiri berasal India dan Tiongkok yang dibawa oleh mereka yang dahulunya pernah singgah ke Nusantara. Di tempat asalnya, bedug berfungsi sebagai alat komunikasi ritual keagamaan yang diletakkan di kuil-kuil.

Sedangkan di Indonesia yang mayoritas agamanya adalah Islam. Fungsi Bedug tersebut melebur dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masjid sebagai pertanda waktu sembahyang tiba.

Bedug mempunyai suara yang khas yaitu bernada berat sekaligus juga rendah sehingga bisa terdengar hingga jarak yang cukup jauh.

16. Kecapi

Alat Musik Tradisional Kecapi

Kacapi merupakan alat musik Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang Sunda atau Cianjuran.

17. Gong

Alat Musik Tradisional Gong

Gong merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Secara ukuran, Gong termasuk alat musik yang cukup besar. Cara memainkan alat musik ini dengan dipukul menggunakan alat pukul yang sudah dibuat secara khusus. Gong menghasilkan suara membranofon.

18. Jengglong

Alat Musik Tradisional Jengglong

Jengglong merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul dengan suatu alat. Alat musik ini berasal dari Jawa Barat.

19. Saluang

Alat Musik Tradisional Saluang

Saluang mirip dengan sebutan alat musik suling karena cara memainkannya sama, yaitu dengan cara ditiup.

Namun, Saluang berbeda dengan Suling karena hanya memiliki empat lubang yang digunakan untuk menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Makanya cara memainkannya pun juga lebih sederhana dibandingkan Suling.

Alat musik Saluang berasal dari Sumatera Barat. Konon katanya setiap pemain alat musik Saluang memiliki mantra tersendiri yang dapat menghipnotis penontonnya.

20. Bende

Alat Musik Tradisional Bende

Bende merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Lampung. Jika dilihat, alat musik ini sama dengan Aramba dan yang membedakan hanyalah warnanya saja.

Cara memainkannya yakni dipukul dengan alat pemukul khusus. Pada zaman dahulu, Bende berfungsi sebagai pertanda untuk berkumpul di alun-alun bahwa raja hendak mengumumkan sesuatu. Sekarang, fungsi Bende bergeser menjadi pengiring di acara kesenian lokal.

Leave a Reply

Send this to a friend