Apa Kata Ahli Menjelang Peluncuran Windows 11 Tanggal 5 Oktober Nanti

Apa Kata Ahli Menjelang Peluncuran Windows 11 Tanggal 5 Oktober Nanti?

NESABAMEDIA.COMTelah disampaikan secara resmi bahwa Windows 11 akan dirilis pada 5 Oktober 2021. Peluncuran tersebut dilakukan di tengah antusias sejumlah pihak, mereka yang dibingungkan dengan persyaratan minimal Windows 11, dan mereka yang sedih karena penundaan dukungan aplikasi Android.

Dengan semakin dekatnya peluncuran Windows 11, muncul pertanyaan. Bagaimana penundaan dukungan aplikasi Android akan mempengaruhi peluncuran nantinya? Apakah Windows 11 siap untuk debut Oktober dengan sukses? Para ahli pun membagikan pandangan mereka tentang masalah tersebut.

Di hari yang sama Microsoft memberikan tanggal rilis untuk Windows 11, mereka juga mengumumkan bahwa dukungan aplikasi Android tidak akan ada saat itu juga. Satu benang merah yang bisa diambil dari pernyataan para ahli adalah bahwa penundaan itu untuk menjamin dan memastikan peluncuran yang dilakukan bisa berjalan mulus, dan dukungan aplikasi Android di Windows 11 bisa benar-benar optimal ketika sistem operasi itu juga sudah jauh lebih baik dari sekarang.

Analis senior Anshel Sag dari Moor Insights & Strategy menyimpulkan pro dan kontra dari situasi ditundanya dukungan aplikasi Android saat ini. “Saya pikir soal dukungan Android lebih merupakan solusi jangka panjang untuk kekurangan aplikasi Windows. Dengan demikian, mengirimkan fitur yang memang belum sempurna, justru akan merusak persepsi dan mungkin minat para pengembang untuk mendukungnya.” Dia menegaskan bahwa penundaan lebih baik daripada pengiriman fitur yang rusak.

Wakil Presiden Gartner Steve Kleynhans memiliki komentar serupa dengan Sag ketika membahas kemungkinan penekanan Microsoft pada kualitas daripada kemanfaatan. “Jika dukungan Android muncul hanya sebagian, itu akan berdampak buruk pada Windows 11. Saya tidak akan terkejut jika Microsoft akan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di tahun depan dalam pratinjau daripada produksi.” 

Kleynhans menguraikan kompleksitas dalam menghadirkan dukungan aplikasi Android dan berhipotesis bahwa Microsoft akan menunggu untuk mengaktifkan fitur tersebut sampai dalam kondisi yang baik.

CEO CCS Insight Geoff Blaber juga menunjukkan sulitnya menghadirkan dukungan aplikasi Android itu. “Memberikan dukungan aplikasi Android dengan aman dan menghadirkan pengalaman pengguna yang memuaskan di berbagai perangkat yang sangat beragam adalah tugas yang rumit dan tidak mengherankan jika fitur ini tidak akan tersedia saat peluncuran.”

Bergantung pada siapa bertanya, penundaan dukungan aplikasi Android bisa menjadi merusak antusias dan kegembiraan atas rilis Windows 11 yang akan datang. Tetapi bagi banyak pengguna harian, elemen seperti itu tidak menjadi perhatian khusus. 

Dengan demikian, pertanyaannya pun berubah menjadi: Apa pendapat umum tentang bagaimana tampilan Windows 11 saat ini menjelang peluncurannya? Apakah itu terlihat seperti sebuah hal baru dan pengguna harus meningkatkan ke sistem operasi baru, atau apakah itu mirip situasi yang pernah terjadi dengan Windows 8?

Satu pemikiran umum di antara para ahli adalah bahwa tingkat penerimaan dan adopsi akan sangat bergantung pada jenis pengguna yang sedang dianalisis.

“Saya pikir pengguna tingkat lanjut masih akan mengadopsi Windows 11, tetapi mereka yang tidak tertarik dengan fitur-fitur baru cenderung tetap menggunakan Windows 10, terutama sejak peluncuran awal membuat begitu banyak pengguna berpikir sistem mereka tidak kompatibel,” kata Sag. 

Komentarnya menyoroti salah satu kekhawatiran besar dalam peluncuran Windows 11. Berapa banyak pengguna yang masih tidak yakin tentang apa itu TPM dan bagaimana hubungannya dengan mereka? Berapa banyak pengguna yang tidak tahu apakah CPU dan perangkat keras milik mereka akan bisa digunakan pada sistem operasi yang baru?

“Microsoft tidak begitu pandai dalam menyampaikan persyaratan TPM 2.0. Padalah keberadaan modul ini sebenarnya dirancang untuk menciptakan keamanan yang lebih baik dalam jangka panjang dengan memanfaatkan perangkat keras terbaru,” kata Wakil Presiden dan Analis Utama Forrester JP Gownder.

“Mereka dapat memperkuat tujuan itu. Mereka juga dapat menekankan fitur-fitur seperti integrasi Teams ke Windows 11, dengan begitu banyak upaya ‘back-to-office’ yang terhenti oleh varian Delta COVID, kami memiliki banyak pekerjaan jarak jauh yang masih dilakukan. Oleh karenanya pengguna membutuhkan fitur yang dapat membuat hidup mereka lebih mudah dalam kondisi semacam ini,” tambahnya.

Tak satupun dari para ahli meramalkan sesuatu yang terlalu luar biasa akan terjadi dengan satu atau lain cara pada tanggal 5 Oktober nanti. Windows 11 diatur untuk menjadi peningkatan yang mulus dan mudah bagi mereka yang merasa nyaman dengan Windows 10 dan tahu bahwa mereka memiliki komputer yang mampu meningkatkan ke sana. Meski Windows 11 diatur sebagai sistem operasi yang ditujukan kepada pengguna tingkat lanjut, bagi konsumen kebanyakan yang masih tidak yakin apa persyaratannya, mereka lebih memilih untuk menunggu.

Dalam hal ini, Blaber melihat manfaat untuk dukungan aplikasi Android yang akan datang setelah peluncuran. “Janji hadirnya dukungan aplikasi Android sebenarnya dapat membantu Microsoft mempertahankan minat dan keterlibatan di Windows 11 mengingat peluncuran yang mengejutkan ke perangkat yang ada,” katanya.

Leave a Reply

Send this to a friend