Faktor Produksi : Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya dalam Ekonomi

Pengertian Faktor Produksi

Faktor produksi adalah faktor-faktor yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan agar bisa melakukan kegiatan utamanya, baik menawarkan jasa atau memproduksi sebuah barang.

Faktor-Faktor Produksi

Ada beberapa jenis faktor produksi yang harus ada dalam sebuah proses menghasilkan barang atau jasa. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

Faktor Sumber Daya Alam

Faktor-Faktor Produksi

Faktor sumber daya alam atau faktor produksi alam adalah faktor penunjang kegiatan produksi yang sudah langsung ada dan tersedia di alam bebas.

Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor ini adalah tanah, air, hasil laut dan masih banyak lagi yang lainnya. Mengapa faktor sumber daya alam termasuk dalam faktor produksi? Hal ini dikarenakan beberapa barang yang berasal dari alam ini bisa menambah nilai jual dari sebuah barang atau jasa.

Faktor Tenaga Kerja

Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor tenaga kerja adalah faktor produksi yang akan mengelola sumber daya alam. Faktor tenaga kerja ini biasanya berupa tenaga dari manusia atau karyawan. Nama lain dari faktor tenaga kerja adalah faktor sumber daya manusia. Ada dua jenis pengelompokan sumber daya manusia, yakni berdasarkan sifat dan kemampuannya. Berikut ini penjelasannya:

1. Berdasarkan sifatnya

Jika digolongkan berdasarkan sifat sumber daya manusianya, ada dua jenis golongan yakni tenaga kerja secara jasmani dan tenaga kerja secara rohani.

Yang dimaksud dengan tenaga kerja secara jasmani adalah tenaga kerja yang bekerja menggunakan badan atau fisiknya saja. Pekerja yang melakukan aktivitasnya dengan fisik misalnya saja petani dan tukang becak. Mereka melakukan pekerjaannya menggunakan fisik dan mendapatkan upah atas pekerjaan tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan tenaga kerja rohani adalah pekerja yang menggunakan akal pikirannya untuk melakukan tugas. Contoh dari orang yang menjadi tenaga kerja rohani adalah guru dan pengacara. Mereka harus banyak berpikir sesuai dengan tugas mereka menjadi seorang tenaga kerja yang menggunakan pikiran atau rohani.

2. Berdasarkan kemampuannya

Dari penggolongan kemampuan ini, sumber daya manusia atau karyawan bisa dibagi lagi menjadi tiga golongan yakni tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja kasar.

Yang dimaksud dengan tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang pekerjaannya membutuhkan pendidikan. Seseorang baru bisa menjadi seorang tenaga kerja terdidik apabila sudah menempuh pendidikan di tingkat tertentu. Contoh dari pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja terdidik adalah guru dan dokter. Tentunya untuk bisa menjadi guru dan dokter harus menempuh pendidikan yang sesuai terlebih dahulu.

Golongan yang kedua adalah tenaga kerja yang terampil. Beberapa perusahaan tidak membutuhkan pekerja yang terdidik atau cerdas, karena mereka lebih membutuhkan tenaga kerja yang bisa mengikuti inovasi baru dari perusahaan. Mereka yang termasuk dalam tenaga kerja terampil biasanya mampu untuk belajar secara cepat.

Untuk bisa masuk dalam golongan tenaga kerja terampil, Anda harus memiliki skill atau kelebihan terlebih dahulu. Contoh dari tenaga kerja terampil adalah tukang rias dan penjahit. Mereka tidak akan membutuhkan ilmu yang terlalu dalam di bidang selain bidang pekerjaannya, karena yang mereka butuhkan adalah keterampilan tertentu.

Golongan yang ketiga adalah tenaga kasar. Orang yang tidak menjadi lulusan sekolah pendidikan tertentu dan tidak memiliki keterampilan akan masuk dalam jenis pekerja kasar. Mereka hanya perlu menuruti apa kata perintah atasan mereka. Biasanya, pekerja kasar ini akan banyak menggunakan tubuh dan tenaganya untuk melakukan pekerjaannya. Uang yang mereka dapatkan juga tidak berbentuk gaji, melainkan upah.

Faktor Modal

Faktor Modal

Setelah faktor sumber daya alam dan faktor tenaga kerja, ada faktor lainnya yang juga berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan sebuah perusahaan yakni faktor modal.

Seperti yang kita ketahui bersama, faktor modal menjadi kunci dari lancarnya kegiatan ekonomi dalam sebuah perusahaan. Apabila tidak ada modal yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaan, maka kegiatan produksi akan terhambat. Pengadaan barang dan jasa akan terganggu.

Ada beberapa jenis pembagian yang terdapat pada faktor modal, yakni:

1. Berdasarkan bentuknya

Ada dua jenis modal berdasarkan bentuknya, yakni modal konkret dan modal abstrak. Modal konkret adalah modal yang bisa dilihat secara langsung dalam sebuah proses produksi. Contoh modal konkret adalah buku dan komputer. Sedangkan modal abstrak tidak memiliki bentuk yang bisa dilihat secara kasat mata, misalnya saja hak merek dan hak paten.

2. Berdasarkan sumbernya

Berdasarkan sumber, ada dua jenis modal yakni modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri adalah modal yang asalnya dari sebuah perusahaan, baik harta bersama atau harta pribadi. Sedangkan yang dimaksud dengan modal asing adalah modal yang sumbernya dari pinjaman bank atau luar perusahaan. Perusahaan bisa menambahkan uang dari modal asing apabila dibutuhkan saja.

3. Berdasarkan kepemilikannya

Ada dua jenis modal apabila digolongkan berdasarkan kepemilikannya, yakni modal individu dan modal umum. Modal individu adalah modal yang sumbernya dari satu orang saja atau perorangan. Sumber dari modal individu ini adalah hasil pendapatannya. Contoh dari modal individu adalah bunga tabungan dan juga sewa yang didapatkan atas harta yang dimiliki.

Sedangkan yang dimaksud dengan modal umum adalah modal yang asalnya dari pemerintah. Modal inilah yang digunakan untuk kepentingan bersama, seperti yang ada di pasar atau tempat umum lainnya.

4. Berdasarkan sifatnya

Ada dua jenis modal apabila digolongkan berdasarkan sifatnya, yakni modal lancar dan modal tetap. Modal tetap adalah sebuah modal yang masih akan tersedia apabila digunakan secara berulang-ulang, misalnya saja mesin jahit atau komputer.

Sedangkan yang dimaksud dengan modal lancar adalah modal yang hanya bisa digunakan sekali, contohnya saja bahan baku produksi. Kedua jenis modal ini harus ada dalam perusahaan. Tentunya agar kegiatan produksi selalu berjalan dengan lancar.

Faktor Kewirausahaan

Faktor Produksi Kewirausahaan

Faktor ini merupakan faktor yang penting dalam sebuah perusahaan. Semua proses yang dilakukan oleh perusahaan harus berjalan lancar, maka dari itu dibutuhkan rencana yang matang. Berikut ini adalah 4 hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha apabila ingin menjalankan usahanya:

1. Planning

Planning adalah perencanaan. Sebelum melakukan sebuah proyek, menawarkan jasa atau membuat produk, setiap perusahaan pasti memiliki planningnya masing-masing.

Perusahaan akan merencanakan hal-hal tersebut dengan matang dan menetapkan tujuan yang harus dicapai. Pemikiran modal dan juga penyusunan strategi juga dilakukan dalam planning ini. Apabila sebuah perusahaan gagal memenuhi planningnya, maka fungsi yang lain tidak akan bisa terwujud.

2. Organizing

Organizing adalah pengelolaan dari sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Tujuan dari melakukan organizing dalam perusahaan ini adalah untuk mewujudkan cita-cita perusahaan yang sudah terstruktur.

3. Actuating

Actuating adalah pengarahan atau bimbingan yang dilakukan oleh perusahaan kepada pekerja. Tujuan dari melakukan actuating ini adalah untuk memberikan motivasi kepada semua tenaga kerja agar selalu melakukan job descnya dengan baik. Apabila semua tenaga kerja bekerja dengan baik, maka rencana perusahaan juga tidak akan menjadi kacau.

4. Controlling

Controlling adalah tindak pengawasan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan apakah pekerja dan tugasnya berjalan dengan baik atau sesuai bagiannya masing-masing. Fungsi ini tidak harus dilakukan langsung oleh direktur, bisa melalui supervisor di tiap-tiap divisi pekerjaan.

Itulah penjelasan mengenai faktor produksi yang meliputi pengertian, jenis-jenis dan masing-masing contoh faktor produksi yang perlu Anda ketahui dalam dunia ekonomi. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!

Leave a Reply

Send this to a friend