Kenali Struktur Teks Eksplanasi dan Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Eksplanasi sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu explanation yang berarti penjelasan. Berdasarkan arti tersebut, kita dapat mengartikan teks eksplanasi sebagai teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena atau peristiwa, bisa berupa fenomena alam, pengetahuan, sosial, maupun budaya.

Contoh teks eksplanasi yang sering kita temui misalkan adalah teks yang berisi proses terjadinya gunung meletus, proses terjadinya hujan, banjir, gempa bumi, dan lain sebagainya. Kamu akan sering menemui jenis teks ini di buku-buku seperti sains, geografi, atau sejarah.

Di dalam teks eksplanasi, kamu akan mendapatkan informasi secara detail mengenai proses terjadinya fenomena tersebut. Dalam setiap fenomena yang terjadi di sekitar kita, pasti ada runtutan sebab-akibat, baik peristiwa sebelumnya yang menyebabkan fenomena itu terjadi maupun peristiwa setelahnya yang diakibatkan dari fenomena tersebut.

Nah, di pembahasan kali ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai struktur teks eksplanasi beserta ciri-ciri dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi.

Struktur Teks Eksplanasi

Struktur Teks Eksplanasi

Secara umum, struktur dalam teks eksplanasi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan intepretasi.

1. Pernyataan Umum

Teks eksplanasi akan diawali oleh pernyataan umum yang terletak di paragraf pertama. Di bagian pernyataan umum, kamu akan mendapat gambaran umum mengenai fenomena yang akan di bahas dalam teks eksplanasi tersebut, misalnya mengenai proses keberadaannya dan proses terbentuknya. Bagian ini harus bersifat ringkas, padat, dan jelas supaya pembaca ingin tahu lebih jauh mengenai detail peristiwa tersebut.

2. Deretan Penjelas

Di bagian deretan penjelas, kamu akan mendapat informasi detail mengenai fenomena yang dibahas. Deretan penjelas bisa terdiri lebih dari satu paragraf. Di sini juga akan dijelaskan urutan peristiwa pra dan pasca fenomena tersebut. Misalkan peristiwa yang menyebabkan  terjadinya fenomena tersebut, bagaimana fenomena terjadi, dan peristiwa/akibat yang ditimbulkan dari adanya fenomena tersebut.

3. Intepretasi

Dan struktur yang terakhir adalah intepretasi. Sesuai dengan namanya, intepretasi sendiri merupakan kesimpulan atau tanggapan penulis mengenai peristiwa yang telah terjadi. Dalam teks eksplanasi, sebenarnya bagian intepretasi bersifat opsional atau pilihan. Jadi, boleh tidak dicantumkan.

Untuk memperkuat pemahaman kalian mengenai struktur teks eksplanasi, di sini kami juga sudah menyediakan contoh teks eksplanasi mengenai proses terjadinya gunung meletus dan struktur teksnya:Struktur Teks Eksplanasi dan Contohnya

Pernyataan Umum

Di sini akan dijelaskan apa itu gunung meletus dan gambaran umum mengenai proses terjadinya gunung meletus.

Gunung meletus merupakan suatu peristiwa alam yang terjadi ketika magma di dalam gunung berapi  menembus permukaan bumi. Gunung berapi sendiri merupakan istilah yang kita gunakan untuk menyebut sistem saluran magma di dalam bumi.

Meletusnya gunung merapi dipicu oleh aktivitas-aktivitas di sekitar ruang magma yang menyebabkan tekanan di dalam ruang magma meningkat. Apabila ruang magma tidak mampu lagi menahan tekanan, maka magma di dalamnya akan disemburkan keluar hingga terjadilah proses yang kita sebut gunung meletus.

Deretan Penjelas

Di bagian ini dijelaskan penyebab-penyebab terjadinya gunung meletus dan bagaimana proses terjadinya dengan penyajian yang lebih detail. Selain itu, dijelaskan pula akibat yang ditimbulkan dari peristiwa gunung meletus.

Meningkatnya tekanan di dalam ruang magma bisa dipicu oleh tiga hal, yaitu aktivitas di atas, di bawah, atau di dalam ruang magma sendiri. Contoh aktivitas di bawah ruang magma yang mengakibatkan tekanan meningkat yaitu ketika terjadi tubrukkan antar-lempeng di bawah ruang magma.

Tubrukkan lempeng tersebut dapat menyebabkan masuknya magma dari dalam mantel bumi ke dalam ruang magma. Masuknya magma baru  ini akan menyebabkan volume magma di dalam ruang magma meningkat. Meningkatnya volume magma akan menyebabkan tekanan di dalam ruang magma meningkat.

Aktivitas di atas ruang magma yang dapat memicu terjadinya gunung meletus yaitu ketika terjadi penurunan kerapatan bebatuan penutup saluran magma. Turunnya kerapatan akan menyebabkan bebatuan tersebut melunak dan tidak mampu menahan tekanan magma di dalam ruang magma.

Dan terakhir yaitu aktivitas di dalam ruang magma. Aktivitas di dalam ruang magma juga dapat meningkatkan tekanan di dalam ruang magma. Hal ini terjadi ketika bebatuan magma di dalamnya mengkristal dan menjadi lebih padat di antara bebatuan lain di sekitarnya. Struktur yang padat menyebabkan bebatuan tersebut tenggelam  ke bawah dan mengangkat magma cair naik ke atas. Naiknya magma cair ini yang akan menambah tekanan di dalam ruang magma.

Terjadinya gunung meletus dapat memberikan dampak positif maupun negatif pada masyarakat sekitar. Dampak negatifnya yaitu ketika lahar, abu, dan awan panas merusak pemukiman penduduk atau bahkan memakan korban jiwa.

Meletusnya gunung berapi juga menghasilkan material-material yang dapat mengganggu pernapasan, melumpuhkan aktivitas di daerah sekitar, dan menghasilkan gas-gas berbahaya untuk kesehatan. Sedangkan dampak positifnya yaitu lava yang telah dingin dapat menyuburkan tanah, menghasilkan material yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, menghasilkan sumber air panah yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata, dan lain sebagainya.

Intepretasi

Berisi kesimpulan dari isi paragraf-paragraf sebelumnya. Di bagian ini juga disertakan tanggapan penulis mengenai peristiwa gunung meletus.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai faktor yang menyebabkan gunung meletus. Faktor-faktor tersebut juga di luar jangkauan manusia, dimana manusia hanya bisa memprediksikan kapan terjadinya gunung meletus tetapi tidak bisa mencegahnya. Maka dari itu, penduduk di sekitar gunung berapi harus lebih berhati-hati dan tanggap mengenai status gunung berapi.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Setelah mengetahui struktur teks eksplanasi, sebaiknya kamu juga mengetahui apa saja ciri-ciri teks eksplanasi supaya saat ada soal mengenai suatu teks, kamu dapat mengidentifikasikan apakah teks tersebut merupakan teks eksplanasi atau bukan.

  • Memiliki struktur seperti yang telah dijelaskan di atas, yaitu pernyataan umun, deretan penjelas, dan intepretasi.
  • Membahas fenomena-fenomana alam atau sosial
  • Informasi yang disajikan berdasarkan fakta, bukan hoaks.
  • Bersifat informatif dan netral, tidak persuasif atau memiliki maksud untuk mempengaruhi pembaca
  • Informasi yang dijadikan bersifat ilmiah
  • Disajikan menggunakan sequence market atau urutan-urutan kejadian.

Kaidan Kebahasaan Teks Eksplanasi

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi dan Kaidan Kebahasaannya

Selain struktur dan ciri-ciri teks eksplanasi, kamu juga harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks eksplanasi supaya mampu membuat teks eksplanasi yang baik.

  • Membahas hal-hal yang bersifat umum, umumnya tidak melibatkan manusia, misalnya proses munculnya pelangi, banjir, gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami.
  • Dapat menggunakan istilah-istilah ilmiah
  • Menggunakan konjungsi waktu dan kausal di dalam teks
  • Menggunakan kalimat pasif
  • Banyak menggunakan verba material dan relasional

Nah, mungkin sekian dulu untuk materi kali ini. Semoga penjelasan di atas dapat membantu teman-teman memahami lebih dalam lagi mengenai struktur dan ciri-ciri teks eksplanasi. Kalau teman-teman masih bingung, silakan tanyakan di kolom komentar.  Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend