BAFS Microsoft Defender Windows 10

Fitur BAFS di Microsoft Defender, Mampu Deteksi Malware dan Virus Lebih Cepat

NESABAMEDIA.COMMicrosoft secara resmi mengumumkan rilisan draf dasar untuk Windows 10, Windows Server versi 20H2. Dalam rilisan itu hadir pula fitur baru pada aplikasi antivirus Microsoft Defender yang bernama “Block At First Sight” (BAFS). Fitur tersebut memungkinkan admin untuk memanfaatkan rekomendasi Group Policy Object (GPO) dari Microsoft.

Lebih lanjut, fitur BAFS diklaim bisa meningkatkan struktur keamanan keseluruhan dari perangkat Windows 10, serta mengurangi kerentanan sistem akan serangan siber baik itu malware maupun virus dari luar. 

“Pengaturan konfigurasi Group Policy Object (GPO) ini diambil berdasarkan feedback dari tim keamanan Microsoft, tim produk, partner dan pelanggan,” kata pihak Microsoft.

Konfigurasinya sudah diatur sedemikian dengan penanganan handal, di mana pengguna standar tidak akan bisa memiliki hak akses administrator. 

Sebenarnya fitur BAFS di Microsoft Defender telah diperkenalkan pertama kali bersamaan dengan perilisan pembaruan Windows 10 versi 1607 pada tahun 2016 silam. Namun baru kali ini Microsoft memutuskan untuk menjadikannya sebagai rekomendasi pengaturan default. 

“Berdasarkan hasil analisa antara tingkat keamanan dengan biaya implementasi, kami merasa sekarang adalah waktunya Microsoft Defender untuk menerapkan fitur BAFS di Security Baseline Windows 10,” tambah pihak Microsoft.

Begitu fitur BAFS diaktifkan di perangkat Windows 10 atau Windows Server, BAFS akan banyak sekali mengurangi waktu yang dibutuhkan Microsoft Defender untuk mendeteksi dan memblokir malware baru, dengan menggunakan layanan perlindungan keamanan Cloud milik Microsoft dan mesin pembelajarannya. 

Begitu Microsoft Defender mendapati sebuah file mencurigakan namun tidak terdeteksi sebagai malware, maka aplikasi akan secara otomatis mengirimkan kueri ke layanan perlindungan Cloud. Kemudian sistem keamanan yang ada di Cloud, akan melakukan analisa untuk menentukan apakah file tersebut termasuk malware atau bukan.

Dengan dirilisnya pembaruan Windows 10 20H2, para admin juga disarankan untuk menerapkan garis dasar keamanan Microsoft Edge ke sistem yang dimiliki. Pasalnya, browser web Microsoft Edge itu telah dirilis sebagai bagian dari sistem operasi. 

Dan seperti biasanya, dengan dirilisnya garis dasar keamanan yang baru, Microsoft juga mencantumkan dokumentasi berbentuk spreadsheet untuk pengaturan keamanan dan Group Policy untuk Windows 10 dan Windows Server 2004.

Leave a Reply

Send this to a friend