Pembaruan Windows 10 21H1

Pada Pembaruan Windows 10 21H1 Tahun Depan, Akan Ada Fitur Optimasi Memori

NESABAMEDIA.COMMicrosoft telah merilis pembaruan Windows 10 20H2 yang telah ditunggu-tunggu oleh banyak pengguna. Namun Microsoft juga tidak akan berhenti di situ, dan saat ini mereka tengah bekerja mengembangkan fitur baru pada pembaruan utama Windows 10 21H1 yang akan datang pada tahun depan. 

Microsoft selama beberapa bulan terakhir juga tengah berfokus dalam menambahkan fitur baru di pembaruan 21H1, salah satu yang menarik adalah fitur optimalisasi memori yang bakal mendapatkan peningkatan.

Pengguna yang sudah tidak sabar mencicipi fitur yang sedang dikembangkan oleh Microsoft itu, bisa bergabung dengan program Windows Insider. 

Fitur optimalisasi memori misalnya, dijanjikan akan mendapatkan peningkatan fitur. Nantinya, antara SSD dan HDD bisa digabungkan satu sama lain dan kemudian dioptimasi secara langsung melalui Windows 10. Ke depannya, drive yang disembunyikan juga akan ditampilkan, serta pengguna akan mendapatkan informasi lebih detail jika proses optimasi tidak bisa dilakukan.

Fitur backup dan restore bisa membantu dalam menghindari kerusakan hardware di SSD. Namun di sisi lain, aplikasi seperti CrystalDiskInfo juga bisa bermanfaat untuk mengetahui kondisi hardisk pengguna. 

Ke depan, Windows 10 akan mengambil alih fitur semacam yang ditawarkan CrystalDiskInfo itu. Setidaknya, ini adalah fitur yang dijanjikan bakal hadir di pembaruan 21H1 pada build 20226 mendatang. SSD yang menggunakan protokol NVMe disebut juga mendukung fitur baru itu.

Fitur Optimasi HDD dan SDD di Windows 10 21H1

Fitur Optimasi HDD dan SDD di Windows 10 21H1

Nantinya Windows 10 akan menginformasikan kepada pengguna apabila terdapat hardisk yang berperilaku aneh, dengan tanda-tanda menuju kerusakan. Informasi itu disebutkan akan berisi detail berapa lama lagi hardisk bisa bertahan, jumlah memori yang tersedia, hingga suhu saat itu. Notifikasi itu juga akan muncul dengan peringatan yang menyarankan pengguna untuk melakukan backup atau pencadangan data, untuk menghindari kerusakan dan kehilangan data.

Fitur tersebut dikabarkan juga bisa diatur untuk bisa berjalan saat perangkat mulai dinyalakan atau tidak. Selama ini pengguna diharuskan mencari aplikasi pihak ketiga untuk mengetahui kondisi dari hardisk mereka. Sayangnya, pilihannya terlalu banyak dan malah membingungkan.

Seperti rumor yang beredar, untuk tahun depan kemungkinan besar hanya terdapat satu kali saja pembaruan utama, yakni Windows 10 21H1. Namun semuanya menjadi keputusan mutlak Microsoft, dan yang jelas mereka menjanjikan banyak fitur baru.

Leave a Reply

Send this to a friend