Kenali Jenis-jenis Framework dan Kelebihannya, Pilih yang Mana?

Bagi anda yang berkecimpung dalam dunia programmer mungkin sudah biasa menggunakan framework dalam setiap pekerjaannya. Definisi dari framework adalah kerangka kerja dari suatu aplikasi web ataupun desktop, namun istilah framework ini lebih dikenal dalam pembuatan website.

Tujuan dari adanya framework ini adalah agar mempermudah kinerja programmer karena didalamnya sudah tersedia fungsi dan variable sehingga hanya perlu dipanggil sesuai dengan alur yang diinginkan.

Biasanya sebelum digunakan framework terlebih dahulu diinstal dan diuji apakah sudah bisa muncul tampilannya dibrowser, setelah itu baru bisa dikembangkan menjadi program jadi.

Terdapat juga bermacam – macam jenis framework dengan fungsi dan ciri khasnya masing – masing. Mulai dari framework pada bagian front end seperti Bootstrap hingga framework yang lebih kepada alur aplikasi secara keseluruhan. Berikut ini akan kami jelaskan macam – macam framework untuk pemrograman web yang paling sering digunakan.

Jenis-jenis Framework dan Penjelasannya

Demi memudahkan kinerja para programmer para developer juga berlomba – lomba menciptakan framework serta selalu memberikan perbaikan. Satu hal yang harus diketahui sebelum kita membahas jenis-jenis framework adalah CMS atau Content Management System bukanlah tergolong framework.

Secara fungsi mungkin memang sama karena mempermudah kinerja pembuat web, namun pada CMS prosesnya lebih instant dan lebih kearah web informasi (blog). Sedangkan framework pada umumnya masih harus ngoding dan outputnya bisa menjadi web ataupun aplikasi tertentu. Untuk jenis-jenis framework beserta penjelasannya akan kami ulas lebih lengkap dibawah ini :

1. CodeIgniter

jenis-jenis framework - codeigniter

Yang pertama adalah jenis framework yang paling sering digunakan dari dulu hingga saat ini, namanya adalah Codeigniter atau biasa disingkat CI. Pertama kali dikembangkan oleh Nick Elis dengan menggunakan script PHP kemudian disempurnakan lag oleh pihak British Columbia Institute of Technology.

Codeigniter ini merupakan framework open source yang memiliki cara kerja berdasarkan MVC (Model, View, Controller) untuk membantu developer membuat web dengan lebih dinamis. Saat ini Codeigniter sudah memasuki versi ke 4 dan akan terus diupdate.

2. Laravel

Laravel

Selanjutnya juga tergolong jenis framework yang cukup terkenal saat ini yakni Laravel. Diciptakan pertama kali oleh Taylor Otwell dan sampai saat ini terus dikembangkan dan hingga saat ini sudah mencapai versi 6. Salah satu kemudahan dari Laravel adalah tersedianya documentation yang cukup jelas untuk mempermudah bagi developer yang baru belajar.

3. Magento

jenis-jenis framework - Magento

Berikutnya merupakan satu kerangka kerja khusus bagi para developer yang ingin membangun suatu web marketplace atau E-Commerce. Lebih cocok disebut CMS sebenarnya daripada suatu framework karena pada dasarnya Magento ini dibangun menggunakan Zend Framework dan untuk databasenya menggunakan EAV (Entity Atribute Vale).

4. Phalcon

Phalcon

Sesuai dengan namanya yang memiliki kemiripan dengan burung Falcon, framework yang satu ini memang dianggap memiliki kinerja paling cepat. Hal ini pun menjadi daya tarik sehingga akhirnya cukup banyak developer yang menggunakan Phalcon dalam projectnya. Beda dari yang lain Phalcon ini ternyata berwujud PHP C-Ekstension dan dibangun menggunakan bahasa C, C++ dan PHP.

5. Yii Framework

Yii Framework

Framework selanjutnya memiliki slogan “The fast, secure and professional PHP framework”. Namanya adalah Yii Framework, meskipun tergolong baru namun kehadirannya juga cukup diperhitungkan dan mulai menyaingi Laravel serta Codeigniter. Yii ini juga memiliki dokumentasi yang lengkap serta didukung dengan komunitas yang cukup kuat. Terdapat juga bermacam – macam fitur unggulan seperti sistem widget, filter dan RBAC.

6. Zend Framework

Zend Framework

Jika sebelumnya kita sudah membahas CMS Magento, maka kini adalah giliran framework yang sesungguhnya yakni Zend Framework. Perusahan yang merancang framework ini bernama Zend dan memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah pustaka yang beragam, tersusun antara modul (modular) dan script yang ditulis juga berbasic object oriented.

7. Symfony

jenis-jenis framework - Symfony

 

Framework yang satu ini juga termasuk kedalam framework dengan memberikan panduan atau documentation lengkap. Para ahli juga berpendapat selain dokumentasi yang rapi dan jelas, Symfony ini ternyata menjadi dasar – dasar pembentukan framework lain yang notabenenya adalah saingan, contohnya seperti Laravel, bahkan CMS populer seperti Magneto dan Drupal. Dan yang lebih mencengangkan adalah website ternama seperti Yahoo Answers dan Dailymotion juga terbentuk dari kerangkan kerja Symfony ini.

8. CakePHP

cakePHP

Framework berikutnya memiliki logo yang cukup unik, sesuai namanya CakePHP ini menggunakan simbul kue namun dengan kondisi yang tidak utuh. Meskipun tergolong baru karena baru rilis pada tahun 2016 lalu, namun CakePHP sudah menjadi salah datu pilihan bagi sebagian web developer. Cake PHP menawarkan fitur – fitur unggulan seperti associatve data mapping, front controller, arsitektur MVC serta dokumentasi yang lengkap.

9. FuelPHP

FuelPHP

Framework selanjutnya memiliki tujuan agar web yang dibangun dapat berjalan lebih cepat dan ringan. Menyiasati hal itu FuelPHP menerapkan footprint yang sederhana demi mengurangi beban kinerja komputer dalam pengambilan data. Sama halnya dengan Laravel pada FuelPHP terdapat integrasi dengan Compser serta PSR. Selain itu terdapat fitur – fitur lain seperti unit testing, fuel debugger serta arsitektur MVC.

10 Lumen

jenis-jenis framework - Lumen

Framework yang terakhir ini sebenarnya merupakan pengembangan atau micro web dari Laravel. Bahkan Taylor Otwell selaku orang dibalik terbentuknya Laravel juga ikut serta penuh dalam penciptaan Lumen ini.

Disebut micro web karena memang dalam pembuatan web dalam Lumen ini hanya dalam skala kecil saja namun dapat mengakomodasi penuh kebutuhan developer dan juga dikhususkan dalam membuat REST API. Sesuai dengan namanya, framework ini memiliki logo lampu pijar yang menyala dengan terang.

Itulah penjelasan tentang jenis-jenis framework beserta masing-masing keunggulannya. Memilih framework tidak boleh sembarang, anda harus mempertimbangkan sesuai kondisi dan kebutuhan.

Leave a Reply

Send this to a friend