Contoh Pseudocode

10 Kumpulan Contoh Pseudocode untuk Berbagai Keperluan

Banyak yang masih bertanya tentang contoh pseudocode yang baik seperti apa? Perlu kamu ketahui sebelumnya, pseudocode sendiri merupakan cara bagaimana kita menuliskan sebuah algoritma. Biasanya pseudocode ditulis menggunakan teks bukan dalam bentuk diagram seperti algoritma. Namun, langkah pembuatan pseudocode sendiri lebih awal dibandingkan dengan algoritma.

Biasanya pseudocode ditulis dalam tiga bagian. Pertama bagian judul. Biasanya diawali dengan kata “PROGRAM” lalu diikuti dengan nama algoritmanya. Biasanya judul ini terdiri dari beberapa kata yang menjelaskan isinya. Misalnya PROGRAM Hitung Luang Segitiga, PROGRAM Hitung Luas Lingkaran, PROGRAM Pengurutan, dan masih banyak lagi.

Kedua yakni bagian deklarasi. Bagian yang satu ini digunakan untuk mendeklarasikan variabel-variabel apa saja yang akan digunakan dalam sebuah pseudocode. Di bagian ini pula, variabel-variabel mulai dideklarasikan secara runtut.

Terakhir yakni isi. Bagian yang satu ini adalah bagian utama dari jalannya sebuah algoritma. Bagian isi akan diisi oleh perintah-perintah yang sesuai dengan logika pada algoritma. Biasanya, perintahnya berupa runtutan, kondisional, perulangan, atau kombinasi dari ketiganya.

Kumpulan Contoh Pseudocode 

Kumpulan Contoh Pseudocode 

Contoh dari pseudocode sendiri sangatlah banyak. Mulai dari pseudocode yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah perhitungan bahkan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya pseudocode menghitung sisi miring, pseudocode menghitung luas lingkaran, persegi, persegi panjang, dan masih banyak lagi.

Sementara, pseudocode yang berhubungan dengan masalah kehidupan sehari-hari seperti pseudocode lampu lalu lintas, ukuran baju, menghitung nilai siswa, dan lainnya.

Nah, untuk kamu yang sudah sangat penasaran dengan bentuk pseudocode, melihat contoh dari pseudocode membuat kamu sedikit mengerti. Simak beberapa contoh pseudocode di bawah ini agar kamu paham.

1. Pseudocode Mencari Sisi Miring

Pertama, contoh dari pseudocode yang bisa kamu coba adalah pseudocode mencari sisi miring.

PROGRAM CariSisiMiring

DEKLARASI

int a, c

float : c

ALGORITMA

read (a, b)

c = sqrt (a*a + b*b)

write("Sisi miring: #, C)

2. Pseudocode Menghitung Luas Segitiga

Nah, contoh lain dari pseudocode yang bisa kamu buat adalah pseudocode untuk hitung luas segitiga. Berikut ini contoh dari pseudocode hitung luas segitiga :

PROGRAM HitungLuasSegitiga

DEKLARASI

var luas,alas,tinggi:integer;

ALGORITMA

alas,tinggi, luas

luas <– 1/2 * alas * tinggi

write(luas)

3. Pseudocode Menghitung Luas Lingkaran

Sebelum melihat pseudocode luas lingkaran, kamu sebelumnya harus mengetahui apa rumus luas lingkaran.

PROGRAM HitungLuasLingkaran

DEKLARASI

var phi : float;

var r,luas:integer;

ALGORITMA

phi <-- 3.14;

luas<-- phi*r*r;

read(r);{diinput user}

write(luas);

4. Pseudocode Menghitung Luas Trapesium

Kamu juga bisa membuat pseudocode untuk menghitung luas trapesium, berikut ini contohnya :

PROGRAM HitungLuasTrapesium

DEKLARASI

var luas, ab, cd, t:integer;

ALGORITMA:

luas<-- 1/2*ab*cd*t;

write<-- luas ;

5. Pseudocode Menghitung Luas Persegi Panjang

Selain menghitung luas lingkran, kamu juga bisa membuat pseudocode untuk menghitung luas persegi panjang, berikut contohnya :

PROGRAM HitungLuasPersegiPanjang

DEKLARASI

var panjang,lebar;luas:integer;

ALGORITMA

read (panjang) ;

read (lebar) ;

luas<-- panjang * lebar;

write (luas) ;

6. Pseudocode Menetukan Bilangan Prima

Selain menghitung rumus, kamu juga bisa membuat pseudocode untuk menentukan bilangan prima. Berikut ini contoh dari pseudocode menetukan bilangan prima :

PROGRAM MenentukanBilanganPrima

DEKLARASI

read (bilangan)

for (ulang = 1 to ulang <=bil.step1)

sisa if (sisa=0) THEN

jUmB,<--jumB+1

Else

jumb2) THEN

Hasil <--(Bukan bil prima")

Else

Hasil <--("Bilangan Prima")

write (Hasil)

7. Pseudoco Menentukan Terbesar dari 3 Bilangan

Nah, contoh lain dari pseudocode yang perlu kamu ketahui adalah pseudocode mentukan angka terbesar dari tiga bilangan, berikut contohnya :

PROGRAM MenentukanTerbesarDari3Bilangan

DEKLARASI

var a,b,c,terbesar:integer;

ALGORITMA

read (a,b,c)

if (a>b) and (a>c) then

Terbesar <-- a

Else

If b>c then

Terbesar <-- b

Else

Terbesar <-- c

Endif

Endif

write (terbesar)

8. Psudocode LampuLaluLintas

Pseudocode bukan hanya bisa digunakan untuk menghitung rumus Matematika saja, namun bisa juga digunakan untuk membuat pseudocode lalu lintas :

PROGRAM LampuLaluLintas

DEKLARASI

var warna,merah,kuning,hijau,berhenti!,jalan!,hati-hati!

ALGORITMA

input (warna)

if warna = MERAH then

output (Berhenti!)

else

if warna = KUNING then

output (Hati-Hati!)

else

if warna = HIJAU then

output (Jalan!)

else

output (Warna Salah!)

endif

endif

endif

9. Pseudocode Penjumlahan

Penjulahan juga bisa ditulis dalam pseudocode, berikut ini contohnya :

PROGRAM Penjumlahan

DEKLARASI

var bil1,bil2,hasil : integer;

ALGORITMA

read input bil1, bil2

hasil = bil1 + bil2

write (hasil)

10. Pseudocode Nilai Kelulusan

Jika kamu merupakan seorang guru, pseudocode yang satu ini cock untuk kamu. Berikut ini contoh pseudocode nilai kelulusan siswa :

PROGRAM NilaiKelulusan

DEKLARASI

var nilai

ALGORITMA

if nilai>60 then

write ("Lulus")

else

write ("Tidak lulus")

end

11. Pseudocode Keterangan Grade Nilai

Selanjutya, selain menentukan lulus atau tidaknya dari skor yang diperoleh siswa, kamu juga bisa menuliskan grade yang didapatkan siswa. Berikut ini contoh pseudocode untuk menuliskan keterangan grade pasa skor siswa :

PROGRAM KeteranganGradeNilai

DEKLARASI

char nilai : char

ALGORITMA

write ('nilai huruf yang didapat?')

read (chrnilai)

case (chrnilai)

chrnilai =='A' : write ("Sangat Baik")

chrnilai =='B' : write ("Baik")

chrnilai =='C' : write ("Cukup")

chrnilai =='D' : write ("Kurang")

chrnilai =='E' or chrnilai =='F' : write ("Gagal"

otherwise write ("Isi dengan huruf antara (A-F)!")

endcase

12. Pseudocode Ukuran Baju

Berikut ini contoh dari pseudocode ukuran baju :

PROGRAM UkuranBaju

DEKLARASI

char S,M,L,kecil,sedang,besar : integer;

ALGORITMA

read (size)

write size

'S' : output ('Kecil') ;

'M' : output ('Sedang') :

Ciri-ciri Pseudocode

Setelah mengetahui beberapa contoh dari psudocode, kamu juga perlu tahu ada beberapa ciri-ciri yang biasanya melekat pada pseudocode, berikut ini cirinya:

  1. Pseudocode merupakan notasi atau tanda bagaimana cara menyelesaikan masalah secara sistematis dan runtut.
  2. Pseudocode digunakan untuk menulis sebuah algoritma.
  3. Pseudocode berisikan serangkaian proses untuk menyelesaikan masalah.
  4. Bahasa yang digunakan dalam pseudocode lebih ringkas dan mudah dipahami.
  5. Tidak memiliki aturan baku dalam penulisan pseudocode.
  6. Pseudocode merupakan sumber daya untuk desain algoritma.

Kelebihan Pseudocode

Selanjutnya, setelah mengenal contoh dari pseudocode, ciri-cirinya, kamu juga perlu tahu apa kelebihan menggunakan pseudocode, sebagai berikut :

  1. Pseudocode mudah dipahami sehingga kamu tidak perlu menjadi ahli pemrograman untuk bisa membaca dan memmahami cara kerja pseudocode.
  2. Memudahkan untuk mengembangkan instruksi untuk memecahkan masalah yang ingin diselesaikan.
  3. Membantu pemrogramer dalam mengoptimalkan waktu pengembangan. Pasalnya, ketika sudah masuk ke algoritma prosesnya semakin rumit, sehingga pseudocode hadir untuk menyederhanakan dan memandu proses algoritma.
  4. Pseudocode tidak memiliki struktur yang baku, hanya ada tiga tahapan.
  5. Pseudocode bisa ditulis oleh siapapun karena tidak ditulis dengan bahasa yang berbeda atau bahkan harus diterjemahkan.

Kekurangan pseudocode

Namun, psudocode pun sebetulnya memiliki beberapa kekurangan diantaranya :

  1. Pseudocode bukan bahasa pemrogaman sehingga tidak ada aturan yang baku untuk menulis kode semu. Hal ini mampu memberikan interpretasi yang berbeda di antara programer.
  2. Komputer tidak bisa membaca kode semu secara langsung sehingga tidak bisa dipresentasikan oleh perangkat lunak secara visual.
  3. Tidak ada cara penulisan standar dari pseudocode membuat penulisan pseudocode menjadi sangat subjektif.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai pseudocode, contoh-contoh dari pseudocode, apa saja ciri-cirinya, apa yang menjadi kelebihan serta apa yang menjadi kekurangannya. Semoga bermanfaat.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend