Meta dan Instagram Hapus Otomatis Transaksi Pil Aborsi

Meta dan Instagram Hapus Otomatis Transaksi Pil Aborsi

NESABAMEDIA.COM – Platform media sosial Meta dan Instagram akan menghapus secara otomatis unggahan yang terindikasi akses aborsi, baik itu pil obat aborsi, maupun layanan aborsi, ini merupakan langkah baru mereka setelah setelah memperbaharui kebijakan mengenai Pharmaceuticals, Rabu (29/6).

Setelah Mahkamah Agung memutuskan untuk menolak gugatan dari Roe V. Wade beberapa waktu yang lalu, pengguna media sosial akan mendapatkan kebijakan baru khususnya yang menggunakan Meta dan Instagram. Mendukung penuh kebiajakan yang dipilih oleh Mahkamah Agung Amerika, Meta selaku perusahaan akan menindak dengan tegas unggahan yang menawarkan pil aborsi di layanan mereka.

Hal ini bahkan telah berlaku hari ini  pengguna Meta dan Instagram akan secara otomatis dihapus unggahannya ketika terindikasi penyebarakan pil aborsi. Setelah beberapa menit diunggah, maka perusahaan akan bekerja dengan cepat menghapus unggahan siapa saja yang menawarkan pil aborsi.

Menurut laporan Motherboard, Meta telah melakukan uji coba ini pada beberapa akun yang memang menawarkan layanan pil aborsi, setelah dua menit diunggah maka akan langsung dihapus dan hilang secara otomatis. Meta dan Instagram juga memberikan peringatan terkait hal ini, yang dapat menutup akun pengguna.

Dalam kebijakan yang mereka kemukakan, selain penjualan pil aborsi, beberapa jenis penjualan juga dilarang dalam platform mereka. Sebut saja seperti Marijuana dan penjualan sejata api, ini mengikuti kebijakan yang telah mereka perbaharui beberapa waktu lalu.

Setelah melakukan tes, ternyata benar bahwa Meta akan langsung menghapus penjualan dari senjata api dan Marijuana, namun memiliki rentang waktu yang cukup jauh. Di mana, Meta hanya dapat menghapus konten ini dalam waktu lebih dari 20 menit.

Andy Stone, selaku juru bicara dari Meta menyatakan dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya bahwa, segala jenius penjualan obat berbahaya dan senjata api akan langsung dihapus dan tidak diberikan akses.

“Konten yang terindikasi menjual, membeli, menawarkan, atau donasi terkait dengan Pharmaceutical tidak akan diberikan akses atau akan ditolak,” tulisnya dalam cuitan Twitter Andy, Selasa (28/6).

Namun, kebijakan dari Meta ini dianggap kurang matang, karena perusahaan masih memperbolehkan akses ini dalam bentuk akses obat dan resep untuk kesetahan. Banyak yang merasa bahwa perusahaan harus memperbaiki lagi kebijakan apa yang boleh dan tidak boleh diakses.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend