Pengertian Ideologi Beserta Fungsi, Unsur-Unsur, dan Macam-Macam Ideologi

Pengertian Ideologi

Seorang filsuf dari Perancis yang bernama Destutt de Tracy memperkenalkan pertama kali Istilah ideolog. Secara etimologis kata “Ideologi” merupakan bahasa asal Perancis, yang terdiri dari:

  • Idéo yang berarti ide, cita-cita, melihat, memandang.
  • Logie yang berarti logika atau rasio.

Sehingga ideologi dapat didefinisikan sebagai seperangkat ide atau gagasan yang membentuk sebuah keyakinan dan paham untuk mewujudkan atau mencapai cita-cita manusia.

Secara umum, Pengertian Ideologi adalah sekumpulan ide-ide dasar, gagasan, keyakinan serta kepercayaan yang sifatnya sistematis sesuai dengan arah dan tujuan yang ingin dicapai atau diwujudkan dalam kehidupan nasional berbangsa dan negara.

Istilah ideologi sangat berhubungan erat dengan berbagai bidang kehidupan manusia, antara lain: kebudayaan, sosial, politik (hukum, pertahanan dan keamanan) dan agama.

Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Pengertian Ideologi adalah

Selain penjelasan diatas mengenai pengertian ideologi secara umum, ada juga beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian ideologi. Berikut ini beberapa ahli yang berpendapat tentang pengertian ideologi, yaitu :

1. Drs. Moerdiono

Menurut seorang ahli yang bernama Drs. Moerdiono mengatakan bahwa Ideologi merupakan a system of ideas, yaitu yang akan mensistematisasikan segala pemikiran tentang kehidupan dan melengkapi kehidupan dengan menggunakan sarana dan kebijakan serta strategi yang memiliki tujuan untuk menyesuaikan realita dengan nilai-nilai yang ada didalamnya atau tercangkup dalam filsafat sebagai induknya.

2. Louis Althuser

Menurut seorang pakar ideologi yang bernama Louis Althuser mengemukakan bahwa Ideologi merupakan suatu gagasan atau pemikiran yang spekulatif, tapi bukan merupakan gagasan palsu, sebab bukan diartikan untuk menggambarkan suatu kenyataan tapi untuk mampu memberikan sebuah gambaran tentang bagaimana seharusnya manusia itu bisa menjalani berbagai kehidupannya.

3. Muhammad Ismail

Menurut seorang ahli ideologi yang bernama Muhammad Ismail, beliau mengatakan bahwa Ideologi (Mabda’) merupakan Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar, yang artinya adalah pemikiran atau gagasan yang mendasar yang mana tidak sama sekali disandarkan atau dibangun diatas beberapa pemikiran yang lainnya.

Pemikiran yang mendasar tersebut merupakan kumpulan jawaban dari pertanyaan tentang dari mana, untuk apa dan ingin ke mana manusia, beserta alam dan seluruh kehidupan semesta ini? Yang akan dihubungkan atau dikaitkan dengan asal mula penciptaannya serta kehidupan yang akan dijalani setelahnya.

4. Dr. Hafidh Shaleh

Menurut seorang ahli ideologi yang bernama Dr. Hafidh Shaleh, mengemukakan bahwa Ideologi merupakan sebuah pemikiran atau gagasan yang memiliki ide yang berupa aqidah aqliyah atau konsepsi rasional, yang didalamnya berisi akidah serta solusi dari seluruh permasalahan di kehidupan manusia. Gagasan atau pemikiran tersebut harus memiliki metode, yaitu metode untuk merealisasikan ide serta solusi tersebut, serta metode untuk menyebarkannya ke seluruh pelosok dunia, dan juga metode untuk mempertahankannya.

5. Prof. Lowenstein

Menurut seorang pakar ideologi yang bernama Prof. Lowenstein, mengatakan bahwa Ideologi merupakan suatu gabungan dari pola pikir dan kepercayaan, penerangan sikap manusia tentang kehidupannya dan kehadirannya didalam masyarakat serta menyeimbangkannya berdasarkan pemikiran dan kepercayaan tersebut.

Fungsi Ideologi

Fungsi Ideologi

Fungsi utama ideologi didalam masyarakat menurut Ramlan Surbakti didalam buku “Memahami Ilmu Politik” tahun 1999 ada dua, yaitu: sebagai tujuan atau cita-cita yang akan dicapai secara bersama – sama oleh suatu masyarakat, dan sebagai pemersatu masyarakat. Dan juga disebut sebagai prosedur penyelesaian konflik yang terjadi didalam masyarakat.

Adapun fungsi ideologi secara umum. Berikut ini adalah fungsi ideologi secara umum, antara lain :

  • Menjadi pemandu setiap tindakan sosial individu didalam masyarakat.
  • Menjadi panduan bagi seseorang dalam menemukan identitas dirinya.
  • Menjadi sumber inspirasi norma atau aturan dan nilai sosial.
  • Memberikan motivasi bagi seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya.

6 Fungsi Ideologi Bagi Suatu Negara

Berdasarkan buku “Filsafat Pancasila”, Soerjanto Poespowardojo pada sebuah pendekatan sosio-budaya, menemukan ada 6 fungsi ideologi, antara lain :

1. Struktur kognitif

Struktur kognitif yaitu keseluruhan dari pengetahuan dan pandangan yang merupakan sebuah landasan untuk memahami segala kejadian yang terjadi di alam sekitarnya. Struktur kognitif juga menjadi bahan acuan dalam memahami dan menyikapi segala permasalahan yang dihadapi oleh sekelompok masyarakat atau bangsa ketika menghadapi masalah tertentu.

Pemahaman ideologi yang dimiliki oleh suatu bangsa juga dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang terkandung didalam negaranya, seperti kebijakan politik, ekonomi, sosial, ataupun kebudayaan.

2. Orientasi Dasar

Fungsi ideologi selanjutnya adalah orientasi dasar, yaitu untuk membuka wawasan atau pengetahuan  yang memberikan makna atau arti serta menunjukkan tujuan atau arah dalam kehidupan masyarakat. Ideologi dalam hal ini berfungsi untuk menentukan suatu arah dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara agar dapat melangsungkan kehidupan bernegara dengan baik.

Jika suatu negara tidak memiliki suatu ideologi yang mereka anut atau pegang, dapat diperkirakan negara tersebut akan mudah terpengaruh oleh ideologi-ideologi lainnya yang dapat menyerang bangsa mereka sehingga bangsa tersebut dipastikan akan dekat dengan kehancuran.

3. Norma-norma yang menjadi Pedoman

Negara-negara yang memiliki ideologi sangat berpegang teguh terhadap norma-norma atau aturan yang menjadi pedoman atau acuan dalam berbangsa dan bernegara. Jadi, ketika dalam bertindak selalu dalam batasan norma-norma yang terkandung didalam ideologi tersebut. Dengan memiliki pedoman dengan norma-norma atau aturan, maka seseorang dapat terarah dalam bertingkah laku.

4. Jalan untuk Menentukan Identitas Diri

Ideologi dapat menentukan identitas diri suatu bangsa, yaitu jati diri yang berbeda dengan negara-negara lain. Setiap warga negara sudah seharusnya dapat membangun jati diri sehingga dapat memperkuat eksistensi ideologi yang dianut.

Identitas nasional yang dimiliki oleh Indonesia berbeda dengan bangsa lainnya, salah satu yang membedakannya adalah Indonesi memiliki ideologi Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup,  kepribadian, dan juga sebagai dasar filsafat.

5. Kekuatan untuk Mencapai Tujuan

Ideologi juga berfungsi untuk memberikan dorongan dan semangat kepada seseorang untuk mencapai atau menggapai suatu tujuan. Jika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak memiliki pandangan hidup, maka bangsa tersebut tidak akan mampu untuk mencapai tujuan dan cita-citanya. Maka dari itu, ideologi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mewujudkan dan mencapai cita-cita negara tersebut.

6. Sumber Edukasi untuk Masyarakat

Selain 5 fungsi diatas, ideologi juga berfungsi sebagai sumber edukasi atau pendidikan untuk seseorang atau masyarakat agar dapat memahami, mengerti, dan juga dapat mengatur tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma atau aturan yang dimiliki didalamnya.

Unsur – Unsur Ideologi

Unsur - Unsur Ideologi
Dari penjelasan pengertian di atas, dapat Anda lihat sangat beragam pengertian ideologi. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dan tentunya dari sudut pandang yang berbeda-beda. Dari beberapa pengertian di atas, ada beberapa unsur yang memberi batasan tentang ideologi. Berikut ini unsur-unsur tersebut, yaitu :

  • Sekumpulan ide atau gagasan yang disusun secara sistematis.
  • Bersumber atau berasal dari pikiran manusia.
  • Memiliki tujuan dan arah yang jelas.
  • Dianut atau dipegang teguh oleh masyarakat atau kelompok yang meyakininya.
  • Pedoman tentang cara hidup.
  • Tatanan yang hendak dituju oleh suatu kelompok.

Macam – Macam Ideologi

Macam - Macam Ideologi

Berdasarkan pengertian ideologi diatas, maka muncullah berbagai macam ideologi yang berkembang di masyarakat yang digunakan hingga saat ini. Setiap kumpulan masyarakat pasti memiliki ideologi yang dianut oleh mereka masing – masing sebagai dasar dalam memandang berbagai hal yang terjadi didalam lingkungan tersebut.

Sehingga mereka memiliki harapan dengan adanya ideologi yang tepat maka masyarakat juga dapat hidup lebih sejahtera, tentram, damai dan saling berdampingan dengan baik. Berikut ini beberapa macam ideologi yang ada di masyarakat yang harus Anda ketahui, antara lain :

1. Kapitalisme

kapitalisme

Tokoh besar dalam ideologi kapitalisme ini adalah Adam Smith. Ia menyerang merkantilisme melalui para psiokrat karena ia menganggap kurangnya mendukung perekonomian masyarakat.

Ideologi kapitalisme adalah paham yang meyakini bahwa pemilik modal dapat melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Beberapa negara yang menganut paham atau ideologi kapitalisme ini adalah Spanyol, Australia, Belanda, Portugis dan Perancis.

2. Komunisme

komunisme

Paham atau ideologi komunisme ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels mengenai tentang teori yang berisikan analisis pendekatan kepada perjuangan kelas dan ekonomi kesejahteraan yang menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh di dunia politik.

Ideologi komunisme merupakan paham yang mendahulukan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan. Di dalam ideologi ini juga disebutkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam suatu negara dikuasai secara mutlak oleh negara tersebut. Negara yang menganut paham komunisme ini adalah Korea Utara, Kuba, Laos, Vietnam dan Tiongkok.

3. Liberalisme

liberalisme

Ideologi liberalisme didasarkan pada pemahaman akan kebebasan yaitu nilai politik yang paling utama. Ideologi ini dikembangkan dengan harapan untuk mencapai masyarakat yang bebas misalnya seperti kebebasan berpikir untuk setiap individu.

Paham Liberalisme ini menginginkan adanya kebebasan bertukar gagasan atau ide, menolak pembatasan secara individu, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi, dan memiliki pemerintahan yang transparan. Negara yang menganut paham liberalisme ini adalah Amerika Serikat, Argentina Yunani dan Rusia.

4. Konservatisme

Ideologi Konservatisme merupakan paham atau ideologi yang memiliki beberapa unsur penting di dalamnya, antara lain :

  • Memiliki sistem pemerintahan antara otoriter dan demokratis.
  • Inti dari paham konservatisme ini adalah untuk memelihara kondisi yang sudah ada dan menjaga kestabilan yang dinamis serta statis.
  • Filsafatnya adalah sebuah kemajuan bukan berarti harus ada sebuah perubahan. Maka perubahan itu lebih baik berlangsung tahap demi tahap tanpa harus mengguncang struktur sosial politik dalam sebuah negara atau masyarakat yang bersangkutan.
  • Landasan pemikiran paham konservatisme ini adalah pada dasarnya manusia bersifat lemah dan memiliki insting jahat di dalam dirinya. Sehingga diperlukan sebuah pola pengendalian dengan aturan yang ketat.

5. Sosialisme

sosialisme - pengertian ideologi

Ideologi Sosialisme ini dibuat dengan tujuan untuk membentuk suatu negara dengan kemakmuran yang berasal dari usaha secara kolektif dan membatasi milik perseorangan.

Istilah sosialisme ini banyak digunakan untuk beragam konteks tapi kebanyakan kelompok masyarakat percaya bahwa istilah tersebut berawal dari adanya pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani yang berdasarkan prinsip solidaritas serta perjuangan masyarakat egalitarian. Negara yang menganut paham sosialisme ini adalah Venezuela.

6. Fasisme

fasisme

Ideologi Fasisme berasal dari bahasa latin yaitu fascis yang artinya seikat tangkai-tangkai kayu yang di tengahnya memiliki kapak. Ideologi fasisme ini memiliki ciri mengagungkan kekuasaan tanpa menggunakan sistem demokrasi. Sehingga dalam paham ini akan sangat terasa nasionalisme yang sangat fanatik dan sikap otoriter dari penguasanya. Negara yang menggunakan paham fasisme ini untuk kekuasaannya adalah negara Jerman dan Italia.

7. Pancasila

pancasila

Pancasila merupakan ideologi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila berasal dari kata panca yang artinya lima dan sila yang memiliki arti asas atau prinsip.

Seperti namanya Pancasila memiliki 5 poin dasar yang dijadikan sebagai ideologi atau acuan masyarakat Indonesia dalam melakukan berbagai tindakan. Berikut ini isi dari kelima sila tersebut  :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Segala hal yang terjadi di masyarakat sebenarnya harus kembali lagi pada dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Karena butir – butir Pancasila sudah banyak pengamalannya yang diturunkan kedalam kehidupan bermasyarakat dari dasar negara tersebut.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai pengertian ideologi, beserta fungsi, unsur – unsur, dan macam – macam ideologi. Semoga Anda dapat lebih memahami dan mengerti tentang ideologi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih 🙂

Leave a Reply

Send this to a friend