Pengertian ISO 9001

Pengertian ISO 9001 Beserta Manfaat dan Kegunaan ISO 9001

Pengertian ISO 9001

Pada dasarnya ISO 9001 adalah suatu standar mutu bagi perusahaan untuk mewujudkan kepuasan konsumen hingga perusahaan tersebut dapat menjalankan usahanya secara kontinyu. Mengutip dari Wikipedia.com, pengertian ISO 9001 adalah standar internasional di bidang sistem manajemen mutu.

Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi ISO tersebut (pengakuan dari pihak lain yang independen), dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal sistem manajemen mutu produk/jasa yang dihasilkannya.

ISO adalah akronim dari the International Organization for Standardization, yaitu sebuah organisasi tingkat internasional yang menetapkan standardisasi yang bersifat internasional di bidang industri dan commerce (perdagangan) tingkat dunia dimana tujuan pembentukannya untuk meningkatkan kualitas perdagangan antar negara-negara di seluruh dunia. Organisasi atau perusahaan yang ingin bersaing secara global secara independen dapat mengukur kredibilitasnya dengan standar ISO ini.

Pengertian ISO 9001 adalah

Di antara sekian banyak sertifikasi standar mutu ISO 9000, yang paling banyak diadopsi secara global adalah ISO 9001. Hal tersebut terjadi karena sejumlah faktor. Pada zaman industri dewasa ini, ISO 9001 didorong untuk menjadi bagian dari persyaratan untuk mendukung keberadaan suatu organisasi atau perusahaan, disusun sebagai bagian dari kontrak dengan supplier mereka.

Sebetulnya hal tersebut sedikit mengurangi beban kebutuhan perusahaan akan ‘supplier development‘, seperti pengelolaan mutu produk berdasarkan sudut pandang supplier, kualitas proses produksi menurut sudut pandang supplier, dan sebagainya.

Karena setiap supplier memiliki standar masing-masing, akan menyebabkan organisasi atau perusahaan kerepotan dalam melakukan penyesuaian terhadap sudut pandang yang berbeda-beda antara supplier satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah standar global, sebuah persyaratan dasar bagi supplier untuk memastikan kualitas produk.

Sertifikasi pihak ketiga (third-party) ini menyajikan konfirmasi mandiri bahwa perusahaan telah memenuhi standar persyaratan dari ISO 9001. Lebih dari 1 juta organisasi/perusahaan di seluruh dunia tersertifikasi secara independen, hal ini membuat ISO 9001 menjadi satu perangkat manajemen yang luas digunakan di seluruh penjuru dunia hari ini.

Walaupun yang terjadi di lapangan adalah ISO mendapatkan sejumlah kritikan mengenai prosesnya, karena dinilai membuang-buang waktu serta tidak semua perusahaan mendapatkan manfaatnya secara riil.

ISO 9001 adalah satu dari sekian banyak standar pengendalian mutu internasional yang dirilis di seluruh dunia. Namun, secara umum, ada delapan (8) jenis standar ISO yang banyak digunakan di berbagai instansi dan perusahaan di Indonesia, yaitu sebagai berikut.

  1. ISO 9001, standar ISO ini memiliki karakteristik pada pendekatan proses yang bertujuan untuk meningkatkan manajemen mutu yang efektif.
  2. ISO 14001, standar ISO ini memiliki karakteristik dengan sistem manajemen lingkungan, diantaranya proses pengolahan limbah, penghematan energi, air, dan bahan bakar. Standar ISO ini diterapkan pada perusahaan yang dalam proses akhir produksinya memerlukan proses pembuangan limbah serta banyak menggunakan bahan kimia dalam proses produksinya.
  3. ISO 22000, berhubungan dengan standar sistem manajemen keamanan pangan, standar ISO ini ditujukan kepada organisasi atau perusahaan yang berkecimpung di bidang makanan dan minuman, dimana standar tersebut mengatur hal-hal yang berkaitan dengan kontrol internal berkaitan dengan proses dan pengendalian produk.
  4. ISP/IEC 27001, yaitu Information Security Management System (ISMS) atau sistem menajemen keamanan informasi, standar ISO ini ditujukan kepada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi.
  5. ISO TS 16949, merupakan standar ISO untuk spesifikasi teknis untuk manajemen mutu pada bidang industri otomotif. Dalam standar ISO ini meliputi tiga (3) konsep yaitu perbaikan berkelanjutan, pengendalian rantai pemasok, dan tindakan pencegahan dan perbaikan.
  6. ISO/IEC 17025, standar ini berhubungan dengan aktivitas laboratorium atau instansi pengujian, bertujuan untuk memastikan keakuratan hasil penelitian serta pengujian di bidang kesehatan, produksi, commerce (perdagangan), dan perlindungan konsumen.
  7. ISO 28000, merupakan standar yang berhubungan dengan sistem keamanan rantai pasokan untuk perusahaan yang memiliki risiko tinggi, seperti bank, pertambangan, hotel, dan sebagainya.
  8. ISO 5001, merupakan standar ISO yang ditujukan pada sistem keamanan energi agar organisasi atau perusahaan memiliki sistem peningkatan kinerja, efisiensi, serta konsumsi energi.

Kegunaan ISO 9001

Pengertian ISO 9001 dan Kegunaan ISO 9001

Pada dasarnya sertifikasi ISO 9001 adalah untuk menentukan standar internasional di bidang industri dan perdagangan yang sebenarnya lebih banyak memberikan manfaat kepada perusahaan sendiri. Adapun manfaat-manfaat tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Menghemat biaya operasional dan biaya produksi

Dengan menerapkan standar ISO, selanjutnya organisasi atau perusahaan akan memberlakukan sistem pengelolaan tertentu untuk membantu menentukan bagaimana perusahaan beroperasi.

Saat didapati tanda-tanda bahwa kinerja perusahaan terlihat akan menurun atau produk akan gagal, selanjutnya diterapkanlah tindakan-tindakan antisipasi. Alur proses ini secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya pengeluaran biaya berlebih atau pemborosan berkaitan dengan kinerja dan hasil kerja yang tidak sesuai harapan.

2. Jaminan standar mutu internasional

Organisasi, instansi, atau perusahaan yang secara independen ingin terstandarisasi sertifikat ISO harus melewati proses yang disebut PDCA (plan-do-check-act atau plan-do-check-adjust).

Siklus PDCA tersebut diaplikasikan untuk semua jenis industri, yang mana proses ini akan menghasilkan hasil identifikasi, hasil analisis, dan keputusan pelaksanaan penyelesaian masalah yang dipilih untuk memastikan pencapaian kualitas standar ISO.

3. Meningkatkan kepercayaan konsumen

Berkaitan dengan kredibilitas perusahaan, kepuasan customer/pelanggan juga merupakan nilai yang penting sebab dapat membuat pelanggan percaya pada standar perusahaan, lalu berikutnya diharapkan menjadi pelanggan yang loyal.

4. Meningkatkan kredibilitas perusahaan

Sebuah organisasi, instansi, atau perusahaan yang sudah berhasil menetapkan sistem manajemen standarisasi kualitas sesuai standar ISO, maka secara otomatis akan menjamin kredibilitas perusahaan tersebut.

Dengan demikian, seluruh aspek kegiatan dan kinerja di dalam perusahaan telah mempunyai standar paling fit dan optimal yang akhirnya menghasilkan nilai-nilai plus dalam hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara konsumen dengan perusahaan tersebut.

5. Mengoptimalkan kinerja karyawan

Memperhatikan prinsip-prinsip manajemen kualitas, semuanya harus disesuakan dengan standar yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan. Hal ini bisa memotivasi karyawan untuk ikut berusaha menjaga kualitas produk serta efisiensi proses produksi, selanjutnya mereka akan semakin produktif dalam koridor standar ISO.

6. Meningkatkan image perusahaan

Salah satu profit yang bisa langsung dirasakan perusahaan dengan melakukan sertifikasi standar ISO ini adalah meningkatnya penilaian publik terhadap brand/produk perusahaan, berikutnya akan menaikkan image perusahaan sebagai perusahaan yang bertaraf internasional.

Demikian penjelasan dan uraian singkat mengenai standar ISO 9001, semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan pembaca.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend