• Our Partners:

Pengertian JSON Adalah

Pengertian JSON : Fungsi, Kelebihan dan Kekurangannya Secara Lengkap

Pengertian JSON

JSON adalah akronim dari JavaScript Object Notation, yaitu sebuah format bahasa pemrograman yang ringan, mudah ditulis, dan dibaca oleh manusia. JSON dirancang berdasarkan bahasa pemrograman JavaScript standar ECMA-262 edisi ke-3. Bahasa pemrograman JSON tidak bergantung pada bahasa pemrograman apapun.

Style bahasa pemrograman ini menyerupai keluarga bahasa pemrograman C (di antaranya C++, C#, Java, JavaScript, Perl, dan lain-lain), karena itu menjadikannya sebagai bahasa pertukaran data yang ideal. Elemen bahasa pemrograman JSON tersusun dari dua (2) struktur, yaitu sebagai berikut.

1. Kumpulan pasangan nama/nilai
Pada bahasa pemrograman lain, pasangan nama/nilai ini biasa disebut sebagai object (objek), record (rekaman), struct (struktur), dictionary (kamus), hash table (tabel hash), keyed list (daftar kunci) atau associative array.

2. Daftar nilai terurutkan (an ordered list of value)
Pada bahasa pemrograman lain, ordered list of value ini biasa disebut juga sebagai array (larik), vector (vektor), list (daftar), atau sequence (urutan).

Struktur data-data tersebut disebut sebagai struktur data universal, karena pada dasarnya semua bahasa pemrograman yang klasik maupun modern mendukung struktur tersebut baik dalam format yang sama ataupun berbeda. Berdasarkan struktur data ini, maka format data mudah dipertukarkan dengan bahasa-bahasa pemrograman yang lain.

Dalam pertukaran dengan bahasa pemrograman lain, JSON menggunakan format sebagai berikut.

  1. Object (objek), sepasang nama/nilai yang tidak terurutkan. Object dimulai dengan kurung kurawal buka “{” dan diakhir dengan kurung kurawal tutup “}“. Setiap nama diikuti dengan titik dua “:“, dan setiap pasangan nama/nilai dipisahkan dengan koma “,“.
  2. Array (larik), kumpulan nilai yang terurutkan. Array dimulai dengan kurung kotak buka “[” dan diakhiri dengan kurung kotak tutup “]“. Setiap nilai dipisahkan dengan koma “,“.
  3. Value (nilai), dapat berupa string dalam sebuah tanda kutip ganda, true/false, null, object, atau array. Struktur-struktur tersebut dapat disusun secara bertingkat.
  4. String, yaitu kumpulan dari nol atau lebih karakter Unicode yang disatukan dalam tanda kutip ganda. Di dalam string diijinkan menggunakan karakter backslash escapes\“. String pada JSON sangat mirip dengan string pada C atau Java.
  5. Number, format ini juga mirip dengan C atau Java, kecuali untuk format oktal dan heksadesimal.
  6. Whitespace atau spasi kosong, disisipkan di antara tanda-tanda tersebut.

Fungsi JSON

JSON dikenal pada aplikasi mobile untuk fungsi pengiriman data, konversi data, pembacaan data, serta menyimpan object dan data array. Namun, bahasa pemrograman ini lebih dikenal sebagai media pertukaran data antar website. Contoh pemanfaatan JSON pada website yaitu pada aplikasi Tweetdeck. Twitter menerbitkan aplikasi desktop third-party yang memanfaatkan Facebook API dan Twitter API. Data-data yang dikirimkan kepada aplikasi desktop tersebut dalam format JSON.

Sebelum ada JSON, XML biasa digunakan sebagai alat pertukaran data antar website. Dulu pertukaran data antar website merupakan sesuatu yang tidak umum, seperti yang terdapat pada website Facebook. Facebook dapat melakukan melakukan pertukaran data dengan website pihak ketiga ataupun aplikasi pihak ketiga. Sejak adanya XML, pertukaran data antar website atau aplikasi bukan hal aneh lagi. Sejak bahasa pemrograman ini hadir sebagai alat pertukaran data antar web, maka peran XML menjadi sedikit bergeser, ia tidak lagi alat pertukaran data website yang diprioritaskan lagi. Namun, XML masih banyak juga digunakan sampai sekarang, salah satu contohnya seperti untuk RSS Feed.

Penyebab kenapa progammer beralih menggunakan bahasa pemrograman ini adalah pada kesederhanaan penggunaan sintaksnya. Saat user mengakses data website menggunakan XML, maka yang diperlukan adalah DOM XML dan DOM HTML, serta memerlukan request dari server. Sebab itu, penggunaan XML memerlukan karakter string yang lebih banyak, sehingga akan berpengaruh pada ukuran filenya.

Bila menggunakan JSON, yang dibutuhkan adalah JavaScript dan DOM HTML, sehingga berkas yang dibuat ukurannya bisa lebih ringan. Sebagian programmer menilai JavaSript sebagai solusi yang lebih praktis, karenanya lebih memilih menggunakan JSON. Selain itu, juga karena fungsinya sebagai alat pertukaran data antar website yang sintaksnya lebih ringkas. Karena itu membuat ukuran filenya menjadi lebih kecil dan ringan. Hal tersebut menyebabkan proses parsing dan loading transfer datanya menjadi lebih cepat dibandingkan menggunakan XML.

Kelebihan dan Kekurangan JSON

Keberadaan JSON tidak serta merta menggusur penggunaan XML sebagai alat pertukaran data pada jaringan internet, khususnya pada pemrograman website. Namun dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, setiap programmer bebas memilih menggunakan yang mana.

Karena ada kasus dimana programmer sudah terbiasa menggunakan XML dan XMLHtppRequest, maka akan membutuhkan adaptasi dan proses belajar yang lebih lama lagi bila ia mau beralih ke konsep bahasa pemrograman JavaScript dan JSON. Berikut ini rangkuman mengenai kelebihan dan kekurangan bahasa pemrograman ini sebagai alternatif XML.

Kelebihan JSON

  1. Kecepatan parsing, yaitu pengenalan bagian terkecil dari suatu dokumen XML/JSON, kecepatan parsing pada JSON lebih cepat daripada XML.
  2. menyimpan data dalam bentuk array sehingga transfer data menjadi lebih mudah.
  3. sintaksnya kecil dan ringan jadi lebih responsif terhadap request.
  4. unggul dalam penanganan API baik untuk aplikasi berbasis web ataupun desktop.
  5. mendukung untuk bahasa pemrograman lain seperti PostgreSQL dan JavaScript.

Kekurangan JSON

  1. Format penulisannya agak sulit dipahami, berbeda dengan XML yang sintaksnya mirip HTML, sehingga lebih mudah dipelajari.
  2. bahasa notasi JavaScript ini lebih rentan terhadap serangan/hacking, terutama pada website yang belum terpercaya.
  3. tidak ada penanganan error pada request.

Demikian uraian singkat mengenai JSON, semoga bisa memberikan tambahan wawasan bagi Anda mengenai XML dan JSON. Semoga bermanfaat serta mudah dipahami.

Leave a Reply

Send this to a friend